Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.890 views

Andai PPKM Diperpanjang, Ada Adu Penaltikah?

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Penyebaran virus covid yang menyebar ke seluruh dunia atau negara, jika boleh diibaratkan bak Virus Club Covid (Vc Covid) yang mengajak bertanding di lapangan pada setiap negara. Setiap Kepala Negara tampil sebagai pelatihnya dalam melawan penyebaran Vc Covid.

Pelatih yang jenius dan cerdas pasti akan menurunkan para pemainnya yang profesional untuk menghadapi Vc Covid yang bermainnya cenderung menyerang. Maka dapat dilihat hasilnya, bagi negara-negara yang pelatihnya menurunkan para pemainnya yang cukup profesional dan handal, Vc Covidnya terlihat sudah mulai melemah.

Di negeri ini, setelah tidak kurang dari 16 bulan lamanya bertanding menghadapi Vc Covid dimana pelatih telah menerapkan sejumlah strategi. Dari mulai strategi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), New Normal, dan kini dihadapi dengan strategi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang hingga kini malah Vc Covid terasa lebih merajalela serangannya.

Menyikapi serangan Vc Covid yang semakin hari bukannya melandai, malah cenderung serangannya tambah masif ini, layaklah kemudian timbul sejumlah pertanyaan dari penonton.

Akankah masa PPKM diperpanjang, jika diperpanjang yang pada akhirnya hasilnya sama, akan ada adu penaltikah bak pertandingan sepak bola?

Pertanyaan lain yang patut juga diajukan adalah, adakah kesalahan sang pelatih yang telah salah memilih pemain dalam menghadapi Vc Covid? Misalnya, menunjuk Menteri Maritim dan Investasi menjadi kapten di lapangan menghadapi Vc Covid, kok bukan Menteri Kesehatan yang menjadi kapten lapangannya?

Atau lebih mendasar lagi pertanyaan berikutnya, patut diduga apakah pelatihnya juga tidak punya kapasitas sebagai pelatih dalam menghadapi Vc Covid sehingga memilih kapten dan pemainnya pun tidak tepat?

Jelang berakhirnya masa PPKM yang tinggal menghitung hari hingga tanggal 20 Juli 2021 nanti, tentu kita berharap semoga kondisinya semakin kondusif sehingga PPKM tak perlu diperpanjang lagi. Namun, andai saja terjadi kondisi sebaliknya, tentu tidak semudah mengambil kebijakan perpanjangan sebelum ada evaluasi yang lebih menyeluruh.

Evaluasi ini sangat perlu dilakukan, karena sangat mungkin pelatih akan mengganti sejumlah pemainnya dalam menghadapi Vc Covid yang semakin masif serangannya.

Atau sangat mungkin pelatih yang sudah merasa sangat letih dalam menghadapi serangan Vc Covid, lalu pelatih dengan kelegowoannya mempersilakan pelatih lain yang siap tampil sebagai pelatih utama dalam menghadapi Vc Covid?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X