Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.210 views

PPKM Darurat dan Ironi Impor TKA China

 

Oleh: Siti Saodah, S. Kom

PPKM (Pemberlakuan Pembebasan Kegiatan Masyarakat) darurat saat ini sedang diberlakukan seluruh Jawa dan Bali tujuannya untuk menekan penyebaran covid-19 di masyarakat. Karyawan kantoran ada yang melakukan WFH 50 persen bahkan ada yang 100 persen melakukan WFH selama PPKM darurat diberlakukan. Masyarakat diminta untuk mengurangi rutinitas keluar rumah kecuali keperluan darurat atau yang berkaitan kebutuhan sehari-hari. Masyarakat yang melanggar aturan pemerintah akan diberikan denda atau sanksi pidana.

PPKM darurat diberlakukan hanya untuk warga negeri ini saja, faktanya beberapa TKA asing masuk ke Indonesia selama PPKM darurat.  Dilansir dari antaranews.com, menurut Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I, ia membenarkan kedatangan TKA Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanudin Makasar. Menurutnya TKA Tiongkok yang berjumlah 20 orang merupakan pekerja kontrak untuk membangun smelter. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu Andi Dermawan Bintang mengecek para TKA Tiongkok kemudian didapati bahwa mereka belum mengantongi izin untuk mempekerjakan mereka dari pemerintah pusat yaitu Kementerian terkait.

Masuknya TKA di masa PPKM darurat saat ini membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kebijakan pemerintah. Mereka para TKA jelas-jelas dapat membawa varian baru covid-19. Pemerintah seharusnya komitmen dengan kebijakan yang dibuat bukan malah mencederai hati rakyat. Belum juga tuntas kasus penanganan covid-19, varian baru covid pun masuk ke negeri ini. Ditengarai mayoritas varian baru ini dibawa oleh mobilitas orang dari luar negeri.

Pemerintah telah lalai dengan memberikan izin masuk TKA untuk bekerja dalam kondisi yang tidak menentu seperti saat ini. Kebijakan pemerintah yang dibuat memerintahkan para karyawan dan masyarakat untuk membatasi mobilitas namun memberikan peluang kepada TKA untuk melenggang.

Kasus lonjakan varian baru covid tak bisa dianggap enteng, pasalnya ini berkaitan dengan mobilitas orang ke luar negeri dan dalam negeri. Pembatasan akses masuk dan ke luar negeri harusnya mampu menekan angka covid dan memberikan rasa aman, namun sayang penguasa tak membuat keputusan pembatasan akses tersebut.

Ironi, pemerintah dengan kebijakan PPKM saat ini membuat publik kembali bertanya. Benarkah kebijakan yang dibuat murni dari pemerintah atau ada campur tangan asing? Faktanya TKA malah diberikan kebebasan masuk ke dalam negeri. Wajar saja jika rakyat curiga bahwa campur tangan asing begitu kental dalam politik kebijakan penguasa. Proyek infrastruktur yang digencarkan pemerintah pun merupakan investasi asing.

Pemerintah berdalih bahwa TKA tersebut merupakan bagian dari proyek investasi asing. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah tak dapat lepas dari pengaruh asing. Pemerintah jelas lebih mementingkan TKA ketimbang negaranya yang saat ini sedang berjuang mengatasi wabah.  

Lalu, bagaimana Islam menyikapi hal ini?

Syariah islam memiliki aturan dalam masalah investasi asing. Dalam bidang ekonomi, kepemilikan dibagi menjadi tiga yaitu kepemilikan umum, kepemilikan negara dan kepemilikan individu.

Kepemilikan umum yang meliputi padang, rumput, air dan api seperti pertambangan, minyak bumi, batubara, hutan dan lainnya, tidak boleh dimiliki oleh individu, negara bahkan asing. Negara wajib mengelola kepemilikan umum kemudian hasilnya digunakan untuk kepentingan umat secara adil. Kepemilikan umum tersebut tidak boleh sampai berpindah tangan ke pihak mana pun.

Jika ada pihak asing atau swasta yang ingin mengelola kepemilikan umum maka hal itu dilarang. Jika ada, maka dilihat dulu bagaimana status kewarganegaraannya. Semua hal tadi dapat terlaksana jika ada negara yang mampu menerapkan sistem ekonomi islam. Namun sayang sistem ekonomi islam tidak dapat diterapkan dalam negara kapitalis saat ini. Waalahualam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

Rabu, 22 Sep 2021 17:23

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Sep 2021 16:21

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45


MUI

Must Read!
X