Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.643 views

Mengenali Jenis Hipertensi Ketika Tubuh Perempuan Berubah

JAKARTA (voa-islam.com) - Perubahan pada tubuh perempuan bisa memicu munculnya hipertensi. Ibu hamil yang tekanan darahnya sebelum hamil selalu normal, bahkan ketika hamil pun normal, sangat mungkin mengalami tekanan darah tinggi ketika akan melahirkan.

Tidak sampai di situ, setelah melahirkan pun tekanan darahnya sulit kembali ke angka normal lagi.

Anggota Pokja Panduan Konsensus Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Siska Suridanda Dany, menjelaskan jenis hipertensi yang terjadi pada ibu hamil. Ia menyebut ada dua jenis hipertensi di mana keduanya berisiko menimbulkan komplikasi.

“Pertama ibu yang sudah ada hipertensi kronik lalu hamil atau disebut hipertensi kronik. Kedua ibu yang mengalami hipertensi karena kehamilan atau disebut hipertensi gestasional,” ucap dr Siska dalam webinar bertajuk ‘Apakah Tata Laksana Hipertensi di Masa Covid-19 Ada Perbedaan?’, dikutip Senin (28/02).

Hipertensi gestasional yang dipicu karena kehamilan, biasanya baru muncul setelah usia kehamilan 20 pekan. Ini dikarenakan volume darah yang meningkat dan akses hormonal yang berubah. Maka jika terjadi setelah usia kehamilan 20 pekan, biasanya akan menurun setelah ibunya melahirkan.

Lalu hipertensi yang terjadi pada perempuan usia dewasa muda, yang terjadi karena mengonsumsi obat kontrasepsional. Hal ini, memiliki risiko meningkatkan tekanan darah. Jika perempuan yang sudah ada hipertensi lalu mengonsumsi obat kontrasepsional, ini akan memicu peningkatan tekanan darah.

Risikonya bukan karena hanya obatnya, tapi juga dilihat apakah ada kebiasaan merokok, obesitas, meningkatnya usia, durasi, dan dosis obat kontrasepsi yang digunakan. Jika ingin menggunakan obat kontrasepsi hormonal, sebaiknya aware, bahwa peningkatan tekanan darah adalah salah satu hal yg bisa terjadi komplikasi akibat obat ini.

“Dan tekanan darah harus diperiksa sebelum dan sesudah mengonsumsi pil kontrasepsi setiap tiga bulan. Bila terjadi peningkatan tekanan darah, maka bisa diganti obatnya. Harus dikonsultasikan dengan dokter. Umumnya peningkatan tekanan darah seperti ini akan kembali normal setelah pil kontrasepsi dihentikan,” kata dr Siska lagi.

Siklus kehidupan perempuan selanjutnya adalah menopause, tekanan darah perempuan umumnya meningkat pada saat menopause. Estrogen merupakan penyebab utama terjadinya hal ini. Estrogen punya efek melemaskan atau merelaksasi pembuluh darah, hingga tekanan darah lebih naik karena pembuluh darah jadi lebih lentur.

Tapi bukan itu saja penyebab utamanya, ada faktor perubahan lainnya pascamenopause, seperti perubahan sistem renin-angiotensin, lalu perubahan kerja jantung dan kerja ginjal yang terjadi saat menopause. Meningkatnya obesitas saat menopause juga menjadi penyebab tekanan darah yang tinggi.

“Meningkatnya kejadian sindrom metabolik, pascamenopause juga menyebabkan peradangan kronis dan peningkatan sensitivitas terhadap syaraf,” papar dr Siska.

Apakah ada perbedaan pengobatan hipertensi antara laki-laki dan perempuan? Dr Siska mengatakan bahwa semua terapi hipertensi memberi manfaat yang sama, asalkan target tekanan darahnya tercapai. Dimulai dari obat, jika dilihat dari jenis obat dan dosis obat, itu tidak ada perbedaan. Kecuali ada kondisi khusus seperti kehamilan, karena pada kehamilan ada obat-obat yang wajib dihindari.

Untuk mencegah hipertensi, para perempuan harus mengetahui berapa langkah kaki yang diambil dalam sehari. Karena aktivitas fisik merupakan suatu aspek pencegahan yang sangat baik untuk penyakit tidak menular. Bagi individu yang rutin berolahraga, maka risiko terkena hipertensi itu sangat kecil. [syahid/voa-islam.com]

sumber: www.republika.co.id

 

 

Anggota Pokja Panduan Konsensus Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Siska Suridanda Dany, menjelaskan jenis hipertensi yang terjadi pada ibu hamil. Ia menyebut ada dua jenis hipertensi di mana keduanya berisiko menimbulkan komplikasi.
Anggota Pokja Panduan Konsensus Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Siska Suridanda Dany, menjelaskan jenis hipertensi yang terjadi pada ibu hamil. Ia menyebut ada dua jenis hipertensi di mana keduanya berisiko menimbulkan komplikasi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55


MUI

Must Read!
X