Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.431 views

Upaya Antisipasi Corona Terganjal Devisa?

 
Oleh: Nurwati
 
Wabah Corona yang melanda kota Wuhan, China, telah menjadi kekhawatiran banyak negara. Pasalnya, penyebaran virus ini sangat masif dan sudah menjangkau 16 negara. Namun sejauh ini, pemerintah China lebih banyak bungkam terkait kondisi negaranya. Akses internet juga dibatasi, sehingga tidak banyak yang bisa diketahui oleh dunia terkait kondisi riil di sana. Hanya ada sedikit informasi dari netizen yang menggambarkan dahsyatnya wabah Corona. Info ini dibagikan netizen melalui kanal privat vpn dan sangat beresiko ditangkap oleh aparat. 
 
Penyebab mewabahnya virus corona hingga kini masih menjadi tanda tanya. Ada sejumlah berita yang mengaitkan wabah ini dengan kebiasaan masyarakat China yang gemar mengkonsumsi kuliner ekstrim semacam daging kelelawar. Info ini diperkuat dengan dugaan tempat munculnya virus pertama kali berasal dari pasar penjualan hewan liar di Wuhan. Ada pula, isu bahwa wabah corona terjadi akibat kebocoran laboratorium Wuhan dan dikaitkan dengan senjata perang biologis. Entah mana yang benar. Semua masih simpang siur.
 
Korban meninggal akibat virus Corona di China terus naik. Berdasarkan data pada peta pantauan penyebaran virus Corona, sejauh ini tercatat 107 orang meninggal dunia dan 4.474 orang terinfeksi (kompas.com, 28/1/2020).
 
Selain itu, 16 negara telah mengonfirmasi penemuan kasus yang disebabkan virus corona di wilayahnya. Ke-16 negara tersebut yakni China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Perancis, Australia, Kanada, Jerman, Taiwan, Sri Lanka, dan Kamboja. Di Indonesia, ada beberapa kasus suspect (dugaan) virus Corona. Dan sampai saat ini statusnya masih menunggu hasil uji laboratorium Litbangkes RI.
 
Melihat perkembangan wabah Corona yang makin ganas, ternyata tidak membuat pemerintah bertindak cepat untuk antisipasi penularan. Pemerintah juga tak membatasi wisatawan China ke Indonesia. Terbukti, pemerintah hanya penutup penerbangan langsung ke Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang juga merupakan kota pertama yang terjangkit virus corona. Bahkan, sebanyak 174 turis asal Kunming, China, yang akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat, disambut meriah secara langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno. (detik.com, 26/01/2020)
 
Pemerintah punya alasan tersendiri mengapa wisatawan China ini masih dibiarkan masuk Indonesia. Untuk mendulang devisa, tentunya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaruh kekhawatiran dengan dampak ekonomi dari adanya virus corona yang mematikan. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.
 
Dampak paling terasa dari adanya wabah corona adalah akan berimbas pada kondisi pariwisata Indonesia. Di mana, wisatawan mancanegara asal China akan turun drastis. Sementara, pemerintah sendiri menargetkan devisa dari turis asing dapat mencapai US$20 miliar per tahun atau sekitar Rp280 triliun. Dengan sekitar 13,14% wisatawannya berasal dari negeri China. Jumlah wisatawan  China ini berada di urutan terbesar kedua setelah Malaysia, diantara negara-negara yang mengunjungi Indonesia. 
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan China ke Indonesia setidaknya mencapai 1,91 juta pada Januari-November 2019. Sementara pada Januari-Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 2,13 juta. Sedangkan rata-rata pengeluaran turis China di Indonesia sekitar US$1.000 per kunjungan atau Rp14 juta per kunjungan (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Tentunya, devisa dari kunjungan wisatawan China sangat menggiurkan.
 
Sektor pariwisata inilah yang membuat pemerintah lamban dalam mengantisipasi penularan virus corona. Hal ini juga nampak pada Pemerintah Indonesia yang baru berani mengeluarkan peringatan kunjungan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China, pada 28 Januari 2020.
 
Bagaimana Islam memandang persoalan wabah Corona ini? Rasulullah telah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,"(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
 
Jika mengikuti hadits di atas, maka langkah yang harus ditempuh pemerintah adalah menolak kedatangan wisatawan China, karena dikhawatirkan akan berpotensi membawa virus corona ke Indonesia. Selain itu, travel warning seharusnya sudah dikeluarkan sejak awal wabah terjadi, dan mencakup wilayah-wilayah yang terdampak wabah corona, bukan terbatas pada provinsi Hubei saja. 
 
Inilah kelemahan negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalisme. Dimana manfaat materi sebagai tolok ukur aktivitas. Sehingga upaya antisipasi penularan virus corona terganjal oleh semilir devisa. Kapitalisme jugalah yang menjadikan negara bersandar pada pemasukan non strategis, semisal pariwisata. Sementara sumber daya alam dan mineral yang melimpah ruah justru diserahkan kepada swasta dan asing. Padahal, sumber daya ini sangat strategis untuk memakmurkan bangsa.
 
Masalahnya, haruskah nasib sekian ratus juta penduduk negeri dikorbankan demi devisa yang tak seberapa dari turis Cina? Sungguh kebijakan yang sangat tidak bijak. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X