Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.033 views

LPBKI-MUI Selenggarakan Silatnas IV dengan Tema ‘Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah

JAKARTA (voa-islam.com) - Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) menyelenggarakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-IV dengan tema Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah di Hotel Redtop Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Ketua LPBKI-MUI, Endang Soetari, dalam sambutannya mengatakan bahwa di antara tugas LPBKI-MUI adalah pentashihah dan penerbitan buku dan konten keislaman, dan perwakawaf Al-Qur’an dan buku-buku, pengelolaan perpustakaan, sosialisasi, pelatihan, dan bimbingan. Selain itu, LPBKI juga melakukan tashih alat peraga pendidikan dan fesyen Islam.

“Silatnas ini menjadi forum diskusi antara LPBKI dan pemangku kepentingan. Kita menjalin MoU dengan kampus, pegiat Islamic fashion (IRD dan UIK). Islamic fashion menjadi bagian penting dalam pengembangan Islam Wasathiyah,” jelasnya.

Ketua MUI, Utang Ranuwijaya, berharap acara silatnas menjadi program tahunan LPBKI sehingga diskusi dengan para pemangku kepentingan bisa dilakukan secara intens. Dikatakannya, LPBKI dan para pemangku kepentingan perlu saling menjalin kerja untuk pengembangan literasi keislaman. Selain itu, LPBKI juga bisa bersinergi dengan pihak-pihak lainnya sehingga Silatnas bisa semakin menarik dan semarak.

“Silatnas perlu dikemas dengan lebih menarik dan lebih semarak lagi. Kita bisa bersinergi dengan hartawan dan pejabat dan menampilkan pameran-pameran,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa LPBKI punya program wakaf. Banyak masyarakat di pelosok yang membutuhkan Al-Qur’an. “Ibu dan bapak bisa mewakafkan Al-Qur’an melalui LBKI dan LPBKI akan menyalurkannya ke mereka yang membutuhkan,” lanjutnya.

Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud, menjelaskan, Allah menciptakan Muslim sebagai umat yang wasatha (tengah, adil, seimbang). Menurutnya, umat wasatha mencakup semua nilai kehidupan, termasuk politik kebangsaan. Ulama-ulama dulu sebelum kemerdekaan berdiskusi tentang bentuk negeri ini. Mereka sepakat, urusan negara dan kepemimpinan dilakukan dengan cara musyawaran dan rida.

“Ada satu pertanyaan yang harus dijawab, yaitu ‘Apakah saya berbangsa dan bernegara di NKRI yang menjadikan UUD 1945 dan Pancasila sudah sesuai dengan ajaran agama saya?’ Pertanyaan itu akan muncul terus di generasi kita dan selanjutnya,” tegasnya.

Disebutkannya, ada banyak konsep dan model berbangsa dan bernegara. Ada yang ekstrem kanan (sosialis) dan ada ekstrem kiri (kapitalis). Ulama dan pendiri bangsa zaman dulu memilih titik tengah. Mereka menyatukan nilai-nilai yang tetap dan yang berubah dengan al-tathawwur sehingga menjadi sebuah negara bangsa. Para ulama dan para pendiri bangsa sepakat negara Indonesia berdasarkan syura dan rida. Maka dibentuklah DPR, MPR, DPD, dan lainnya.

“Banyak negara Islam yang mengalami perang. Indonesia bisa menjadi contoh perdamaian. Banyak negara yang iri dengan Indonesia. Indonesia punya budaya kumpul-kumpul dan itu tidak dimiliki mereka. Mereka ingin belajar kepada Indonesia. Kita harus merawat negara dan bangsa ini. Apa yang kurang baik perlu diperbaiki dan yang sudah baik perlu ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Pada diskusi sesi pertama, Nur Rahmawati dari Subdit Kepustakaan Islam Kemenag menyebut bahwa Kemenag dan LPBKI sudah lumayan lama melakukan sinergitas. Menurutnya, produk atau konten literasi Islam semakin dinamis. Namun tidak semua penulis punya perspektif tentang keragaman Indonesia dan otoritas keilmuan.

“Kita perlu meningkatkan daya saring masyarakat agar tidak terjebak dengan konten atau buku yang menyesatkan,” ucapnya.

Sementara Wasekjen MUI, Arif Fahrudin, menguraikan lima langkah untuk membangun ekosistem tashih konten keislaman. Pertama, konsolidasi penulis konten keislaman kebangsaan. Media punya peran sangat penting untuk menyebarkan informasi atau kegiatan yang kita buat sehingga apa yang ingin disampaikan bisa diketahui oleh khalayak umum. Kedua, kedaulatan sistem informasi. Sekarang semua orang bisa memproduksi konten dan informasi.

“Kita berada dalam era tsunami informasi. Semua platform media sosial dimiliki oleh negara-negara Barat. Dunia Islam hanya menjadi ladang konsumen saja,” jelasnya.

Ketiga, penguatan sinergi jejaring intelektual pondok pesantren dan perguruan tinggi. Menurutnya, perlu ada pertemuan intelektual pesantren dan perguruan tinggi yang intensif sehingga mereka membuat konten dan kontennya bisa dipertanggungjawabkan. Keempat, penguatan literasi konten keislaman dan kebangsaan. Keislaman dan kebangsaan adalah dua hal yang saling melengkapi dan jangan dibentur-benturkan. Kelima, capacity building SDM pentashih konten keislaman.

“Kita perlu melakukan pelatihan-pelatihan—level dasar, menengah, dan lanjut- untuk meningkatkan kapasitas masyarakat,” katanya.

Pada diskusi sesi kedua, Direktur Aplikasi Alat Peraga Pendidikan Islam dan Dosen Unisma, Yayat Suharyat menceritakan awal mula ia membuat alat peraga pendidikan agama Islam. Ia menuturkan, pada saat itu ada alat peraga matematika, olahraga, dan pelajaran lainnya, sementara alat peraga pendidikan agama Islam belum ada. Ia semula ditawari pimpinan perusahaan untuk membuat alat peraga pendidikan Islam.

“Saya kemudian minta mahasiswa untuk mem-breakdown kurikulum SD. Kita kemudian membuat alat peraga PAI untuk SD, SMP berdasarkan kurikulum yang ada. Kita memilah keunikan yang ada dalam kurikulum tersebut,” jelasnya.

Disebutkannya, alat peraga yang dibuatkan tidak mengandung unsur penistaan agama kita sendiri atau agama orang lain dan tidak bias gender. Menurutnya, alat peraga mempermudah guru dan siswa, namun itu harus dengan standar syar’i.

“LPBKI MUI punya peran penting untuk mentashih alat peraga kita sehingga alat peraga kita tidak membuat gaduh, mengingat ada banyak mazhab dan aliran di Indonesia,” tegasnya.

Narasumber terakhir, Wesnina, Dosen Prodi Pendidikan Vokasional Desain Fesyen UNJ, menguraikan tiga fungsi busana. Pertama, aspek biologis. Yaitu melindungi tubuh dari cuaca, serangga, dan lainnya. Kedua, aspek psikologis. Yaitu meningkatkan rasa percaya diri, membuat nyaman. Ketiga, aspek sosial. Yaitu menutup aurat, identitas kelembagaan, memenuhi syarat kesusilaan.

“Busana Muslim adalah berbagai jenis busana yang dipakai oleh perempuan Muslimah sesuai dengan ketentuan syariah Islam untuk menutupi bagian-bagian yang tidak pantas diperlihatkan kepada publik. Kaidah busana Muslimah adalah pakaian perempuan yang tidak ketat atau longgar serta menutupi seluruh tubuh perempuan, kecuali muka dan telapak tangan,” pungkasnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Korban Jiwa Akibat Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah Meningkat Jadi 11.000 Orang Lebih

Korban Jiwa Akibat Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah Meningkat Jadi 11.000 Orang Lebih

Rabu, 08 Feb 2023 18:57

Baznas Segera Kirim Bantuan Medis Dan Logistik Ke Turki

Baznas Segera Kirim Bantuan Medis Dan Logistik Ke Turki

Rabu, 08 Feb 2023 14:35

Larangan Mbah Hasyim Asy'ari, Fatayat Menari & Campuraduk Non Mahram

Larangan Mbah Hasyim Asy'ari, Fatayat Menari & Campuraduk Non Mahram

Rabu, 08 Feb 2023 13:26

Keji! Pasukan Rezim Teroris Assad Bombardir Daerah Terdampak Gempa Tak Lama Setelah Bencana

Keji! Pasukan Rezim Teroris Assad Bombardir Daerah Terdampak Gempa Tak Lama Setelah Bencana

Rabu, 08 Feb 2023 13:15

Direktur CIA Bandingkan Meningkatnya Kekerasan Di Palestina Dengan Intifadah Kedua

Direktur CIA Bandingkan Meningkatnya Kekerasan Di Palestina Dengan Intifadah Kedua

Rabu, 08 Feb 2023 12:15

Charlie Hebdo Kembali Memicu Kemarahan Setelah Terbitkan Kartun Mengejek Gempa Turki

Charlie Hebdo Kembali Memicu Kemarahan Setelah Terbitkan Kartun Mengejek Gempa Turki

Rabu, 08 Feb 2023 11:15

Sedekah dengan Lisan, Bagaimana Caranya?

Sedekah dengan Lisan, Bagaimana Caranya?

Rabu, 08 Feb 2023 09:40

Qatar Akan Kirim 10.000 Rumah Mobil Untuk Korban Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Qatar Akan Kirim 10.000 Rumah Mobil Untuk Korban Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Rabu, 08 Feb 2023 00:05

Turki Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan Di Provinsi Yang Dilanda Gempa

Turki Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan Di Provinsi Yang Dilanda Gempa

Selasa, 07 Feb 2023 21:15

UBN Roadshow Dakwah Quran Di Sumbar, Gubernur Dan Wagub Turut Hadir

UBN Roadshow Dakwah Quran Di Sumbar, Gubernur Dan Wagub Turut Hadir

Selasa, 07 Feb 2023 21:00

20 Napi Islamic State Kabur Dari Penjara Setelah Gempa Dahsyat Di Suriah

20 Napi Islamic State Kabur Dari Penjara Setelah Gempa Dahsyat Di Suriah

Selasa, 07 Feb 2023 20:34

Persatuan Ulama Muslim Internasional Serukan Bantuan Mendesak Untuk Turki Dan Suriah

Persatuan Ulama Muslim Internasional Serukan Bantuan Mendesak Untuk Turki Dan Suriah

Selasa, 07 Feb 2023 20:00

3.432 Orang Tewas 21.103 Lainnya Terluka Akibat Gempa Kuat Yang Mengguncang Selatan Turki

3.432 Orang Tewas 21.103 Lainnya Terluka Akibat Gempa Kuat Yang Mengguncang Selatan Turki

Selasa, 07 Feb 2023 19:35

Utang Menggunung, Negara Kapitalis tak akan Mampu Membendung

Utang Menggunung, Negara Kapitalis tak akan Mampu Membendung

Selasa, 07 Feb 2023 15:36

Sekulerisme  Menggurita, Perempuan dan Anak-anak dalam Bahaya

Sekulerisme Menggurita, Perempuan dan Anak-anak dalam Bahaya

Selasa, 07 Feb 2023 14:52

Memanah Adalah Olah Raga Tertua Rekomendasi Nabi Muhammad

Memanah Adalah Olah Raga Tertua Rekomendasi Nabi Muhammad

Selasa, 07 Feb 2023 11:14

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Senin, 06 Feb 2023 17:35

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Senin, 06 Feb 2023 16:22

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Senin, 06 Feb 2023 13:17

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Senin, 06 Feb 2023 11:35


MUI

Must Read!
X