Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.913 views

DPP PBB: Kepentingan Oligarki Menjegal Munculnya Kepemimpinan Patriot Nasional

BEKASI (voa-islam.com)--Ketua DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Bidang Komunikasi Publik, Randy Bagasyudha menyatakan PBB sampai hari ini masih mencoba untuk meluruskan kekacauan undang-undang pemilu. Hari ini, kata Randy masyarakat banyak yang tidak sadar bahwa undang-undang pemilu kita itu berantakan.

Hal itu ia katakan dalam acara diskusi publik yang digelar Komunitas Media Online Indonesia (Komodo) di Balelo Food Garden, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi Jum'at (10/6/2022).

"Saya kemarin diskusi dengan BEM-SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), ternyata level aktivis mahasiswa pun enggak sadar bahwa undang-undang pemilu kita tuh ngaco. Tiket lama dipakai ulang dan anehnya itu enggak ada yang protes. Banyak yang protes tapi di MK (Mahkamah Konstitusi) selalu gagal, kenapa gagalnya? macam-macam alasannya. alasan hukum dan sebagainya tapi kalau saya lihat sebetulnya masalah politik," ujarnya.

"Mohon doanya buat kawan-kawan semua hari ini tinggal Pak Yusril Ihza Mahendra (YIM) dengan pak la Nyala Mattaliti ketua DPD RI yang masih mengajukan judicial reviewnya belum ditolak di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Intinya, kata Randy, semua harusnya sepakat bahwa kepentingan politik apapun tidak boleh mengubah aturan. Jangan sampai memaksa mengubah aturan, mengubah negara, mengubah konstitusi hanya demi kepentingan politik.

"Kalau kita punya kekuasaan atau kita ingin berkuasa lagi harusnya manfaatkan waktu, memanfaatkan akses, memanfaatkan semua yang kita punya untuk menuju ke sana. Bukan kemudian mengakali aturan. ini yang bahaya. kenapa saya bilang bahaya karena konstitusi itu fondasi dari negara. Dan kalau aturan mainnya masih begini-begini aja mohon maaf nih, bukan saya pesimis, apa yang kita idam-idamkan munculnya kepemimpinan patriotis di tingkat nasional enggak akan ada, kenapa? karena orang-orang yang patriot yang ada di indonesia hari ini terjegal dengan aturan," jelasnya.

Menurutnya, kenapa banyak orang hebat tidak bisa dicalonkan jadi presiden? Karena dijegal aturan.

"Menurut saya model-model kayak gini kan harusnya level mahasiswa gitu. Kalau kita anak BEM mau jegal lawan kita kangkangi aturan maka lawan terjegal tuh. Kalo negara masih level gaya mahasiswa gini kan repot, kelasnya masih kelas BEM ini, kelasnya orang orang yang masih membuat aturan undang undang hari ini," geramnya.

Oleh karena itu ia mengajak semua elemen masyarakat yang peduli demokrasi, untuk menggaungkan bahwa ada orang orang yang sedang berjuang untuk meluruskan kekacauan undang-undang pemilu, supaya kepemimpinan nasional itu bisa melahirkan orang-orang yang patriotik.

"Saya bisa bikin simulasi lah siapa sih Capres andalan Anda. Ayo kita hitung-hitungan, nggak akan bisa nyapres? sulit, kenapa dikangkangi aturannya? sekarang siapa di belakang itu kan sudah ada kekuatan modal yang amat besar yang rakyat tidak bisa lawan. Mohon maaf nih kita rakyat punya hak pilih tapi milih kita dibatasin," ujarnya.

Randy mengatakan kepentingan oligarki sangat kental sekali dalam undang- undang pemilu di Indonesia. "Siapa mereka? Orang yang menguasai modal, menguasai sumber daya Indonesia hari ini. Dan mereka siap dengan modal sebesar apapun untuk bisa mempertahankan kekuasaan. Ini hati-hati karena berbahaya. Dengan 20 persen itu mereka bisa atur siapa Capres dan Cawapresnya," tukasnya.

"Sudah diatur nanti A lawan B. A dan B pura pura berantem ya, nanti A dicalonin sama ini dan B sama ini nanti siapapun yang menang dapat jadi menteri ya sudah baku atur. Sementara rakyatnya berantem beneran. Ini yang terjadi hari ini dan 2019 kami sudah cium (endus). Nanti 2024 akan terjadi seperti ini catat kata-kata saya ini kalo undang-undang pemilunya masih seperti gini," pungkasnya.*[Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Ahad, 02 Oct 2022 21:17

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Ahad, 02 Oct 2022 20:25

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26


MUI

Must Read!
X