Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
66.684 views

Tanda Seorang Hamba Dicintai Allah

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Kecintaan Allah haruslah menjadi incaran setiap mukmin. Mereka berlomba untuk mendapatkannya. Apapun diusahakan untuk meraihnya. Karena mendapat kecintaan Allah merupakan derajat tertinggi. Dengannya kehidupan hikiki ada. Tanpanya, yang tinggal hanya kematian.

Kecintaan Allah merupakan ruh iman dan amal shalih orang beriman. Dialah yang menumbuhkan manisnya iman dalam kalbu sehingga pemiliknya merasa nikmat untuk taat dan berzikir kepada-Nya. Maka kapan kecintaan kepada Allah itu hilang dari seseorang, ia tinggal pribadi yang berjasad tanpa ruh.

Kecintaan Allah memiliki beberapa tanda dan sebab. Di antara sebab-sebab tersebut adalah:

Pertama: Mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ini merupakan sebab utama untuk mendapatkan kecintaan Rabb yang Maha Tinggi.  

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)

Al-Imad Ibnul Katsir berkata, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya. Sebagaimana yang tertera dalam Shahihain, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: "Siapa yang beramal dengan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka ia tertolak."

Al-Hasan al-Bashri dan ulama salaf lainnya telah berkata: Suatu kaum mengaku mencintai Allah, lalu Allah menguji mereka dengan ayat ini. lalu beliau membaca ayat di atas.

Cinta kepada Allah tidak cukup hanya pengakuan. Tapi harus disertai pembuktian. Dan tanda bukti nyatanya adalah mengikuti utusan-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam semua keadaanya; baik dalam perkataan dan perbuatannya, dalam pokok agama dan cabangnya, dalam zahir dan batinnya. Maka siapa yang mengikuti Rasul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. Jika hal itu tidak ditemukan pada seseorang, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah dalam dirinya, ia dusta dalam pengakuannya.

. . . siapa yang mengikuti Rasul itu menunjukkan benarnya pengakuannya. Dan siapa yang tidak mengikuti Rasul, ia tidak cinta kepada Allah Ta'ala. Karena kecintaan kepada Allah mengharuskan untuk mengikuti utusan-Nya. . .

Kedua: Berlemah lembut kepada kaum mukminin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kecuali hanya kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyebutkan sifat ini dalam satu ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ

"Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela." (QS. Al-Maidah: 54)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala telah menyebutkan beberapa sifat kaum yang mendapatkan kecintaan Allah. Berada pada urutan pertamanya, tawadhu' dan tidak takabbur (sombong) terhadap kaum muslimin. Lalu mereka tegas terhadap orang kafir, tidak tunduk dan menghinakan diri di hadapan mereka. Mereka juga berjihad di jalan Allah; yakni jihad terhadap diri sendiri, syetan, orang-orang kafir, kaum munafikin dan orang-orang fasik. Mereka tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela; yakni apabila ia menjalankan perintah agamanya maka ia tidak mempedulikan terhadap orang yang menghina dan mencelanya.

Ketiga: menegakkan amalan-amalan sunnah sesudah yang fardhu. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits Qudsi,

وما تَقَرَّب إليَّ عَبْدِي بشيءٍ أحَبَّ إليَّ مِمَّا افترضتُ عَليهِ ، ولا يَزالُ عَبْدِي يَتَقرَّبُ إليَّ بالنَّوافِلِ حتَّى أُحِبَّهُ

"Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibnya akepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku (setelah menjalankan yang wajib) dengan amal-amal sunnah sehingga Aku mencintainya." (HR. Al-Bukhari)

Bahwa siapa yang bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan fardhu lalu diikuti amalan sunnah, Allah akan mendekatkan ia kepada-Nya dan memenuhi hatinya dengan ma'rifah, pengagungan, cinta, rindu, takut dan harap kepada-Nya.

Dan di antara macam amalan nafilah ini adalah shalat, sedekah, umrah, haji (selain haji pertama) dan puasa sunnah.

Keempat: Mencintai, mengungunjungi, menolong dan menasehati karena Allah. Amal-amal ini terkumpul dalam satu hadits qudsi,

حقَّت محبتي للمتحابين فيَّ ، وحقت محبتي للمتزاورين فيَّ ، وحقت محبتي للمتباذلين فيَّ ، وحقت محبتي للمتواصلين فيَّ

"Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku, Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling berkorban di jalan-Ku, Kecintaan-Ku diberikan untuk orang-orang yang saling menyambung kekerabatan karena-Ku." (HR. Ahmad dan Ibnu HIbban dalam al-Tanashuh. Syaikh Al-Albani menyahihkan hadits di atas dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 3019, 3020, 3021)

Makna saling mengunjungi karena-Ku: kunjungan sebagian mereka kepada sebagian yang lain karena Allah dan berharap ridha-Nya karena adanya ikatan cinta karena Allah atau kerjasama untuk taat kepada-Nya.

Sedangkan makan orang-orang yang saling berkorban di jalan-Ku: Mengorbankan diri mereka dalam keridhaan-Nya seperti bersepakat untuk berjihad melawan musuh Allah dan perintah-perintah-Nya yang lain serta memberikan hartanya kepada saudaranya jika ia sangat membutuhkannya." (Lihat: al-Muntaqa, Syarh al-Muwatha': 1779)

Kelima: Ujian Allah berupa musibah dan bencana.

Musibah dan bencana yang menimpa seorang mukmin bisa menjadi sebab datangnya kecintaan Allah dan menjadi bagian dari tanda cinta-Nya kepada hamba. Ia laksana obat, walaupun pahit ia akan meminumnya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dalam hadits Shahih disebutkan,

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada dasarnya, datangnya musibah adalah baik untuk orang beriman. Karena musibah tersebut menjadi penghapus dosa dan kesalahannya di dunia. Sehingga di akhirat  sudah tidak ada dosa yang dipikulnya. Terlebih akan diangkat derajatnya dan diampuni dosa-dosanya malalui musibah tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya maka Dia menyegerakan hukuman (dosanya) di dunia. Dan apabila Dia menghendaki keburukan (terhadap hamba-Nya) Dia tahan dosanya sehingga disempurnakan balasannya pada hari kiamat." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Para ulama menjelaskan, yang ditahan dosanya adalah orang munafik. Allah menahan dosanya di dunia untuk dibalas secara sempurna pada hari kiamat.

. . . datangnya musibah adalah baik untuk orang berima . . .

Penutup

Memperoleh kecintaan Allah lebih penting daripada klaim cinta kepada-Nya. Karena tidak setiap orang yang mengaku cinta kepada-Nya bisa mendapatkan cinta-Nya. Walaupun kecintaan Allah tidak akan diberikan kecuali kepada siapa yang benar-benar mencintai-Nya. Di antara bukti cinta kepada-Nya adalah dengan senantiasa beribadah kepada-Nya dan mengikuti petunjuk utusan-Nya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dalam setiap aktifitas, baik berkata atau berbuat.

Semoga Allah menjadikan kita dalam bagian orang-orang yang mendapatkan kecintaan-Nya, sehingga Dia senantiasa membimbing kita, mengabulakan doa kita, mengampuni dosa dan kesalahan kita, dan memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amiin. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Rabu, 01 Dec 2021 10:25

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Rabu, 01 Dec 2021 10:13

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Rabu, 01 Dec 2021 10:09

Tasyakuran Milad ke-17, LAZ Al Azhar Sampaikan Pencapaian

Tasyakuran Milad ke-17, LAZ Al Azhar Sampaikan Pencapaian

Rabu, 01 Dec 2021 10:04

Ambisi Erick

Ambisi Erick

Rabu, 01 Dec 2021 09:24

Dewan Da’wah Kota Bukittinggi Gelar Pelatihan Rohis Tingkat SLTA

Dewan Da’wah Kota Bukittinggi Gelar Pelatihan Rohis Tingkat SLTA

Rabu, 01 Dec 2021 09:00

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

Rabu, 01 Dec 2021 06:34

Bukhori Dukung Keberpihakan Menteri Agama kepada Guru Madrasah Honorer

Bukhori Dukung Keberpihakan Menteri Agama kepada Guru Madrasah Honorer

Rabu, 01 Dec 2021 06:15

Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel Gagas Pengkaderan Ulama Setara Program Pascasarjana

Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel Gagas Pengkaderan Ulama Setara Program Pascasarjana

Rabu, 01 Dec 2021 06:06

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian 3-Selesai)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian 3-Selesai)

Rabu, 01 Dec 2021 04:22

Permendikbudristek PPKS Terlalu Sekuler

Permendikbudristek PPKS Terlalu Sekuler

Rabu, 01 Dec 2021 02:02

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-2)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-2)

Selasa, 30 Nov 2021 23:17

BPJPH Dorong Produk Halal UMK Perluas Jaringan Pemasaran Hingga Mall

BPJPH Dorong Produk Halal UMK Perluas Jaringan Pemasaran Hingga Mall

Selasa, 30 Nov 2021 21:37

Algojo Baliho Siap Terapkan Gaya Era Soeharto

Algojo Baliho Siap Terapkan Gaya Era Soeharto

Selasa, 30 Nov 2021 21:25

Diskriminasi Hukum

Diskriminasi Hukum

Selasa, 30 Nov 2021 20:23

Mahasiswa IAIN Kendari Kembangkan Jeruk Etno Tolaki untuk Bahan Hand Sanitizer

Mahasiswa IAIN Kendari Kembangkan Jeruk Etno Tolaki untuk Bahan Hand Sanitizer

Selasa, 30 Nov 2021 20:05

DDII Jawa Barat Minta Permenristek No 30 Tahun 2021 Dicabut

DDII Jawa Barat Minta Permenristek No 30 Tahun 2021 Dicabut

Selasa, 30 Nov 2021 20:00

As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro’

As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro’

Selasa, 30 Nov 2021 19:48

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-1)

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian-1)

Selasa, 30 Nov 2021 19:30

Ngapain Si Romo Ikut Campur?

Ngapain Si Romo Ikut Campur?

Selasa, 30 Nov 2021 19:20


MUI

Must Read!
X