Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.744 views

Obat Virus Corona Dinanti Publik

 

Oleh:

Sri Lestari, ST || Wirausaha dan Pemerhati Sosial

 

VIRUS corona yang tak kunjung usai kini masih menjadi buah bibir ditengah-tengah publik. Pasien terpapar virus corona hingga 4 Agustus sudah menembus 115.056 kasus. (Liputan 6.com). Melihat kasus yang semakin meningkat tentu menjadi kewajaran jika publik semakin dihantui dengan paparan virus corona. Pasalnya virus corona menjadi virus yang sadis karena dapat mematikan.

Semakin mengguritanya virus corona di negeri ini, tentu akan semakin memberikan dampak kepada masyarakat. Terutama dalam masalah perekonomian. Semenjak virus corona menyerang negeri banyak pabrik-pabrik yang tutup, hal ini berimbas kepada pengangguran besar-besaran. Begitu juga dalam dunia pendidikan. Pembelajaran daring yang kini diberlakukan juga menuai sejumlah problem. Seperti semakin bertambahnya tugas para ibu di rumah untuk membimbing anaknya dalam pembelajaran daring, menggembungnya pengeluaran keluarga karena ada penambahan untuk membeli kuota internet, kurang maksimalnya peserta didik dalam menerima materi pembelajaran, dan sebagainya.

Virus corona juga memberikan dampak dalam kehidupan sosial masyarakat. Seperti timbulnya rasa curiga terhadap orang-orang di seputaran kita, karena ada rasa was-was mereka tetap menjalankan protokol kesehatan apa tidak. Selain itu kita menghindari kebiasaan berjabat tangan yang telah kita ajarkan kepada anak-anak kita bentuk menghormati orang yang lebih tua. Namun situasi ini memaksa kita agar menjaga jarak dan menghindari berjabat tangan.

Menyaksikan realita di depan mata, tentu membuat para ilmuwan tergerak untuk memutar kepala agar serangan virus corona dapat di hentikan.  Sebagaimana yang dilakukan oleh Hadi Pranoto yang memperkenalkan dirinya sebagai profesor sekaligus Kepala Tim Riset Formula Antibodi Covid-19. Dalam video di channel YouTube Anji, Hadi Pranoto menemukan cairan antibodi Covid-19 yang bisa menyembuhkan ribuan pasien Covid-19. Cairan antibodi Covid-19 tersebut diklaim telah didistribusikan di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan. Selain itu, juga telah memberikan cairan antibodi Covid-19 tersebut kepada ribuan pasien di Wisma Atlet, dengan lama penyembuhan 2-3 hari.

Dibalik obat corona temuan Hadi yang lagi viral saat ini, telah menuai banyak kecaman. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito turut menanggapi beredarnya informasi soal klaim obat Covid-19 dari Hadi Pranoto. Wiku mengatakan, di Indonesia telah diatur tentang produk herbal berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

"Silakan cek produk yang diklaim oleh Hadi Pranoto apakah sudah terdaftar di BPOM atau Kementerian Kesehatan," kata Wiku saat dihubungi. (Kompas.com).

Jika ramuan herbal tersebut masih dalam tahap penelitian dan belum ada bukti ilmiah tentang keamanan dan efektivitasnya, Wiku mengatakan, tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat.

Ahli biologi molekuler independen, Ahmad Utomo, juga angkat bicara soal obat corona temuan Hadi. Ahmad menyebutkan bahwa salah satu masalah mendasar di Indonesia terkait obat atau pengobatan sebuah penyakit adalah klaim.

“Masalah di Indonesia dan masyarakat awam itu salah satunya terkait klaim. Obat itu highly regulated, makanya kita punya Badan POM supaya ada perlindungan kepada masyarakat yang mengonsumsinya,” tutur Ahmad. (Kompas.com).

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga mengecam obat temuan Hadi membahayakan. Slamet juga menyebut nama Hadi Pranoto tidak ada di database IDI. Beginilah fenomena di tengah pandemi yang tidak kunjung usai.

Semakin lambannya penanganan pemerintah terhadap virus corona membuat terkikisnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Hal demikian tampak, meskipun IDI dan satgas sudah mengecam obat temuan Hadi, sebagian masyarakat masih mau mengkonsumsi obat temuan Hadi. Selain itu, lambannya penanganan virus corona semakin terlihat dari terus berkembangnya pandangan meremehkan bahaya virus corona dan beragamnya klaim penemuan obat corona.

Padahal virus corona merupakan virus yang membahayakan. Ahli Patologi Klinis sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit UNS Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, melihat situasi saat ini di dunia dan Indonesia menunjukkan bahwa virus corona berbahaya. Tonang menjelaskan, saat ini banyak anak muda tanpa penyakit penyerta atau komorbid, tetapi bisa terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.

"Dulu yang dianggap berbahaya itu kan yang punya penyakit penyerta, ternyata orang sehat pun bisa kena dan meninggal, seperti dr Andhika kemarin," ujar Tonang. (Kompas.com).

Fenomena ini membuat publik sangat berharap pemerintah lebih gesit dalam menangani virus yang membahayakan dan segera menemukan obat corona yang disahkan oleh pemerintah. Sehingga banyaknya klaim penemuan obat corona tidak membuat bingung publik.

Dalam menangani permasalahan ini, pemerintah bisa melirik bagaimana pandangan Islam dalam menangani virus yang berbahaya. Islam bukanlah agama yang aturannya hanya seputar aturan ibadah mahda saja, tetapi Islam memiliki seperangkat aturan yang mengatur kehidupan.

Prinsip yang dipegang dalam kepemimpinan Islam, agar rakyat sepenuhnya percaya kepada Khalifah yakni mendudukkan bahwa Khalifah adalah pelindung dan pengurus urusan rakyat. Khalifah bertanggung jawab atas kebutuhan rakyat mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Tatkala rakyat dirundung masalah Khalifah lah sebagai garda terdepan dalam menangani masalah yang dihadapi rakyat. Sesuai sabda Rasulullah saw:

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu bagaikan perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung dengan dirinya (HR Muslim).

Maka dari sini, Islam mensyaratkan Khalifah adalah sosok yang memiliki pengetahuan yang mumpuni dan berkompeten dalam memimpin.

Ketika wabah menyerang suatu negeri, Khalifah bersegera menyelesaikan wabah yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Kebijakan yang diberlakukan memprioritaskan pengayoman terhadap urusan rakyat. Dalam keadaan apa pun keselamatan rakyat menjadi hal yang diprioritaskan.

Sebagaimana Khalifah Umar ketika wabah menyerang pada masa kepemimpinannya, Umar langsung memberlakukan lockdown dengan cepat. Segera mengisolasi daerah agar wabah tidak menyebar. Pada saat lockdown Khalifah mencukupi kebutuhan pokok masyarakat.

Khalifah juga memaksimalkan peran para ilmuwan untuk menemukan vaksin agar dapat menghentikan serangan wabah. Dalam Islam, ilmuwan mendapatkan dana penelitian yang besar dari baitulmal  dan didukung langsung oleh negara sehingga mereka bisa fokus dengan penelitian dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagaimana ketika wabah smallpox (cacar) melanda Khilafah Utsmani di abad ke 19 menimbulkan kesadaran di kalangan penguasa tentang pentingnya vaksinasi smallpox.  Maka Sultan memerintahkan di tahun 1846 penyediaan fasilitas kesehatan yang bertugas untuk melakukan vaksinasi terhadap seluruh anak-anak warga muslim dan nonmuslim dengan menyitir fatwa ulama tentang pencegahan penyakit.

Selain itu, Khalifah memberikan fasilitas dan tenaga medis dengan cepat dalam menangani pasien yang terserang wabah. Wabah yang menyerang tidak mungkin ditangani dengan fasilitas seadanya. Begitu juga dengan tenaga medis memerlukan tenaga yang memiliki keahlian khusus. Seperti pada masa Sultan Mahmud (511-525 H) yang mendirikan rumah sakit keliling. Rumah sakit keliling ini dilengkapi dengan alat-alat terapi kedokteran, dengan sejumlah dokter. Rumah sakit ini menelusuri pelosok-pelosok negara.

Dengan demikian, agar publik tetap percaya kepada pemerintah dan segera ditemukan vaksin corona, pemerintah bisa mengadopsi aturan Islam untuk menyelesaikan wabah yang melanda saat ini. Pasalnya solusi Islam telah terbukti keberhasilannya.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55

Dipaksa Teken Pakta Integritas, Mahasiswa di Persimpangan Jalan?

Dipaksa Teken Pakta Integritas, Mahasiswa di Persimpangan Jalan?

Jum'at, 25 Sep 2020 20:51

Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Jum'at, 25 Sep 2020 20:28

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Jum'at, 25 Sep 2020 18:25

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Jum'at, 25 Sep 2020 18:04

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

Jum'at, 25 Sep 2020 17:47

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Jum'at, 25 Sep 2020 14:30

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Jum'at, 25 Sep 2020 09:12


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X