Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.525 views

Setelah Romy Tertangkap KPK, Bagaimana Nasib PPP?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Bau busuk "sandera" sudah lama tercium. Menyerah pasrah jadi pilihan sejumlah "terduga korupsi'. Diantara mereka ada ketua dan pengurus partai. Ada juga kepala daerah dan mantan pejabat. Romahurmuziy yang akrab dipanggil Romy, rumornya masuk dalam daftar itu. Kebenarannya? Perlu dibuktikan di pengadilan. Melawan? Harus hadapi dua resiko. Pertama, jadi tersangka. Kedua, kepemimpinan PPP pindah ke tangan orang lain. Berat!

Menyerah pasrah, itu satu-satunnya jalan untuk aman. 2017, Romy terpaksa dukung Ahok. Cagub DKI yang didemo tujuh juta umat Islam karena dianggap menista al-Qur'an. Sebuah pilihan beresiko bagi masa depan PPP. Romy nekat, karena terpaksa. Publik menganggap ini aneh. Partai berlambang Ka'bah dukung orang yang terbukti di pengadilan sebagai penista agama. Tak akan terjadi kecuali terpaksa. Bukan rahasia umum lagi.

Di Pilgub Sumatera Utara, Romy ikut mengusung Cagub Djarot Saeful Hidayat. Cawagubnya non muslim. Lagi-lagi terpaksa. Kabarnya, Romy dapat ancaman. Jika tak dukung, SK pindah tangan. Apa boleh buat.

Merasa ditekan, Romy tak punya pilihan, kecuali nyebur sekalian. Sudah terlanjur basah. Karenanya, di pilpres 2019, Romy dukung Jokowi. All out. Tak tanggung-tanggung, Romy pun berkampanye "paling bersemangat" untuk Jokowi. Setelah beberapa kali berada dalam pilihan terpaksa dan sarat tekanan, kali ini Romy tampak menikmati. Beda dengan sebelumnya. Jangan ragukan soal loyalitas Romy kepada Jokowi. Diantara semua partai pengusung dan pendukung, mungkin Romy yang terlihat paling loyal dan total dukung Jokowi. Yang lain? Power sharingnya terkesan lebih kuat.

Setelah dukung Ahok, usung Djarot, dan terakhir mengawal Jokowi di pilpres 2019, apakah Romy selamat? Ternyata tidak. Romy kena OTT KPK. Apes! Dasar nasib sial. Menghindar dari satu kasus, tertangkap dalam kasus yang lain.

Hari ini, (Jumat, 15/3) media heboh dengan berita tangkap tangan ketua partai. OTT di Kantor Kementerian Agama Sidoarjo Surabaya Jawa Timur. Berbagai pihak memastikan bahwa ketua partai yang kena OTT adalah Romy. Akankah jadi tersangka? Tunggu 1x24 jam, kata juru bicara KPK. Kok lama? Sabar. Itu aturan hukum di KUHP. Yang penting, tak ada nego terhadap KPK.

Kok nego? Berbagai kekhawatiran netizen mulai ramai di medsos. "Entar dilepas... Nanti cari-cari alasan untuk tidak menetapkannya jadi tersangka. Siapin orang lain untuk jadi korban..." Dan macam-macam spekulasi lainnya. Nampak sekali rakyat sudah mulai apatis dan "sedikit muak" terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Jika jadi tersangka, maka benar-benar malang nasib Romy. Ia sudah korbankan harga diri dan marwah partainya, tapi tetap jadi tersangka. Loyalitasnya kepada penguasa selama ini tak berujung manis.

Kasus Romy layak jadi pelajaran buat semua tokoh, terutama yang berada di lingkaran kekuasaan. Bahwa loyalitas mestinya hanya pada kebenaran, bukan kepada kekuasaan. Ini sekaligus "alarm" bagi mereka yang gemar dan "membabi buta" mendukung penguasa. Siapapun penguasanya.

Lalu, bagaimana nasib PPP? Sejak PPP dinahkodai Romy, elektabilitasnya terus turun. Bahkan terancam tak sampai elektoral threeshold 4 persen. Faktor utamanya karena PPP keluar dari semangat konstituennya, yaitu umat.

Apakah pasca ditetapkannya Romy sebagai tersangka membuat PPP makin terpuruk dan ambruk? Atau justru selamat? Bergantung siapa yang akan memimpin PPP nantinya.

Jika kepemimpinan PPP nanti berada di tangan tokoh yang bersih, kharismatik, dan benar-benar representasi umat, maka peluang PPP untuk recovery akan terbuka. Tapi sebaliknya, jika tokoh yang muncul adalah seseorang dari kubunya Romy, atau sosok yang hanya mengandalkan kemampuan dan modal finansial, maka PPP akan sulit recovery. Boleh jadi malah akan semakin terpuruk.

Sebenarnya, PPP punya banyak stok kader untuk mengganti Romy yang bisa diharapkan mampu mengembalikan nasib PPP kedepan. Salah satunya adalah K.H. Ahmad Wafi Maemoen Zubair. Ketua PPP Jateng ini dikenal sebagai tokoh yang "istiqamah" menolak kebijakan Romy mendukung Ahok di Pilgub DKI dan Djarot di Pilgub Sumatera Utara. Putera Kiyai Maemoen Zubair ini pun menolak dukungannya kepada Jokowi. Ia konsisten berada di kubu -dan bersama-sama dengan- ulama dan umat. Meski, ia selama ini terus dikucilkan dan disingkirkan oleh kubu Romy.

Kharisma dan konsistensi putera ulama besar K.H. Maemoen Zubair ini adalah aset langka PPP yang bisa dijadikan nahkoda partai untuk melakukan recovery dan mengembalikan marwah PPP di mata umat. Menghapus secara bertahap noktah hitam yang selama ini mencoreng nama PPP.

PPP partai ulama dan umat, sudah saatnya dikembalikan kepada ulama dan umat. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 15/3/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Selasa, 22 Sep 2020 18:07

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Selasa, 22 Sep 2020 17:45

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Selasa, 22 Sep 2020 16:18

Wah, Ada Ngabaliniyah

Wah, Ada Ngabaliniyah

Selasa, 22 Sep 2020 14:00

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 09:57

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Selasa, 22 Sep 2020 08:50

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Selasa, 22 Sep 2020 07:47

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Selasa, 22 Sep 2020 06:57

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Selasa, 22 Sep 2020 06:35

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 22/09/2020 18:19

Pemimpin yang Dibenci Rakyat