Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.685 views

Menjaga Spirit Haji dan Idul Adha

 

Oleh:

Sri Mariana,S.Pd

 

UMAT Islam baru saja melewati moment Idul Adha pada hari minggu, 11 Agustus 2019. Tentu moment ini adalah moment yang sangat membahagiakan bagi umat Islam. Lebih-lebih pada hari tersebut, umat Islam belomba-lomba untuk menyembelih hewan qurban. Hal ini tentu ada dasarnya. Berangkat dari kisah nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya Ismail, atau mengorbankan anak kesayangannya untuk Allah sebagai bukti ketaatan nabi Ibrahim. Kemudian sembelihan tersebut digantikan dengan seekor domba.

Sosok penting Nabiyullah Ibrahim as tentu tak bisa dipisahkan dari momen ibadah haji dan kurban. Di dalam QS al-Shafat [37] ayat 102, Allah SWT mengisahkan bagaimana Ibrahim as., dengan sepenuh keimanan, tanpa sedikit pun keraguan, menunaikan perintah Tuhannya: menyembelih putra tercintanya, Ismail as. Demikianlah, kedua hamba Allah yang shalih itu tersungkur dalam kepasrahan. Berpadu dengan ketaatan dan kesabaran.

Kisah cinta yang amat romantis sekaligus dramatis ini selayaknya menjadi pelajaran sepanjang zaman bagi umat Islam. Nabiyullah Ibrahim as. telah membuktikan hal itu. Bukan hanya harta, bahkan nyawa putra semata wayangnya.Yang kepada dia tertumpah segenap cinta dan kasih sayangny. Selin itu beliau persembahkan dengan penuh keyakinan kepada Allah. Zat Yang lebih ia cintai dari apapun.

Tentu moment Idul Adha bukan seremonial saja. Namun pelajaran apa yang harusnya kita dapat sebagai seorang muslim. Ajaran berkorban dari nabi Ibrahim bukan hanya sebatas simbol dalam bentuk ritual menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta. Penyembelihan kurban tersebut bukan dinilai dari daging atau darah hewan kurban, melainkan bagaimana ketaqwaan dan ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hari Idul Adha juga adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan oleh sebagian umat muslim yang mampu. Dalam momen Idul Adha tahun ini, mari kita renungkan nasihat-nasihat Baginda Nabi saw. pada saat Haji Wada. Selama Haji Wada, beliau berkhutbah di hadapan lebih dari 100 ribu jamaah haji. Tak hanya sekali. Beliau berkhutbah di Hari Arafah, Hari Idul Adha juga Hari Tasyriq. Berikut ini adalah sebagian kecil dari isi khutbah yang beliau sampaikan:

Wahai manusia, sungguh darah dan harta kalian adalah suci bagi kalian, seperti sucinya hari ini, juga bulan ini, sampai datang masanya kalian menghadap Tuhan… Saat itu kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan kalian…

Ingatlah baik-baik, janganlah kalian sekali-kali kembali pada kekafiran atau kesesatan sepeninggalku sehingga menjadikan kalian saling berkelahi satu sama lain…
Ingatlah baik-baik, hendaklah orang yang hadir pada saat ini menyampaikan nasihat ini kepada yang tidak tidak hadir. Boleh jadi sebagian dari mereka yang mendengar dari mulut orang kedua lebih dapat memahami daripada orang yang mendengarnya secara langsung… (HR al-Bukhari dan Muslim).

Beliau pun bersabda:Ingatlah, tak ada keutamaan bangsa Arab atas bangsa non-Arab. Tak ada pula keunggulan bangsa non-Arab atas bangsa Arab. Tidak pula orang berkulit putih atas orang berkulit hitam. Tidak pula orang berkulit hitam atas orang berkulit putih. Kecuali karena ketakwaannya… (HR Ahmad).

Beliau juga bersabda:Wahai manusia, sesungguhnya segala hal yang berasal dari tradisi jahiliah telah dihapus di bawah dua telapak kakiku ini…Riba jahiliah pun telah dilenyapkan…
Wahai manusia, sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang menjadikan kalian tidak akan tersesat selama-lama jika kalian berpegang teguh pada keduanya. Itulah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya… (HR Ibnu Khuzaimah).

 Dari apa yang Baginda Nabi saw. sampaikan di atas, ada sejumlah hal yang beliau nasihatkan kepada kita. Di antaranya: Pertama, kita diingatkan oleh beliau untuk tidak merasa unggul atas bangsa dan umat lain. Tak selayaknya bangsa Arab merasa lebih unggul atas bangsa non-Arab. Tak sepatutnya bangsa non-Arab, termasuk kita di Nusantara ini, merasa lebih unggul atas bangsa Arab. Sebab keunggulan manusia atas manusia lain di sisi Allah SWT hanya karena ketakwaannya. Takwa tentu harus dibuktikan dengan ketaatan total atas seluruh perintah dan larangan-Nya, dengan menjalankan semua syariah-Nya.

Kedua, kita diperintahkan oleh beliau untuk menjaga darah, harta dan kehormatan sesama. Tak boleh saling menumpahkan darah. Haram saling merampas harta. Terlarang saling menodai kehormatan sesama.

Ketiga, kita diperintahkan oleh beliau agar meninggalkan semua tradisi jahiliah. Di antaranya riba dalam segala bentuknya. Sayang, hari ini riba bukan saja merajalela. Riba bahkan telah menjadi pilar ekonomi yang utama. Tidak aneh jika utang ribawi, dengan bunga sangat tinggi, sangat berpeluang membangkrutkan negeri ini.

Keempat, kita diharuskan oleh beliau untuk senantiasa memelihara tali persaudaraan. Sayang, hari ini tali persaudaraan seolah hilang. Antar kelompok umat Islam bisa saling berhadap-hadapan. Asal berbeda mazhab, bisa saling bertindak tak beradab. Asal beda paham, bisa saling melemparkan tudingan. Asal beda organisasi, bisa saling mem-bully. Asal beda kepentingan, bisa saling menggunting dalam lipatan. Tak ada lagi ruh berjamaah. Tak ada lagi rasa kebersamaan. Mereka seolah lupa, kaum Muslim itu bersaudara. Mereka harusnya saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

Kelima, kita pun diharuskan oleh beliau untuk selalu menyampaikan nasihat kepada orang lain. Sebab, kata Baginda Nabi saw., agama adalah nasihat. Di antara nasihat yang paling utama adalah yang ditujukan kepada penguasa agar tidak terus dalam kesesatan dan penyimpangan. Agar penguasa tidak terus melakukan kezaliman. Kezaliman terbesar penguasa tidak lain saat mereka tidak menerapkan al-Quran. Saat mereka tidak menerapkan syariah Islam. Itulah yang Allah SWT tegaskan:

Siapa saja yang tidak memerintah dengan apa yang Allah turunkan (al-Quran), mereka itulah kaum zalim (QS al-Maidah [5]: 45).

Keenam, kita diwajibkan oleh beliau untuk selalu berpegang teguh pada al-Quran dan as-Sunnah. Baginda Nabi saw. telah menjamin. Siapapun yang istiqamah berpegang teguh pada keduanya, tak akan pernah tersesat selama-lamanya. Sayang, apa yang dipesankan Baginda Nabi saw. 14 abad lalu, tak banyak diindahkan oleh kita hari ini. Al-Quran dan as-Sunnah tak lagi kita pedulikan, kecuali sebatas bacaan. Isinya kita abaikan. Hukum-hukumnya kita campakkan. Pantas, saat ini, bangsa ini seperti tersesat jalan. Pantas pula negeri ini dirundung aneka persoalan. Lalu sampai kapan al-Quran dan as-Sunnah akan terus kita abaikan?

 Karena itu pada momen penting ibadah haji dan kurban tahun ini, selayaknya kita bisa mengambil ibrah dari keteladanan Nabiyullah Ibrahim as.; dari besarnya cinta, ketaatan dan pengorbanannya kepada Allah SWT. Cinta, ketaatan dan pengorbanan Ibrahim kepada Allah SWT ini kemudian diteruskan secara sempurna. bahkan dengan kadar yang istimewa, oleh Baginda Rasulullah saw. Bukan hanya cinta dan taat. Bahkan beliau pun siap mengorbankan segalanya, termasuk nyawa sekalipun, demi tegaknya agama Allah SWT ini.

Ala kulli hal. Inilah sesungguhnya esensi ibadah haji dan kurban. Kita diajari tentang cinta, ketaatan dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Kita pun diajari tentang keharusan untuk berkorban. Mengorbankan apa saja yang ada pada diri kita. Semata-mata demi kemuliaan Islam dan kaum Muslim.

Karena itu dengan meneladani cinta, ketaatan dan pengorbanan Nabiyullah Ibrahim as. dan Baginda Rasulullah saw., mari kita songsong kembali masa depan cerah peradaban umat manusia di bawah naungan Islam. Tentu saat kita hidup dalam naungan sistem Islam yang paripurna, di bawah ridha Allah SWT.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Selasa, 18 Feb 2020 18:41

Salah Urus

Salah Urus

Selasa, 18 Feb 2020 18:40

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Universitas Muhammadiyah Surabaya Jadi Sponsor Persebaya Musim Ini

Selasa, 18 Feb 2020 17:00

Sekolah yang Tak Mendidik

Sekolah yang Tak Mendidik

Selasa, 18 Feb 2020 16:29

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Bayar SPP Pakai GoPay, Said Didu Ingatkan Nadiem Makarim Soal Korupsi

Selasa, 18 Feb 2020 16:11

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya Di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Selasa, 18 Feb 2020 15:00

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Kepala BPIP Ditantang Debat Terbuka Majelis Mujahidin

Selasa, 18 Feb 2020 14:57

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Liberalisasi Suburkan Bisnis Ngeri (Klinik Aborsi)

Selasa, 18 Feb 2020 12:34


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X