Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.877 views

Rekonsiliasi dan Konstalasi Politik Pasca MRT

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Prabowo dan Jokowi sudah bertemu (13/7/2019). MRT Lebak Bulus jadi saksi. Kenapa di MRT? Mungkin ingin memberi kesan "gaul" dan menyampaikan pesan ke publik bahwa mereka berdua siap menjalankan kereta bangsa ini.

Budi Gunawan (BG), ketua BIN yang kabarnya cukup dekat dan jadi orang kepercayaan Megawati ini adalah sosok yang disebut-sebut sukses mendesign acara rekonsiliasi di MRT itu. Rekonsiliasi itu semakin matang setelah ditindaklanjuti dalam pertemuan "Bawang Putih" di Teuku Umar, rumah tinggal Megawati (24/7/2019). Disebut Pertemuan "Bawang Putih", karena Megawati menyiapkan bawang putih yang dipilihnya sendiri untuk nasi goreng spesial buat mantan cawapresnya di pilpres 2009, yaitu Prabowo Subianto. Pertemuan ini menjadi perhatian karena dihadiri oleh Prabowo, kubu yang lima tahun terakhir ini jadi oposisi, dan Megawati, ketua umum partai yang mengusung pemenang pilpres 2014 dan 2019 yaitu Jokowi.

Selain didampingi putera-puterinya, Megawati juga ditemani Pramono Anung dan BG. Kok ada BG? BG bukan kader PDIP, dan bukan pula kader partai apapun. Meski bukan kader partai, BG punya peran penting buat Jokowi dan Megawati. Ada dugaan, BG akan menggantikan peran Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang sudah "pamitan" di atas pusaran kubur seniornya LB Moerdani, mantan Pangab era Soeharto.

Mungkinkah tampilnya BG ini bagian dari persiapan pilpres 2024? Maksudnya BG digadang-gadang jadi capres 2024 untuk melawan Anies Baswedan? Sepertinya design-nya memang untuk itu. Kalau benar, maka rekruitmen Prabowo ke dalam gerbong istana bisa diartikan sebagai upaya memotong jalur Anies ke Gerindra.

BG, selaku ketua BIN merasa berkepentingan untuk menjaga stabilitas nasional, agar bangsa ini tidak terbelah, kata Wawan Hari Purwanto, juru bicara BIN (24/7). Ada betulnya. Dan seharusnya memang begitu. Tapi, apakah harus tampil? Ikut duduk dan makan semeja dengan Prabowo-Megawati? Sutradara itu perannya di belakang layar. Tidak ada sutradara yang ikut casting, kecuali sang sutradara memang menjadi bagian dari aktor.

Pertemuan di MRT dan Teuku Umar membuat faksi Surya Paloh cs, yaitu Nasdem, PKB, PPP dan Golkar ketar-ketir. Mereka khawatir karena merasa terancam kekuatan posisioningnya di partai koalisi. Apalagi, empat partai ini memang tidak dilibatkan dalam rencana dua pertemuan itu.  Mereka kemudian bereaksi dengan membuat manuver. Empat ketum partai mengadakan pertemuan di Godangdia, kantor DPP Nasden (22/7). Persis dua hari sebelum rencana Prabowo ketemu Megawati.

Tak hanya sampai disitu, Surya Paloh pun bertemu Anies Baswedan, Gubernur DKI yang disebut-sebut sebagai calon presiden terkuat di 2024. Pertemuan ini semuka direncanakan sebelum Anies ke Amerika. Baru terealisasi tanggal 24 Juli 2019. Bertepatan dengan situasi politik yang sedang memanas.

Pertemuan Surya Paloh dengan tiga ketum partai itu bertepatan dengan rencana agenda pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar, rumah tinggal Megawati. Entah kebetulan, atau disengaja. Yang pasti, adanya dua pertemuan yang saling tak terkordinasikan itu memperjelas lahirnya dua faksi kepentingan dalam kubu Jokowi. Faksi Surya Paloh cs dan faksi Megawati. Faksi Surya Paloh cs mulai merapat ke Anies Baswedan. Dan faksi Megawati mulai membranding BG dengan menggandeng Gerindra. Mungkin analisis ini terlalu dini. Tapi, jika kedua faksi ini tak bisa kompromi, maka besar kemungkinan akan berlanjut hingga 2024.

Pertemuan dua mantan capres di MRT Lebak Bulus ternyata adalah awal tidak saja dimulainya rekonsiliasi, tapi juga perseteruan faksi-faksi, baik faksi di kubu Prabowo maupun kubu Jokowi. Di kedua kubu ini mengalami keretakan.

Pertemuan MRT membuat babak baru dalam konstalasi politik di Indonesia. Memilih rekonsiliasi, Prabowo berpotensi kehilangan partner koalisinya yaitu PKS yang selama lima tahun terakhir setia bersekutu dengannya. PKS lebih memilih oposisi. Kendati Aboe Bakar Al-Habsy, salah seorang senior PKS yang dikenal dekat dengan istana ini cenderung mendorong PKS untuk rekonsiliasi. Tapi, nampaknya ketua Dewan Syuro dan Presiden PKS mendapat dukungan kuat dari jajaran pengurus dan para kader untuk memilih oposisi.

Selain berpisah dengan sekutunya, Prabowo juga mulai ditinggalkan oleh para pendukungnya. Mereka kecewa, dan bahkan marah karena merasa dikhianati oleh Prabowo. Apalagi mengingat Gendis, anak kelas lima SD yang membongkar tabungannya untuk menyumbang biaya kampanye Prabowo.

Sebagai upaya untuk membangun lagi kepercayaan para pendukungnya, orang-orang di lingkaran Prabowo mencoba melakukan dua hal. Pertama, membuat opini bahwa apa yang dilakukan Prabowo itu demi untuk menyelamatkan para pendukungnya. Argumentasi yang lebih "melankolis' lagi: untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Lingkaran Prabowo secara masif mengekspos keberhasilan Prabowo mengeluarkan para tahanan aksi 21-22 Mei. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan tahanan.

Kedua, ada tim yang beroperasi untuk melobi para tokoh dan simpul-simpul dari para pendukung Prabowo. Para personil yang menjalankan operasi ini diantaranya adalah pensiunan jenderal. Merekalah yang datangi para tokoh dan ulama untuk bisa menerima keputusan rekonsiliasi. Memahamkan kepada para tokoh dan ulama itu tentang apa alasan dan untung ruginya Prabowo mau rekonsiliasi. Kecuali Amien Rais, sepertinya akan tetap menjadi tokoh oposisi yang sulit dinegosiasi. Habib Rizieq? Belum ada kabar! Mungkin sedang istikharah.

Sementara di kubu Jokowi, muncul dua faksi. Faksi PDIP dan faksi Surya Paloh cs, yaitu Nasdem, Golkar, PKB dan PPP. Hanura, PBB dan PSI? Kemungkinan akan tetap diakomodir kepentingan ketua umumnya, tapi bukan partainya. Itupun jika ada sisa-sisa jabatan yang masih bisa dibagi untuk Oesman Sapta Odang (Oso) dan Yusril Ihza Mahendra.

Akankan Prabowo mendapatkan jatah kursi kabinet sesuai dengan proposalnya yaitu 44 persen? Menghayal! Bahasa gaulnya: ngimpi kali ya? Kalau dua, tiga atau empat kursi, itu mungkin. Itupun masih harus menyaksikan ketegangan antara Jokowi-Mega dengan faksinya Surya Paloh cs.

Apakah Prabowo mau dengan dua, tiga atau empat kursi? Sepertinya gak ada pintu lagi bagi Prabowo untuk keluar dari rekonsiliasi. Disini narasi Prabowo tentang "Point of No Return" mendapatkan realisasinya. Tidak akan mundur dari rekonsiliasi. Apakah ini sekaligus menganulir narasi "timbul tenggelam bersama rakyat"? Sejarah nanti yang akan menjawab. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 27/7/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59


MUI

Must Read!
X