Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.458 views

Sektor Kesehatan, Industri Menggiurkan Bagi Pejabat?

 

Oleh: Siti Saodah, S. Kom

Rendahnya harga eceran tertinggi (HET) PCR membuat pengusaha alat kesehatan memutar otak. Pasalnya penetapan HET PCR yang dilakukan pemerintah ternyata tanpa melibatkan para pengusaha alat kesehatan. Alhasil penyedia jasa kesehatan seperti klinik dan rumah sakit harus mengurangi tenaga kesehatan yang bertugas melakukan swab. Namun di sisi lain tenaga kesehatan yang berada di Lab jumlahnya tetap. 

Menurut Randy H Teguh selaku Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium (Gakeslab) Indonesia bahwa jika Rumah Sakit, Klinik dan Lab tidak melakukan pelayanan kesehatan ia akan ditutup namun jika terus dilakukan mereka akan buntung alias merugi dikutip dari Antara, Sabtu (13/11). Ia juga meminta kepada pemerintah agar diikutsertakan dalam menentukan harga tes PCR demi keberlangsungan pelayanan kesehatan masa Pandemi Covid. Randy mengatakan, harapannya ia dapat memberikan bantuan kepada pemerintah dalam menangani Covid-19, sehingga bersama – sama dapat membantu masyarakat.

Lagi dan lagi sektor kesehatan menjadi lahan bisnis empuk bagi para pengusaha. Pandemi rupanya dimanfaatkan oleh sebagian pengusaha alat kesehatan untuk meraup untung berlimpah. Bagaimana tidak untung, harga awal-awal tes PCR mencapai jutaan. Kemudian semakin lama pandemi perlahan mengalami penurunan dan turun pula harga tes PCR.

Pemerintah pun turun tangan menetapkan HET tes PCR sebesar 275 ribu. Bukan tanpa sebab pemerintah turun tangan. Hal ini dikarenakan harga tes PCR setiap pelayanan kesehatan yang berbeda-beda kemudian masyarakat protes. Bagaimana bisa tes PCR di luar negeri dibandrol lebih murah daripada negeri ini?

Sektor kesehatan menjadi lahan bisnis yang menggiurkan saat pandemi. Hal ini dimanfaatkan oleh para kapital industri kesehatan untuk meraup untung maksimal. Awal-awal pandemi saja harga masker merangkak naik, disusul hand sanitazer, kemudian bahan-bahan pembersih rumah tangga yang langka di pasaran. Jelas saja ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha. Rupanya bisnis tes PCR bukan hanya dijalankan oleh para kapital biasa namun para pejabat negeri ini juga berbisnis alat PCR.

Fakta-fakta yang terungkap ke publik bahwa para pejabat negeri berbisnis alat PCR sungguh ironi. Situasi pandemi yang seharusnya digunakan para pemimpin negeri untuk berlomba menyelamatkan nyawa masyarakat, nyatanya digunakan sebagai lahan bisnis baru. Nyawa masyarakat dianggap sebagai ladang bisnis demi mendapat keuntungan pribadi. Hal ini jelas membawa mudarat besar bagi masyarakat juga pemerintah selaku penanggungjawab urusan umat.

Demi meraup keuntungan pribadi atau kelompok, itulah wajah buruk dari sistem kapitalis. Sistem kapitalis telah berhasil mengeksploitasi industri kesehatan hingga membuat berkurangnya beban pemerintah mengurusi umat. Sektor kesehatan yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Bukan malah diberikan kepada kapital untuk mengelolahnya, walhasil layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat jadi mahal ataupun susah.

Lepas tangannya pemerintah dalam mengurusi urusan umat dalam bidang kesehatan menghasilkan banyak nyawa mati sia-sia karena tak mendapatkan pelayanan. Apalagi situasi pandemi sekarang banyak nyawa masyarakat yang mati karena wabah. Ditambah beban yang terus diterima masyarakat semakin berat, seperti kewajiban tes covid untuk melakukan perjalanan. Oleh karena itu pemerintah telah abai dengan tak memberikan pelayanan kesehatan saat pandemi dengan mudah.

Sedangkan dalam Islam, pelayanan kesehatan adalah kewajiban negara  untuk mengurusinya. Hal ini sesuai dalam hadist :

الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Pemimpin Negara adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari)

Salah satu kewajiban seorang kepala negara adalah mampu memberikan pelayanan kesehatan secara gratis (tanpa pungutan). Dalilnya adalah kebijakan Rasulullah yang pernah mengirim dokter untuk mengobati rakyatnya yakni Ubay bin Kaab dan diberikan pelayanan secara gratis. Dalam riwayat lain juga disebutkan ketika datang rombongan dari Kabilah Urainah yang masuk islam. Lalu mereka jatuh sakit saat berada di Madinah. Rasulullah sebagai kepala negara meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola baitul Mal dekat Quba. Mereka diperbolehkan meminum air susunya secara gratis sampai sembuh. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kebijakan ini kemudian dilanjutkan oleh khulafur rasyidin dan khalifah-khalifah sesudahnya untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Bahkan Rumah Sakit pertama dibangun atas permintaan Al Walid (705-715 M) pada masa bani Umayyah. Rumah sakit yang dibangun difasilitasi dengan pelayanan yang bermutu, dokter yang berkualitas dan perpustakaan demi untuk melayani umat.

Jaminan kesehatan yang diberikan secara lengkap dan gratis hanya ada dalam negara Islam. Berbeda jauh dengan kapitalis yang membisniskan pelayanan kesehatan hanya untuk mengeruk keuntungan. Ditambah dukungan dari para pejabat negara yang memudahkan bisnis ala kapital semakin menggurita.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan Islam, yang selalu mengedepankan nyawa manusia demi kemaslahatan bersama. Pemberian layanan secara gratis juga disokong oleh kepala negara yang menjadikan syariah sebagai pedoman dalam bernegara. Bisnis-bisnis layanan kesehatan ala kapital, akan dilarang jika pemberlakuan sistem Islam dilaksanakan secara menyeluruh dalam kehidupan. Waalahualam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Selasa, 18 Jan 2022 21:20

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Selasa, 18 Jan 2022 20:44

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

Selasa, 18 Jan 2022 14:50

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Selasa, 18 Jan 2022 12:45

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Selasa, 18 Jan 2022 12:19

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Selasa, 18 Jan 2022 10:20

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Selasa, 18 Jan 2022 10:14

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Senin, 17 Jan 2022 23:00

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Senin, 17 Jan 2022 22:45

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Senin, 17 Jan 2022 22:31

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Senin, 17 Jan 2022 22:15

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Senin, 17 Jan 2022 14:47

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Senin, 17 Jan 2022 14:31

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Senin, 17 Jan 2022 13:57

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Senin, 17 Jan 2022 11:38

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Senin, 17 Jan 2022 10:34

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Jan 2022 10:19

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Senin, 17 Jan 2022 07:01

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Ahad, 16 Jan 2022 20:51

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Ahad, 16 Jan 2022 16:05


MUI

Must Read!
X