Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.899 views

Kalau Komnas HAM Oleng Menghadapi KM-50, Selesailah Semua

 

Penyelidikan atas pembunuhan ini merupakan “the moment of truth” bagi Komnas HAM. 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

PENYELIDIKAN atas pembunuhan 6 anggota FPI oleh Komnas HAM mulai menampakkan titik terang. Kemarin (28/12/2020), Komnas menjelaskan tentang proyektil dan selongsong peluru yang mereka temukan di lokasi peristiwa. Komnas mengatakan, barang bukti ini didapat pada hari peristiwa pembunuhan itu terjadi. Ini artinya Komnas cukup sigap mengirimkan tim penyelidik ke lokasi.

Barang bukti berupa proyektil dan selongsong tsb sangat penting. Bisa jadi pelor yang lepas dari selongsong yang ditemukan itulah yang menembus tubuh para korban KM-50. Komnas juga mengatakan mereka sudah memiliki berbagai bukti rekaman wawancara dengan orang-orang dari kedua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini.

Pembunuhan 6 anggota FPI itu menggemparkan publik Indonesia. Bahkan diberitakan oleh media-media besar di Inggris, Amerika Serikat, Australia, dlsb.

Banyak kontroversi dan kejanggalan di seputar peristiwa pembunuhan itu. Semua sepakat bahwa pembunuhan ini paling rendah masuk kategori “extrajudicial killing” (pembunuhan sewenang-wenang) atau “unlawful killing” (pembunuhan tanpa dasar hukum). Inilah kategori minimal untuk tindakan yang menyebabkan 6 nyawa manak-anak muda itu melayang.

Publik memperhatikan dengan saksama penjelasan awal Komnas HAM. Sebab, pembunuhan 6 anggota FPI tsb memiliki semua karakteristik pelanggaran HAM berat. Ada tanda-tanda kesadisan, kebrutalan, dan kesewenang-wenangan.

Bahkan, seperti ditulis wartawan senior FNN, Mochamad Toha, investigasi majalah TEMPO tentang pembunuhan itu menyiratkan pesan bahwa pembunuhan ini sangat pantas diduga berlangsung dengan satu perencanaan.

Penyelidikan atas pembunuhan ini merupakan “the moment of truth” bagi Komnas HAM. Inilah momen untuk mengetahui jatidiri Komnas. Ujian penting bagi Komisi tentang kapasitas, kapabilitas, keberanian dan independensi lembaga penting ini. Publik dengan mudah bisa melihat apakah keempat parameter ini ada pada Komnas. Semua itu akan terbaca ketika para komisioner nantinya harus membuat kesimpulan tentang pembunuhan sewenang-wenang itu.

Akankah Komnas berani memaparkan secara transparan dan apa adanya? Atau, akankah Komisi terbawa juga oleh suasana otoritarianisme yang sedang menyungkup bangsa dan negara ini?

Fyi, publik masih sangat berharap pada Komnas HAM. Dan, sebetulnya, di lembaga ini pulalah tersandar harapan pertama dan terakhir untuk mengurai peristiwa pembunuhan 6 anggota FPI itu. Kalau Komnas oleng, menghadapi  tantangan KM-50, selesailah semua. Ambruklah harapan masyarakat. Sebab, penyelidikan oleh kepolisian tidak akan pernah dipercaya oleh publik.

Fyi juga, piblik melihat Komnas HAM persis seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu, KPK pra-Perppu. Dalam arti, untuk pengungkapan tindak kekerasan dan pembunuhan sewenang-wenang oleh siapa pun juga, rakyat masih sangat berharap pada Komnas. Sebagaimana rakyat berharap kasus-kasus korupsi besar bisa diungkap tuntas oleh KPK.

Para komisioner Komnas HAM pasti memahami harapan rakyat pada mereka. Semua gerak-gerik Komnas dalam proses penyelidikan ini akan selalu dicermati dan dinilai oleh masyarakat.

Terus terang, di balik harapan publik pada Komnas, cukup kuat pula rasa pesimis. Banyak yang apriori.

Tapi, apakah harapan itu akhirnya akan pupus? Bisa saja. Anda bisa buka lagi catatan tentang tindakan Komnas dalam menyelidiki sekian banyak pelanggaran HAM semasa pilpres 2019, mulai periode kampanye hingga penyelesaian sengketa. Ada sejumlah orang yang terbunuh dan mengalami penyiksaan di tangan aparat. Sampai hari ini tidak jelas rimbanya.

Jadi, penyelidikan kasus pembunuhan 6 anggota FPI bisa dijadikan platform oleh Komnas HAM untuk segera melepaskan diri dari kungkungan ketakutan, dependensi, intervensi dan intimidasi. Jika tidak, maka kepercayaan publik akan kandas sampai ke dasar tong.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Ramadan, Yuk Berbenah Millenials

Ramadan, Yuk Berbenah Millenials

Kamis, 15 Apr 2021 09:06

Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi Intrapersonal

Kamis, 15 Apr 2021 08:45

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Kamis, 15 Apr 2021 06:26

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Rabu, 14 Apr 2021 22:43

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

Rabu, 14 Apr 2021 20:31

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Rabu, 14 Apr 2021 19:56

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Rabu, 14 Apr 2021 19:27

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 14 Apr 2021 18:30

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Rabu, 14 Apr 2021 17:45

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Rabu, 14 Apr 2021 16:44

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Rabu, 14 Apr 2021 15:56

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Rabu, 14 Apr 2021 14:59

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Rabu, 14 Apr 2021 14:43

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Rabu, 14 Apr 2021 14:27

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 13:10

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 12:39

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

Rabu, 14 Apr 2021 11:04

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Rabu, 14 Apr 2021 08:16

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Rabu, 14 Apr 2021 03:44

Jokowi Masuk Surga?

Jokowi Masuk Surga?

Selasa, 13 Apr 2021 23:31


MUI

Must Read!
X