Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.660 views

Permendikbud PPKS: Karpet Merah Liberalisasi Seksual di Perguruan Tinggi

 

Oleh: Emil Apriani, S.Kom 

Makin maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di negeri ini, sungguh sangat memprihatinkan. Kasus kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja, bahkan kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual pun terjadi di instansi pendidikan termasuk di lingkungan perguruan tinggi (kampus). Lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu untuk belajar kehidupan dan kemanusiaan justru menjadi tempat di mana nilai-nilai kemanusiaan direnggut dan dilanggar.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan terkait kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi tersebut, akhirnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) belum lama ini mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Mendikbudristek Nadiem Makarim menandatangani Permen (Peraturan Menteri) PPKS ini pada 31 Agustus 2021 dan berlaku mulai 3 September 2021 usai diundangkan.

Namun, Permendikbud No. 30/2021 ini dianggap bermasalah dan dapat menjadi polemik di tengah masyarakat. Tak ayal, Permen tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan dan menuai beragam kritik keras. Mulai dari tokoh pendidikan, para ulama maupun organisasi keagamaan secara tegas menolak.

Permen ini penuh kontroversi, hal tersebut dikarenakan di dalamnya mengandung frasa 'persetujuan' hubungan seksual (sexual consent) yang terdapat dalam pasal 5. Disebutkan secara berulang bahwa tindakan seksual akan dianggap pelanggaran jika tidak ada persetujuan dari korban. 

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta yang juga pakar kebijakan publik, Prof Dr Purwo Santoso mengatakan bahwa Permendikbud dibangun logika liberal. Hal itu terlihat dalam pendefinisian kekerasan seksual pada pasal 5. Yang jadi acuan perasaan dipaksa dan tidak dipaksa, consent, persetujuan. Itulah yang menjadikan ukuran-ukuran yang dipasang menjadi kontroversial.

Majelis Ormas Islam (MOI) yang terdiri dari 13 ormas Islam Indonesia pun menilai bahwa Permen tersebut secara tidak langsung telah melegalisasikan perzinaan dan dengan demikian akan mengubah dan merusak standar nilai moral mahasiswa di kampus, yang semestinya perzinaan itu kejahatan malah kemudian dibiarkan. Menurut MOI, Permendikbud ini menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya (Republika, 2/11/2021)

Dalam Permen ini seolah melegalisasi perbuatan seks bebas dengan dalih persetujuan masing-masing pihak, dengan kata lain mau sama mau atau suka sama suka. Dan ini sangat berbahaya, berpotensi melegalkan dan memfasilitasi perbuatan zina dan perilaku penyimpangan LGBT di lingkungan kampus yang bertentangan dengan norma-norma agama dan nilai-nilai luhur bangsa.

Perguruan tinggi seharusnya menjadi tempat lahirnya generasi yang membawa perubahan dan perbaikan bukan malah difasilitasi dengan kebijakan yang memberikan karpet merah bagi liberalisasi seksual. Inilah realitas penerapan sistem sekuler-kapitalis. Sekularisme meniscayakan agama dan menjauhkan agama dari aturan kehidupan yang akhirnya melahirkan pola pikir liberal (serba bebas), termasuk dalam instansi pendidikan perguruan tinggi.

Karenanya, meski dibuat kebijakan terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi hanya melihat dari sisi kerugian materi bukan karena kekerasan seksual dipandang sebagai kejahatan seksual yang dilarang dalam agama. 

Berbeda halnya dengan Islam yang melawan segala bentuk kejahatan seksual, baik berupa perzinaan, LGBT, prostitusi, pencabulan dan hubungan seksual yang dilakukan di luar perkawinan dengan cara berganti-ganti pasangan, dilakukan atas keinginan sendiri ataupun dipaksa. Semua perbuatan tersebut termasuk ke dalam perbuatan dosa yang dilarang dan melanggar syariat Islam.  

Maka berbagai kebijakan yang menjadi perwujudan asas sekularisme dalam mengatasi persoalan di instansi pendidikan, akan memberikan karpet merah bagi beragam liberalisasi, yang melahirkan berbagai kekacauan dan menjauhkan generasi bangsa ini dari tujuan mulia pendidikan. 

Dengan gencarnya arus liberalisasi dari sistem sekularisme inilah, generasi masa depan akan kian kehilangan pegangan, karena mereka makin dijauhkan dari Islam yang justru menjadi kunci kebangkitan. Wallahu'alam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: google/suara.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Selasa, 18 Jan 2022 21:20

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Selasa, 18 Jan 2022 20:44

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

Selasa, 18 Jan 2022 14:50

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Selasa, 18 Jan 2022 12:45

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Selasa, 18 Jan 2022 12:19

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Selasa, 18 Jan 2022 10:20

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Selasa, 18 Jan 2022 10:14

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Senin, 17 Jan 2022 23:00

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Senin, 17 Jan 2022 22:45

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Senin, 17 Jan 2022 22:31

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Senin, 17 Jan 2022 22:15

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Senin, 17 Jan 2022 14:47

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Senin, 17 Jan 2022 14:31

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Senin, 17 Jan 2022 13:57

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Senin, 17 Jan 2022 11:38

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Senin, 17 Jan 2022 10:34

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Jan 2022 10:19

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Senin, 17 Jan 2022 07:01

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Ahad, 16 Jan 2022 20:51

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Ahad, 16 Jan 2022 16:05


MUI

Must Read!
X