Selasa, 26 Syawwal 1447 H / 14 April 2026 19:25 wib
165 views
Menjaga Kehormatan Masjid dari Obrolan Duniawi
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Masjid adalah tempat yang dimuliakan dalam Islam. Ia bukan sekadar bangunan untuk berkumpul, tetapi merupakan rumah Allah yang dijaga kesuciannya, baik secara fisik maupun makna. Di dalamnya, seorang Muslim seharusnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah, zikir, dan aktivitas yang bernilai akhirat.
Namun, realitas yang sering kita temui justru sebaliknya. Tidak sedikit orang yang duduk di masjid, baik sebelum maupun setelah shalat, justru sibuk berbincang tentang urusan dunia—pekerjaan, bisnis, bahkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal, terdapat peringatan tegas dari para sahabat dan Nabi ﷺ mengenai hal ini.
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu pernah melihat sekelompok orang yang berbicara di masjid setelah adzan. Beliau menegur mereka dengan berkata:
إِنَّمَا جِئْتُمْ لِلصَّلَاةِ فَإِمَّا أَنْ تُصَلُّوا وَإِمَّا أَنْ تَسْكُتُوا
“Kalian datang ke sini untuk shalat, maka lakukanlah salat atau diamlah.”
Ini adalah nasihat yang sederhana namun sangat dalam maknanya. Masjid bukan tempat untuk melampiaskan obrolan duniawi, melainkan tempat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.
Lebih tegas lagi, Rasulullah ﷺ memberikan gambaran tentang kondisi di akhir zaman:
سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ يَجْلِسُونَ فِي الْمَسَاجِدِ حِلَقًا حِلَقًا إِمَامُهُمُ الدُّنْيَا، فَلَا تُجَالِسُوهُمْ، فَإِنَّهُ لَيْسَ لِلَّهِ فِيهِمْ حَاجَةٌ
“Akan datang suatu kaum yang duduk di masjid dalam kelompok-kelompok, yang pembicaraan utama mereka adalah dunia. Maka janganlah kalian duduk bersama mereka, karena Allah tidak memiliki kepentingan terhadap mereka.” (HR. Thabrani, disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 1163)
Hadits ini menjadi peringatan keras agar kita tidak menjadikan masjid sebagai tempat lalai dari tujuan utamanya. Duduk berkelompok sambil membahas dunia di dalam masjid bukan hanya mengurangi pahala, tetapi juga bisa menghilangkan keberkahan dari waktu yang seharusnya penuh ibadah.
[Baca: Hukum Membicarakan Urusan Dunia di Masjid]
Adab Seorang Muslim di Masjid
Agar kita tidak termasuk dalam golongan yang diperingatkan tersebut, ada beberapa adab yang perlu dijaga ketika berada di masjid:
- Meluruskan niat, bahwa kehadiran kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah.
- Memperbanyak zikir dan doa, terutama saat menunggu waktu salat.
- Menjaga lisan, menghindari pembicaraan yang tidak perlu, apalagi yang bersifat duniawi berlebihan.
- Mengisi waktu dengan Al-Qur’an atau ilmu, bukan obrolan kosong.
Penutup: Masjid Tempat Mendekatkan Diri kepada Allah
Masjid seharusnya menjadi tempat yang menghidupkan hati. Jika waktu di masjid justru dihabiskan untuk hal duniawi, maka kita telah menyia-nyiakan kesempatan besar untuk meraih pahala dan kedekatan dengan Allah.
Mari kita mulai dari diri sendiri. Saat berada di masjid, kita jaga adab, kita perbaiki niat, dan kita isi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu, masjid benar-benar menjadi tempat yang menenangkan jiwa dan mendekatkan kita kepada Allah. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!