Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
857 views

Pasal Karet UU ITE Direvisi, Kebebasan Beropini Menjadi Nyata atau Sekadar Ilusi?

 

Oleh:

Anita Irmawati || Muslimah Bogor

 

SEHARI sebelum Hari Pers Nasional, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk lebih aktif dalam memberi masukan dan kritik pada pemerintah. "Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya-upaya perbaikan. Catatan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan standar kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang," kata Jokowi saat memberi sambutan di Laporan Akhir Tahun Ombudsman RI, Senin, 8 Februari 2021, (Tempo.co, 14/02).

Namun, pada faktanya kebebasan mengkritik kebijakan belum bisa dirasakan. Bahkan, sekadar beropini di media sosial sangat rawan terjerat Undang-Undang ITE. Karena, dunia digital lebih berpengaruh saat ini. Tetapi, adanya UU ITE bak pasal karet yang mampu membungkam opini hingga berakhir dibui. Padahal, beropini sama seperti mengkritik kebijakan pemerintah, tujuannya mengkoreksi dan memperbaiki.

Senada dengan cuitan Twitter presiden ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono.  "Kritik itu laksana obat dan yang dikritik bisa "sakit". Namun kalau kritiknya benar dan bahasanya tidak kasar, bisa mencegah kesalahan," ujar SBY dalam cuitan Twitter, (13/02/21).

Bahkan, Mantan Wapres Jusuf Kalla mempertanyakan bagaimana mengkritik tanpa dipanggil polisi. "Tentu banyak yang ingin melihatnya, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Seperti yang disampaikan Pak Kwik (Kian Gie), dan sebagainya," ujarnya.

Mengkritik saat ini bukan hanya dengan menulis surat atau berdemonstrasi di depan gedung pemerintahan. Tetapi, di era digital ini, mengkritik bisa dalam surat terbuka melalui postingan media sosial. Sayangnya, jangankan melalui surat secara pribadi lewat demontrasi pun sering kali kritik tak ditanggapi. Apalagi ditindaklanjuti dengan baik. Sama halnya nasib kritik melalu media sosial.

Kebebasan mengkritik di media sosial seperti terbungkam dengan adanya Undang Nomor 19 Tahun 2016 Jo UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena, dalam undang-undang tersebut terdapat pasal kontroversi dengan sanksi yang tak tanggung diberikan.

Seperti pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta. Dan pasal 28 ayat (3) UU ITE tentang ujaran kebencian dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Berdasarkan perincian data dari Safe.net, dari 324 kasus pidana di UU ITE, sebanyak 209 orang dijerat dengan pasal 27 ayat (3) tentang pencemaran nama baik dan sebanyak 76 kasus dijerat dengan Pasal 28 ayat (3) UU ITE tentang ujaran kebencian, (kontan.co.id, 15/02).

Ancaman pencemaran nama baik, hoaks, dan ujaran kebencian menjadi momok dalam beropini. Lagi-lagi undang-undang tersebut menjadi rujukan terhadap kasus-kasus dalam aktivitas sosial media. Multitafsir tak bisa dihindarkan, bahkan bisa jadi memutarbalikkan fakta. Dimana pelaku bisa jadi korban, korban bisa jadi pelaku, dan saksi bisa jadi tersangka.

Jeratan undang-undang ini mengharuskan masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedia sosial. Bahkan, mengindari kata-kata yang bisa melanggar standar komunitas. Tentu, jika mempostingnya bisa terjerat. Karena persekusi terhadap ulama, kritikus, aktivis, hingga masyarakat bisa berakhir bui akibat undang-undang ini. Kebebasan hanya menjadi ilusi. Apalagi melayangkan kritik bisa berakhir dijemput polisi.

Peluang merevisi UU ITE menjadi angin segar dalam kebebasan beropini. Perintah Presiden Jokowi agar Kapolri lebih selektif dalam menyikapi laporan yang merujuk pada UU ITE ini. Pasalnya banyak masyarakat saling lapor dengan rujukan hukum yang sama karena pasal tersebut bisa multitafsir. Sehingga, keputusan hakim akan berbeda-beda.

Dari sini jelas, adanya aturan kebebasan bisa menjadi kebablasan. Atau bisa jadi hanya seperti nama tanpa makna. Karena mengkritik adalah tugas masyarakat untuk memperbaiki pengurusan negara. Seharusnya, pemerintah tak perlu merasa sakit hati atau menghukumi dengan dalih hoaks, pencermatan nama baik, hingga ujaran kebencian. Karena kritik itu akan 'pedas' dan tidak enak.

Maka dari itu, keadilan dan kebebasan bersumber pada hukum yang digunakan. Saat kita menyaingi aturan Tuhan, dengan dalih aturan manusia lebih baik pengaturannya. Terbukti, aturan manusia tak bisa mengatur kehidupan. Bahkan, bisa jadi bumerang, mulai dari multitafsir hingga berat sebelah dalam penegakan keadilan. Kritik adalah cara terbaik untuk mengetahui sejauh mana kinerja pemerintah. Maka, gunakan bahasa yang santun dalam mengkritiknya. Juga, pemerintah tak perlu geram dan merasa terpojokan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Kamis, 22 Apr 2021 20:13

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Kamis, 22 Apr 2021 19:58

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Kamis, 22 Apr 2021 16:18

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Kamis, 22 Apr 2021 16:15

KSI Rasa Komunis

KSI Rasa Komunis

Kamis, 22 Apr 2021 14:52

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Kamis, 22 Apr 2021 14:40

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Kamis, 22 Apr 2021 14:30

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Kamis, 22 Apr 2021 12:11

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Kamis, 22 Apr 2021 11:48

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Kamis, 22 Apr 2021 11:17

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Kamis, 22 Apr 2021 10:18

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Kamis, 22 Apr 2021 09:18

Itikaf (Bagian Satu)

Itikaf (Bagian Satu)

Kamis, 22 Apr 2021 08:28

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Rabu, 21 Apr 2021 21:45

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Rabu, 21 Apr 2021 21:30

Beberapa Hal Terkait Witir

Beberapa Hal Terkait Witir

Rabu, 21 Apr 2021 21:26

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Rabu, 21 Apr 2021 21:15

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Rabu, 21 Apr 2021 21:00

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Rabu, 21 Apr 2021 20:48

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Rabu, 21 Apr 2021 17:38


MUI

Must Read!
X