Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.576 views

New Normal Dunia Pendidikan: Nyawa Manusia bukan Ajang Coba-coba

 

Oleh: Muthi Nidaul Fitriyah

Kebijakan new normal sebagai pengganti PSBB dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, akan diberlakukan di sektor pendidikan. Kebijakan ini rencananya berlaku khusus daerah yang termasuk dalam zona hijau, itu pun dengan berbagai syarat dan panduan kesehatan. Namun, seperti biasa para pemangku kebijakan negeri +62 ada saja spekulasinya, ada yang mengatakan, bukan sekolahnya yang benar-benar di buka akan tetapi tahun ajaran baru yang tetap di buka meski saat pandemi dengan pembelajaran di rumah.

New normal di dunia pendidikan (pembukaan sekolah) cenderung lebih banyak mendapatkan penolakan oleh beberapa tokoh dan pejabat. Wakil ketua MPR RI Ahmad Basrah, salah satunya. Ia mengatakan pemerintah pusat perlu menunda new normal pada lembaga pendidikan, setelah KPI secara resmi mengumumkan bahwa 800 anak Indonesia terpapar Covid-19 akhir Mei lalu. Ia pun melihat kasus di Korea Selatan yang kembali meliburkan 838 sekolah pada 29 Mei 2020 karena kasus Covid-19 di ibukotanya kembali melonjak.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, meminta pemerintah mempertimbangkan ulang pembukaan sekolah di tahun ajaran baru. Jika perlu lakukan dulu simulasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 di kalangan siswa. Sekolah di masa pandemi taruhannya besar, apalagi penularan Covid-19 masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Jumlah lembaga pendidikannya banyak dan beragam termasuk pesantren yang jumlahnya 28.194 dengan jumlah santri 18 juta dan didampingi 1.5 juta guru. Pemerintah harus hati-hati dan tidak terburu-buru untuk membuka pesantren dan pembelajaran tatap muka. Pemerintah perlu belajar dari negeri-negeri lain, saat sekolah dibuka, ternyata masih menyisakan persoalan. (nasional.tempo.co)

Sepakat dengan para tokoh, bahwa jangan sampai penerapan new normal di dunia pendidikan menjadi suatu kebijakan yang menjerumuskan negeri ini dalam bahaya dan kerugian yang semakin besar. Alih-alih sekolah dibuka agar bersinergi untuk perekonomian negeri, khawatirnya yang akan terjadi malah gelombang penyebaran wabah semakin besar dan tak terkendali.

Keselamatan para guru dan jutaan anak sekolah jangan sampai dipertaruhkan menjadi ajang coba-coba atas penerapan new normal yang berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Apalagi melihat perkembangan kasus Corona di Indonesia, kurvanya masih naik dan belum juga melandai. Indonesia juga belum memenuhi syarat WHO untuk melakukan new normal.

Bagaimana pandangan masalah ini dalam Islam? Islam memandang, negara punya kewajiban menjaga nyawa manusia, termasuk guru dan siswanya. Rasul saw, bersabda:

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Kebijakan pemimpin akan memengaruhi banyak manusia. Oleh karena itu pemimpin seharusnya berlaku adil terhadap rakyat. Ia harus memposisikan diri di garda terdepan sebagai pelayan dan pelindung rakyat, bukan garda terdepan kepentingan para pengusaha.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari)

Hikmah lain dari adanya pandemi Covid-19 ini adalah terungkapnya berbagai kebobrokan sistem demokrasi Kapitalis termasuk sistem pendidikannya. Mulai dari kesalahan paradigma tujuan pendidikan yang berorientasi pada materi dan bisnis, pengusaha yang diuntungkan dengan koneksi internet berbayar, aplikasi-aplikasi belajar online, dan sebagainya. Di sisi lain rakyat sebagai konsumen terus 'diwajibkan' membeli dan membayar. Belum lagi masalah kecakapan, ketersediaan sarana prasarana pembelajaran, karena tidak semua sekolah memunyai siswa dan SDM pengajar yang benar-benar siap untuk menghadapi belajar online.

Hadirnya pandemi seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa Indonesia membutuhkan konsep sistem pendidikan dan sistem bernegara yang baru. Dalam hal pendidikan, perbaharui sistemnya baik aspek filosofis maupun teknis. Aspek filosofis: perubahan tujuan pendidikan yg sesuai Islam, yaitu pelayanan penguasa terhadap pendidikan sebagai bentuk kewajiban atas tanggung jawabnya mengurusi masyarakat.

Aspek teknis: Dalam kondisi pandemi, negara harus tetap menjamin para siswa/pelajar untuk mendapatkan ilmu dari sekolah.  Pembelajaran bisa dilakukan dengan online, atau berbasis project, atau kunjungan terbatas untuk siswa yang tertentu. Kemudian negara wajib membantu menyediakan akses internet, bantuan operasional untuk guru dan murid sekolah gratis berikut sarana dan persarana yang menunjang seluruh pembelajarannya.

Sesempurna itu, darimana dananya? Indonesia sebenarnya punya cadangan dana yang sangat melimpah jika semua pengelolaannya tidak diserahkan kepada asing/aseng akan tetapi pengelolaannya disesuaikan dengan sistem ekonomi Islam. Dana itu akan diambil dari dari pos-pos harta hasil pengelolaan kepemilikan umum (benda-benada yang dibutuhkan dan menguasai hidup orang banyak), yaitu barang tambang dan hutan.

“Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal air, padang rumput dan api.” (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah)

Bisa juga dana diambil dari pengelolaan kepemilikan negara, yaitu harta yang merupakan hak seluruh kaum muslimin yang dikelola oleh negara. Seperti zakat, pajak dari orang kafir dzimmi/jizyah, pajak tanah taklukan (kharaj), ghanimah, harta orang murtad serta harta yang tidak mempunyai ahil waris.

Hari ini kita saksikan bagaimana pemimpin ala Demokrasi Kapitalisme ini bekerja. New normal menunjukkan bahwa nyawa pun tidak begitu berharga dan berani mereka taruhkan hanya untuk secuil keuntungan materi. Padahal tanggung jawab pengurusan umat yang besar ini ada di pundaknya.  

Semoga kita semua bisa memahami dan memposisikan setiap permasalahan atas ujian wabah yang Allah SWT turunkan ini dengan bijak dan mengembalikan semuanya kepada tuntunan Syariah Islam. Tinggalkan Sistem Demokrasi Kapitalisme yang syarat dengan kepentingan penguasa, sudah saatnya kita kembali kepada Sistem hidup yang diturunkan Allah SWT (Islam). Wallahu a’lam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: solopos

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Latest News
PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

Kamis, 28 Jan 2021 09:19

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

Kamis, 28 Jan 2021 08:56

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Kamis, 28 Jan 2021 08:32

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Kamis, 28 Jan 2021 07:56

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Kamis, 28 Jan 2021 07:20

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Kamis, 28 Jan 2021 06:56

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Kamis, 28 Jan 2021 04:06

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Kamis, 28 Jan 2021 04:02

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Rabu, 27 Jan 2021 21:35

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Rabu, 27 Jan 2021 20:35

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Rabu, 27 Jan 2021 11:53

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Rabu, 27 Jan 2021 11:51

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Rabu, 27 Jan 2021 11:10

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Rabu, 27 Jan 2021 10:50


MUI

Must Read!
X