Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.315 views

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

 

Oleh:

Ziyadah Khoiriyah || Pegiat “Pena Banua”

 

TAK perlu banyak kata pengantar untuk menuju kepada inti pembahasan tulisan ini, Menyoal sebuah pernyataan sistematis dan terstruktur yang diutarakan Kyai Wakil Presiden, Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu (20/9). Sebuah pernyataan yang mungkin membuat banyak masyarakat Indonesia “amazed” karena diucapkan oleh seorang Kyai. Terlebih setelah sekian lama netizen rindu akan kehadiran beliau tersebab tak terlalu sering hadir di berbagai media. Yes, he talked about KPOP.

Ya, tidak ada yang tidak boleh bicara tentang KPOP, semua memiliki hak. Hanya saja persoalan yang muncul adalah ketika beliau terkagum dengan warga tercintanya yang mencintai budaya Korea, mencintai K-POP dan K-Drama. Ketertarikan yang teramat masyarakat Indonesia memunculkan optimism bahwa hal ini mampu (1) Memacu kedatangan wisatawan Korea ke Indonesia (2) Memicu kreatifitas serupa agar giat mempromosikan budaya Indonesia ke kancah internasional.

Pernyataan ini sangat jelas menimbulkan blunder. Bagaimana tidak, ketika petinggi negara memberikan dukungan masuknya budaya asing untuk menjadi inspirasi. Apakah sudah pemerintah menyediakan ruang bagi tersalurnya kreatifitas itu dengan tetap terkoneksi dengan budaya asli Indonesia? Faktanya, justru anak muda Indonesia memang terperangah dengan korean wave, merasa terinspirasi hingga ingin menggali sampai-sampai rela maraton nonton berhari-hari, tak ingat makan hingga mandi. Ini inspiratif atau adiktif ya?

Jika kita belajar kepada negara aslinya. Justru keberhasilan ekspor budaya secara mendunia terletak pada jurus tameng pemerintah untuk warganya dengan budaya nasional secara sistematis dan komprehensif. Kita belajar bahwa keberhasilan Korea hari ini adalah buah kerja keras pemerintahnya menjaga agar warga Korea tidak bucin budaya asing. Pemerintah menutup akses budaya asing, sembari giat memperkuat budayanya dan menumbuhkan rasa cinta budaya negeri di tengah negerinya, untuk kemudian siap mengusung duta-dutanya menuju dunia. Duta yang sudah dibekali semangat mempengaruhi, bukan dipengaruhi.

Ketika pengaruh sudah tertanam ke seluruh dunia, ibarat hipnotis, siapa akhirnya yang tak tertarik dengan segala hal tentang Korea? Mulai dari filmnya, musiknya, budayanya, fashionnya, tempat-tempat wisatanya dan segala hal lainnya. Begitulah “panen” pemerintah Korea di tahun 2000an keatas ini. Ekonomi secara otomatis meroket dengan keteguhan merintis budaya aslinya.

Maka ketika petinggi negara bicara alasan ekonomi dibalik dukungan kepada anak muda untuk gemar terhadap Korea, inilah adalah alasan yang logis. Hanya saja, solusi yang ditawarkan sangatlah jauh panggang dari api, jauh sangat dari hakikat asli inspirasi Korea itu sendiri. Impor budaya Korea yang sangat jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai moral bahkan ketuhanan dalam Pancasila itu sendiri, telah memberi kesimpulan bahwa pemerintah tak serius memperkuat budaya asli.

Sepatutnya pemerintah fokus dalam memperkuat budaya asli Indonesia yang sejalan dengan Pancasila, yakni menempatkan nilai ketuhanan diatas segalanya. Mengapa justru ingin menggali inspirasi dari sebuah negara yang bahkan tidak menganut nilai paling utama dari dasar negara kita? Kemudian, jika kita juga sadar bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, sudah selayaknya pemerintah mendorong pemuda-pemudi muslim untuk menjadikan hanya Rasulullah sebagai panutan, menjadikan aturan Islam sebagai inspirasi menjalani hari.

Oh tapi sayang, pemuda-pemudi seperti ini adalah pemuda-pemudi yang dianggap berbahaya. Mereka yang rajin ke masjid, good-looking dan hafizh tertuduh sebagai radikal. Entah apa sebenarnya jati diri bangsa ini dan mau dibawa kemana setelah ini. Kita –masyarakat dan pemerintah patut segera sadar dan berbenah atas hal ini. Sebelum selimut kerusakan terlanjur menutupi seluruh anak negeri.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 26/11/2020 19:00

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja