Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.708 views

Kalimat Tauhid: Simbol untuk Mati, Lawan Branding Menyesatkan

JAKARTA (voa-islam.com)- Manusia adalah makhluk simbol. Kita berkomunikasi dengan simbol, berekspresi dengan simbol. Sebab simbol adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan hidup manusia.

Dulu pas masih nggak beragama, pas SD saya sering gambar simbol’ S’ di dalam kotak segilima model berlian, Superman. Atau gambar kelelawar simbol Batman, atau laba-laba simbol Spiderman. 

Agak gede, saya senang basket, pakai simbol Orlando Magic dan Chicago Bulls kemana-mana, kalau punya baju pengennya angka 23, Michael Jordan, atau 1 Anfernee Hardaway.

Pas SMA, seneng bola, baju saya ganti nomor 9 garis hitam-biru nerazzuri Intermilan, Ronaldo. Atau nomor 10 warna merah Manchester United, Beckham. 

Kita semua berekspresi lewat simbol Itu semua sebelum Muslim. Saat sudah Muslim, simbol apa yang lebih keren dari kalimat tauhid? Laa ilaaha illa Allah Muhammadur Rasulullah? Tentu ini yang paling keren. Kenapa? Sebab inilah kalimat yang bakal saya share ke orang lain, andaikan saya ditanya, "Ada pesan terakhir sebelum mati?" Yakin banget, sebab kalimat itu gue banget! Gituloh.

Apalagi kita tahu lewat hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah punya bendera hitam dan putih, yang bertuliskan kalimat tauhid diatasnya. Bangga kan.

Nah, hanya mereka yang jadikan si Abu-abu sebagai rujukan yang bilang bahwa bendera putih dan hitam bertuliskan tauhid adalah bendera HTI, bendera teroris.

Harusnya bangga kan kalau anak-anak muda malah pride angkat bendera tauhid, kok bisa-bisanya ada yang sewot. Bahkan kata menteri agama ini urusan yang dianggap serius? Lucunya negeri berflower ini. 

Perbuatan kaum Nabi Luth nggak dianggap ancaman, seks bebas dan pendangkalan akidah jalan terus. Tapi yang disalahkan malah bendera tauhid Kalau nggak bendera ini yang dibanggain, mau bangga sama apalagi? Kalau nggak Islam yang ditanam ke anak-anak muda, lalu mau apalagi? Jahil jangan diboronglah.

Apalagi, bagaimana kalau ternyata semua ini adalah bagian daripada kampanye? Bertopeng judul "De-Radikalisasi" padahal sebenarnya adalah "De-Islamisasi?" Bagaimana? 

Lihat saja, penelitian, berita, pernyataan tokoh yang dinaikkan media dan penguasa saat ini. Selalu memosisikan bahwa radikal itu dekat dengan ulama, dekat dengan Islam. Mau menerapkan syariat, intoleran. 

Bicara Khilafah, radikal. Tapi curang dianggap biasa, kader partai berzina beramai-ramai malah masuk berita, eljibiti diberi ruang.

Perhatikan, saat ini bicara Khilafah itu lebih terlarang dari bicara legalisasi miras. Bendera tauhid Rasulullah sudah sama nilainya dengan bendera palu arit, miris. Semua adalah branding, yang pelakunya entah sadar entah tidak. Tapi semua yang berhubungan dengan Islam sepertinya harus dihapus, bernafsu sekali.

Lihat gegasnya penguasa saat ada bendera tauhid dikibarkan siswa MAN, dan taruna akmil. Bandingkan penyikapannya dengan kasus eljibiti, zina, dan lainnya di sekolah 2016 saja, terdata 300.198 terindikasi gay di Jawa Barat, 218.227 di Jawa Tengah. 

Survei KPAI pada 2014 menunjukkan 62,7 persen remaja melakukan seks di luar nikah. Mana bahaya yang sesungguhnya?

Ini baru sektor pergaulan bebas. Bukankah harusnya bahaya di depan mata ini yang dipikirkan penguasa? Masa depan NKRI? Dan seharusnya mereka paham, bahwa data-data di atas adalah hasil "promosi" nilai-nilai non-Islami yang selama ini ada, via tontonan, pelajaran, dan kebijakan publik.

Bukankah harusnya penguasa merasa lebih aman ketika pemuda justru bangga mengangkat bendera tauhid? Bukankah harusnya bangga kalau siswa pada salih? 

Bukannya malah mensimbolisasi bendera tauhid, rohis, ormas Islam, ulama, dan istilah Islam menjadi radikal, teroris dan ekstrimis. Islam itu solusi, bukan malah ditakut-takuti.

Bagi kaum Muslim, apakah Anda terima bila saat ini simbol Islam malah di-branding radikal? Bila tidak, banggalah dengan simbol-simbol Islam, tak perlu takut menggunakannya. Tak mungkin orang mencintai itu hanya di hati, ia harus diungkapkan. Dan apa yang lebih baik ketimbang kalimat tauhid? Kalimat yang kita hidup dan mati di atasnya, dan kita berbangkit dengannya, insyaallah.

*Ustaz Felix Siauw

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Hingga Saat ini, Menag Nilai Pesantren Aman dari Penyebaran Covid-19

Rabu, 12 Aug 2020 20:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X