Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.181 views

Efek Omnibus Law, Buruh Semakin Merana

 

Oleh: Rochma Ambarwati A.Md

Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan sepak terjang para wakil rakyat yang duduk dalam jajaran DPR. Senin (5/10/2020) telah mengetok palu tanda disahkannya omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. RUU ini telah disetujui oleh 7 Fraksi DPR yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ada dua partai saja yang menolak dengan keras disahkannya RUU ini yaitu PKS dan Partai Demokrat. Tentu saja, dua partai ini kalah karena memiliki suara yang kecil dibandingkan dengan akumulasi 7 partai yang menyetujui RUU ini.

Segera setelah rapat pengesahan, UU ini pun mendapatkan penolakan keras dari rakyat Indonesia terutama berasal dari kaum buruh. Sehari setelahnya, para buruh pun bergerak untuk melakukan aksi mogok dan demo demi menyuarakan pertentangan dan penolakan mereka terhadap pengesahan Undang-Undang ini. Undang-Undang ini dirasakan hanya memberikan keuntungan dan kemudahan bagi para pengusaha. Sedangkan di pihak para pekerja atau buruh, banyak hal dari mereka yang semakin tidak diperjuangkan atau bahkan ditiadakan.

Omnibus Law, UU Zalim Mencekik Rakyat Sendiri

Undang-Undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja ini merupakan satu produk hukum dari Negara Republik Indonesia dimana pembuatan hokum ini diajukan oleh pemerintah dan kemudian diusulkan ke pihak Dewan Perwakilan Rakyat untuk digodok guna ditentukan apakah akan disahkan atau ditolak. Jadi, ada dua pihak yang bertanggung jawab besar dalam pengesahan UU Cipta Kerja ini yaitu pemerintah dan DPR sendiri.

Isi UU Cipta Kerja ini mendapatkan penolakan keras dari kaum buruh karena beberapa poin yang ada di dalamnya dirasakan tidak berpihak pada buruh dan hanya memberikan keuntungan besar pada para pengusaha saja. Sebut saja dalam penentuan upah yang ditentukan berdasarkan jam, penghapusan pesangon dengan ketentuan tertentu, tidak dibayarkan gaji bagi pekerja yang sedang cuti hamil dan melahirkan, status pegawai kontrak yang dihapuskan dan juga kemudahan masuknya tenaga kerja asing.

Inilah beberapa hal penting yang menjadi inti penolakan dari kaum buruh terhadap UU Cipta Kerja ini. Pemerintah dan DPR dirasakan tidak lagi memiliki keberpihakan pada rakyat. Jargon mereka sebagai wakil rakyat seakan hilang dengan fakta mereka yang lebih mengutamakan kepentingan para elit pemilik modal saja.

Wajar saja buruh pun kemudian menyuarakan pendapat mereka dengan menolak UU ini. Terlebih di masa pandemi  seperti saat ini, keadaan buruh yang sudah sangat mengenaskan menjadi semakin parah dengan akan diterapkannya UU ini.

Saat ini, sudah menjadi satu realita sendiri, akibat pandemi ini banyak buruh yang sudah dirumahkan. Mereka pun kebingungan untuk mendapatkan nafkah. Kalaupun masih ada yang bekerja, gaji yang dibayarkan juga tidak penuh layaknya keadaan normal tanpa ada pandemi.

Dengan adanya UU ini, keadaan semakin buruk karena nasib buruh semakin merana. UU ini menjadi payung hukum legal bagi pengusaha dan pemilik modal untuk lebih mengamankan posisi mereka dan asset kekayaan yang mereka miliki. Contohnya adalah dengan tidak memberikan pesangon pada pegawainya dalam keadaan perusahaan sedang bangkrut.

Islam Berpihak pada Buruh

Munculnya UU Cipta Kerja ini dilandasi oleh paham kapitalisme yang menganggap bahwa buruh hanya diambil manfaatnya saja tanpa memanusiakan mereka. Inilah asas dalam kapitalisme yaitu manfaat semata.

Tentu hal ini sangat berbeda dengan Islam di mana setiap landasan perbuatan yang dilakukan adalah untuk mendapatkan ridho Allah dan untuk taat pada semua hukum yang telah diturunkan oleh Sang Pencipta ini.

Masalah utama yang dipersoalkan oleh para buruh adalah penentuan gaji. Saat ini, gaji ditentukan berdasarkan biaya hidup terendah yang termaktub dalam UMR atau pun UMP. Dinamakan sebagai UMR dan UMP karena ditentukan berdasarkan perhitungan pemenuhan kebutuhan mendasar dari setiap pegawainya.

Tentu standard ini berbeda dalam Islam. Penentuan gaji buruh dilakukan berdasarkan manfaat tenaga yang diberikan oleh buruh di pasar. Hal ini akan meminimalisir adanya eksploitasi buruh oleh majikan. Jika ada persengketaan antara keduanya, akan dihadirkan pakar atau ahli untuk menyelesaikan masalah ini. Tentu saja solusi yang diberikan didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan dari dua belah pihak tanpa memihak satu dan mengesampingkan hak yang lainnya.

Hal ini tentu sangat berbeda dari apa yang kita lihat dalam persoalan UU Cipta Kerja ini. DPR sebagai wakil rakyat sangat diharapkan mampu untuk menyuarakan aspirasi rakyat guna memperjuangkan hak-hak mereka. Namun kenyataannya, DPR malah menjadi perpanjangan tangan para pengusaha dan pemilik modal, bukan lagi tangan rakyat.

Inilah bukti nyata ketika manusia berusaha untuk menciptakan hukumnya sendiri dan berlepas tangan dari hukum si Pembuat Kehidupan. Sistem demokrasi sekuler membuka ruang lebar untuk para wakil rakyat mempermainkan kepentingan rakyat dengan lebih mengutamakan kepentingan para pemilik modal.

Undang-undang dan hukum dibuat berdasarkan suara terbanyak bukan lagi berdasarkan pada pertimbangan dan standard kemaslahatan untuk rakyat. Yang benar bisa saja kalah jika tak memiliki suara banyak. Demikian pula yang salah akan mudah menjadi menang jika didukung oleh suara yang maksimal.

Hal ini semakin menjadi bukti bahwa sudah waktunya untuk mencampakkan sistem ini dan kemudian beralih pada sistem Islam dengan jaminan yang mampu memberikan kesejahteraan pada buruh. Tak hanya buruh, tapi semua manusia yang mau berhukum dengannya di bawah satu institusi Negara Islam akan menikmati Indahnya diatur oleh syariah Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Kamis, 22 Oct 2020 16:15

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Kamis, 22 Oct 2020 16:00

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Kamis, 22 Oct 2020 14:45

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Kamis, 22 Oct 2020 06:53

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

Rabu, 21 Oct 2020 21:15

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Rabu, 21 Oct 2020 21:05

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Rabu, 21 Oct 2020 19:15

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Pimpinan Ponpes Gontor KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Rabu, 21 Oct 2020 19:06

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Turki Akan Kirim Bantuan ke Warga Sipil Azerbaijan Terdampak Pertempuran di Nagorno-Karabakh

Rabu, 21 Oct 2020 18:55

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Dilihat Sebagai Oposisi Terkuat, KAMI Akan Ditekan Terus

Rabu, 21 Oct 2020 17:45

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X