Kamis, 16 Ramadhan 1447 H / 5 Maret 2026 13:30 wib
256 views
Mengenal 5 Sunnah Fitrah yang Semestinya Kita Jaga!
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Syariat Islam telah menghimpun segala kebaikan dalam setiap ajarannya. Seluruh ketentuannya selaras dengan fitrah manusia yang suci dan bersih dalam segala aspek kehidupan. Di antara bentuk keselarasan tersebut adalah sunnah-sunnah fitrah yang memperhatikan kebersihan manusia, baik secara lahir maupun batin.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
الفِطْرَةُ خَمْسٌ -أَوْ خَمْسٌ مِنَ الفِطْرَةِ-: الخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الإبْطِ، وَتَقْلِيمُ الأظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Fithrah itu ada lima –atau ima dari perkara fitah- : berkhitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
Dalam hadits ini, Nabi ﷺ menjelaskan lima perkara yang termasuk bagian dari fitrah. Yang dimaksud dengan fitrah di sini adalah sunnah para nabi atau ajaran agama yang lurus.
Pertama: Khitan.
Khitan adalah memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan (hasyafah) pada laki-laki. Adapun pada perempuan adalah memotong sebagian kecil kulit di bagian atas kemaluan yang menyerupai biji atau jengger ayam. Khitan laki-laki disebut i‘dzar, sedangkan khitan perempuan disebut khafdh.
Kedua: Istihdad.
Yaitu mencukur bulu kemaluan, yakni rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan, dengan menggunakan pisau cukur dan semisalnya.
Ketiga: Mencabut bulu ketiak.
Yaitu menghilangkan rambut yang tumbuh di bawah ketiak. Cara yang lebih utama adalah dengan mencabutnya bagi yang mampu. Namun, inti sunnah tetap tercapai dengan menghilangkannya melalui cara apa pun.
Keempat: Memotong kuku.
Yaitu memotong kuku tangan dan kaki yang telah panjang dengan gunting atau alat khusus potong kuku, atau yang sejenis, agar kotoran yang berkumpul di bawahnya dapat dihilangkan.
Kelima: Memotong kumis.
Yaitu rambut yang tumbuh di atas bibir. Kumis dipotong hingga tampak tepi bibir, atau dihilangkan bagian yang melebihi bibir.-tidak dicukur / dikerok habis- sehingga tidak mengganggu saat makan dan tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran, sebagaimana perkataan Imam al-Qurthubi.
Dalam hadits Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisihilah kaum musyrikin; peliharalah jenggot dan tipiskanlah kumis.”
Maknanya saling menguatkan, yaitu menjaga jenggot dan merapikan kumis.
Tidak Terbatas pada Lima Perkara
Penyebutan lima perkara ini bukan berarti pembatasan. Dalam riwayat lain terdapat tambahan amalan fitrah selain lima hal tersebut.
Dalam Sahih Muslim, dari Aisha bint Abi Bakr radhiyallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda:
عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ: قَصُّ الشَّارِبِ، وإعْفاءُ اللِّحْيَةِ، والسِّواكُ، واسْتِنْشاقُ الماءِ، وقَصُّ الأظْفارِ، وغَسْلُ البَراجِمِ، ونَتْفُ الإبِطِ، وحَلْقُ العانَةِ، وانْتِقاصُ الماءِ. قالَ زَكَرِيّا: قالَ مُصْعَبٌ: ونَسِيتُ العاشِرَةَ إلَّا أنْ تَكُونَ المَضْمَضَةَ
“Sepuluh perkara termasuk fitrah: memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (saat wudu), memotong kuku, mencuci ruas-ruas jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan intiqashul ma‘ (istinja’).”
Zakariya (salah satu perawi) berkata bahwa Mus‘ab —salah satu perawi hadits— mengatakan: “Aku lupa yang kesepuluh, mungkin itu adalah berkumur.”
Penutup
Petunjuk Islam ini sangat menekankan kebersihan, kerapian, dan pemeliharaan diri sebagai bagian dari kesempurnaan fitrah manusia. Sunnah-sunnah fitrah bukan sekadar anjuran kebersihan, tetapi juga bentuk ketaatan dan identitas seorang Muslim yang mengikuti tuntunan para nabi. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
## Support dakwah media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!