Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.291 views

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Oleh: Yons Achmad
(Pengamat Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com)

Komunikasi publik, dalam hal ini kasus cuitan Mahfud MD di Twitter menampakkan bagaimana empati itu tidak hadir dikalangan pejabat pemerintah. Belum lepas dari ingatan,  di media sosial riuh beragam komentar atas cuitan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan  (Menkopolkam). Cuitan itu dinilai tak pas diucapkan oleh pejabat pemerintah, tidak peka, tidak bisa memahami bagaimana kondisi masyarakat yang masih harus berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Singkatnya, empati benar-benar tak hadir.  Setidaknya, ada dua cuitan yang kontroversial.

Cuitan pertama, "PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter." Cuitan kedua. “Mengharukan. Ada seorang kaya raya di Jatim meninggal ketika sedang menunggu antrian penanganan. Ada juga Profesor kedokteran senior menyerahkan kesempatan kepada yuniornya untuk menggunakan satu-satunya oksigen yang tersisa ketika keduanya sama-sama terserang Covid. Sang profesor kemudian wafat.”

Sebelum melangkah jauh, empati sendiri, melihat asal katanya,  seperti dikutip dalam buku “Sirnanya Komunikasi Empatik” karya Idi Subandi Ibrahim, semula berasal dari kata Einfuhlung. Kemudian secara harafiah diartikan sebagai merasa terlibat (feeling into). Dalam perspektif studi komunikasi kontemporer, pentingnya empati atau merasa terlibat ini seringkali dihubungkan dengan pembahasan mengenai persepsi dan kemampuan untuk mendengarkan.

Dalam kasus ini, Mahfud MD, sebagai pejabat pemerintah,  apa boleh buat, gagal mendengarkan suara-suara kesedihan, nasib yang sedang dialami masyarakat menghadapi pandemi covid-19 ditambah dengan beragam kebijakan pemerintah yang menambah beban rakyat kecil. Cuitan itu, jika diucapkan (ditulis) oleh masyarakat (netizen)  tentu tak masalah. Tapi, ketika muncul dari pejabat pemerintah yang seharusnya punya tanggungjawab, salah satunya menyediakan oksigen yang cukup dan itu ternyata abai, maka di situlah letak kurang pasnya cuitan tersebut.

Sekali cuitan muncul, tak bisa ditarik lagi dengan alasan apapun. Dalam komunikasi,  pesan bersifat irreversible, dalam artinya sekali orang “kelepasan ngomong”, sekali orang mencuit, menulis status atau komentar, tak bisa ditarik kembali seperti semula. Sementara, kalau dilihat dari perspektif etika komunikasi publik, cuitan tersebut juga problematis.

Mahfud MD, saya kira juga melanggar prinsip-prinsip etika komunikasi yang umum dan seharusnya dipahami betul oleh pejabat publik. Pertama, Non-maleficence (to do not harm) adalah  prinsip dasar perilaku moral di mana dalam penyampaian informasi dan tindakan yang dilakukan pejabat publik tidak boleh menyakiti orang lain walaupun tanpa disadari melakukannya secara tidak sengaja. Sebagai pejabat publik, komunikasi yang disampaikan Mahfud MD jelas menyakiti hati banyak orang. Tak selayaknya pernyataan-pernyataan kontroversial itu muncul.

Kedua, veracity (to tell the truth) sebuah prinsip menyatakan bahwa seorang pejabat publik mampu menyampaikan kebenaran terhadap suatu informasi sebagai tahapan awal dalam berperilaku etis. Dalam kasus kelangkaan oksigen di berbagai tempat, dikaitkan dengan cuitas Mahfud MD, jelas sebuah fakta tak terbantahkan, alih-alih sekadar merasa “Terharu”, menjadi penting menjelaskan kenapa kelangkaan oksigen itu sampai terjadi? Ini yang seharusnya dijelaskan, bukan malah sibuk bahas sinetron “Ikatan Cinta.”

Ketiga, fairness (to be fair and socially responsible) yang menekan pada keadilan dan tanggung jawab sosial. Sebagai pejabat publik, jelas penekanan pada keadilan dan tanggungjawab menjadi beban besar. Gagal bertanggungjawab, misalnya kemudian “Cuci tangan” dengan bilang pandemi Covid-19 adalah “Masalah Kita Bersama” yang artinya tak ada yang punya tanggungjawab, tak mau disalahkan, menjadi pemandangan buruk pejabat pemerintah. Cuitan Mahfud, MD itu jelas sangat jauh dari harapan demikian. Bukan soal tanggungjawab apa yang sudah dikerjakan, sedang dan akan dikerjakan menangani pandemi Covid-19. Tapi, malah posting soal remeh-temeh yang tidak pada tempatnya sekaligus kurang punya empati.

Hal ini, saya kira bukan berhenti pada kasus cuitan Mahfud MD. Tapi, komunikasi empati di tengah pandemi Covid-19 perlu menjadi perhatian pejabat publik. Sebagai bentuk keteladanan pengamalan, yang dengannya  bisa kembali memunculkan kepercayaan publik, bukan sebaliknya. Pejabat pemerintah perlu kembali  lebih peka dan banyak mendengar suara rakyat kecil (publik).

Terakhir, petuah Jalalludin Rumi ini perlu dihayati dan diamalkan “Karena untuk berbicara, orang harus lebih dulu mendengarkan, belajarlah bicara dengan mendengarkan.” [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Jum'at, 30 Sep 2022 22:20

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Kamis, 29 Sep 2022 15:18

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Kamis, 29 Sep 2022 15:00

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Kamis, 29 Sep 2022 09:21

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

Kamis, 29 Sep 2022 09:10

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Rabu, 28 Sep 2022 21:50

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Rabu, 28 Sep 2022 21:25

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Rabu, 28 Sep 2022 20:49

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Rabu, 28 Sep 2022 20:17

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Rabu, 28 Sep 2022 17:47


MUI

Must Read!
X