Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.410 views

Imamah Jauh Lebih Bahaya dari Khilafah

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Setelah pembubaran HTI Pemerintah terus mengangkat isu Khilafah. Menkopolhukam Wiranto intens menggaungkan "ancaman" sampai individu yang mengaitkan dengan hal Khilafah konon akan dibuat aturannya. Tentu bersanksi.

Sikap berlebihan Pemerintah ini sebenarnya melampau batas kewenangan dan proporsinya. HTI sendiri tidak menjadi organisasi terlarang. Khilafah disamping melekat dengan ajaran juga ada dalam kesejarahan umat Islam sejak zaman Khulafa'ur Rasyidin yakni masa Shahabat Rosulullah SAW.

Menghajar Khilafah dan menjeneralisasi dengan HTI adalah kesalahan fatal. Sentimen keagamaan umat Islam ditarik-tarik. Siapa pun termasuk umat Islam di Indonesia dapat saja untuk tidak setuju dengan organisasi HTI tapi tidak bisa menghapus Khilafah sebagai sejarah dari kejayaan peradaban Islam.

Qur'an pun menyebut manusia sebagai Khalifah di muka bumi. Kebencian dan ketakutan pada gerakan khilafah tidak boleh membuat hantu pada rakyat dan ujungnya menyinggung komponen keagamaan umat Islam. Wiranto berkali kali dinilai "off side".

Ide Khilafah nampak baru wacana dan tidak menjadi isu mainstream. Khilafah bersifat mondial tidak mungkin nasional. Harus ada pimpinan negara dalam skala dunia, dan itu tak ada. Akan tetapi ada gerakan yang jauh lebih berbahaya di Indonesia yakni gerakan Syi'ah dengan ideologi Imamah.

Syi'ah bukan sekte atau madzhab, ia adalah gerakan politik berbingkai agama. Intelektualitas dan spiritualitas hanya tahapan atau kamuflase untuk politik kekuasaan. Ideologi Imamah adalah misi perjuangan kaum Syi'ah. Negara Iran menjadi komando dan pimpinan gerakan Syi'ah di setiap Negara.

Dua bahaya utama Imamah. Pertama, ideologi kepemimpinan dimana pun harus berkonsep Imam keturunan Husein. Bila tak ada, maka Imam adalah "Wilayatul Faqih". Disinilah gerakan politik Syi'ah dimana pun harus berada di bawah komando Wilayatul Faqih yang keberadaanya di Negara Iran. Kedua, gerakan Syi'ah dalam visi perjuangannya harus berusaha menegakkan Imamah, artinya mengganti ideologi apapun untuk menjadi ideologi imamah.

Di Indonesia organisasi Syi'ah IJABI atau pun ABI jika jujur tidak mungkin bisa melepaskan diri dari perjuangan penegakkan ideologi Imamah ini. Hanya kepengecutan atau 'taqiyah' nyalah yang membuat Isu penggantian ideologi ini disembunyikan.

Imam Husein menjadi simbol penumpahan darah. Penyatuan kekuatan berada di bawah bendera "Ya Husein". Berjuang "menyakiti diri" untuk kuat menyakiti selain diri. Musuh disebut "nawashib" (pembangkang) atau Wahabi.

Syi'ah anti hal-hal Arab. Basisnya adalah Persia. Misi penegakkan ideologi Imamah dengan cara "Ekspor Revolusi". Mengekspor keberhasilan Revolusi Syi'ah Iran ke negara negara (Islam) lain. Indonesia pun menjadi target empuk.

Ideologi Imamah berbahaya. Bisa menggantikan Ideologi Pancasila. Dukungan Iran baik dana, sumberdaya manusia, maupun strategi sangat nyata. Di beberapa negara sudah dengan bantuan senjata dan pasukan. Semua Negara yang dibuka kran pengembangan Syi'ah mesti berkonflik dan hancur. Irak, Suriah, Yaman, Afghanistan, Lebanon dan lainnya.

Jika Indonesia membuka bebas pula pengembangan ajaran Syi'ah, sudah dapat dipastikan akan terjadi konflik dan peperangan yang berujung pada kehancuran. Syi'ah adalah sumber bencana. Malaysia dan Brunei Darussalam cukup waspada hingga melarang Syi'ah.

MUI dan Lembaga Da'wah serta Ormas Islam kerap mengingatkan bahaya Syi'ah bagi akidah dan Negara. Akan tetapi Pemerintah kurang peduli dan terlalu menganggap enteng persoalan yang bisa membawa penyesalan berkepanjangan ini. Akhirnya warga berjuang sendiri-sendiri untuk menangkal dan melindungi anak cucunya ke depan.

Saatnya aparat termasuk institusi intelijen untu lebih mendalami bahaya Syi'ah bagi NKRI, mengingatkan warga, serta memperkuat daya tangkal. Iran adalah negara pengacau di negara-negara mayoritas Muslim. Pemerintah harus melindungi rakyatnya dari bahaya laten ideologi Syi'ah. Dengan bingkai palsu keagamaan Syi'ah lebih bahaya dari Komunis.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X