Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.045 views

Imperialisme Berwajah Sains

 

Oleh:

Syahrullah Asyari || Dosen Sejarah dan Filsafat Matematika FMIPA UNM
Alumni Ma’had al-Birr Makassar

ISU tentang Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang diberitakan oleh media mainstream Indonesia belakangan ini mengingatkan dan menarik perhatian saya pada tokoh asal Prancis, Napoleon Bonaparte, dan mendorong saya untuk menulis artikel ini. Napoleon Bonaparte adalah seorang pemimpin militer yang pemberani, cerdik, dan ahli strategi ulung.

Salah satu invasi militer lintas negara yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte adalah invasi ke Mesir, saat usianya belum cukup 30 tahun. Napoleon Bonaparte menduduki Mesir selama sekitar tiga tahun saja (1798-1801). Namun demikian, invasinya menjadi catatan tersendiri dalam lembaran sejarah bangsa Mesir dan kaum muslimin.

Syaikh Sa’ad Kariym al-Fiqiy hafizhahullah menulis buku berjudul, “Khiyaanaatun Hazzat at-Taariykha al-Islamiy”. (Para Pengkhianat Mengguncang Sejarah Islam) yang diterbitkan oleh ad-Daarul ‘Aalamiyyah, Cetakan ke-3, 2010. Pada halaman 248 buku ini, Syaikh al-Fiqiy membahas Bab “al-Khiyaanaatu fil ‘Ashril Hadiyts: Al-Hamlatu Al-Faransiyyatu ‘alaa Mishr”. (Pengkhianatan di Era Modern: Ekspedisi Prancis ke Mesir). Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa kondisi masyarakat Mesir saat diduduki oleh Prancis begitu lemah di berbagai aspek. Dari aspek agama, umumnya masyarakat Mesir jauh dari Allah subhanahu wata’ala dengan meninggalkan inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Mereka tenggelam dalam lautan bid’ah, takhayul, dan khurafat. Dari aspek sosial, mereka berada dalam kemiskinan dan kebodohan, sehingga mereka tidak mampu membuat atau memiliki persenjataan modern untuk sekadar mempertahankan diri mereka dan menjaga eksistensi, serta kedudukan mereka di mata dunia. Dari aspek politik, mereka pun bingung akan kepemimpinan di Mesir, siapa sebenarnya pemimpin mereka apakah penguasa Turki Utsmani ataukah Mamluk.

Syaikh al-Fiqiy menyatakan bahwa kondisi lemah bangsa Mesir tersebut dimanfaatkan oleh Napoleon Bonaparte untuk menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 M. David M. Burton, Professor Emeritus Matematika di the University of New Hampshire, Amerika Serikat, dalam bukunya berjudul, “The History of Mathematics: An Introduction.” (Sejarah Matematika: Sebuah Pengantar) yang diterbitkan oleh McGraw-Hill, Edisi ke-7, 2011 menulis di halaman 33 bahwa kebanyakan sejarawan mencatat awal mula penemuan kembali peradaban bangsa Mesir di masa lalu adalah saat Napoleon Bonaparte melakukan invasi militer. Burton juga menuliskan bahwa pada April 1798, Napoleon Bonaparte mempersiapkan misi penaklukan Mesir dengan armada perangnya sebanyak 328 kapal yang mengangkut 38.000 pasukan untuk berlayar dari Toulon, Prancis menuju (Alexandria), Mesir.

Salah satu hal paling berkesan dari invasi Napoleon Bonaparte adalah saat dia bersama pasukannya menodai kesucian Masjid al-Azhar. Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa Napoleon Bonaparte bersama pasukannya memacu kudanya di dalam masjid itu dan menjadikan mimbar masjid sebagai kandang kudanya. Mereka menambatkan kuda-kuda mereka di dalam masjid ke arah kiblat. Mereka menginjak-injak dan merobek-robek al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan ilmu pengetahuan lainnya.

Mereka memecahkan lampu-lampu masjid dan merusak lemari-lemari para penuntut ilmu, kemudian mengambil fasilitas masjid yang mereka bisa gunakan. Mereka buang air, membuang kotoran, dan minum-minuman keras di dalam masjid. Botol-botol bekas minuman keras itu dipecahkan, kemudian pecahan botol itu dilemparkan ke atap masjid dan seluruh penjuru masjid. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga menelanjangi setiap muslim yang mereka temui di Masjid. Selain itu, Napoleon Bonaparte mengubah halaman masjid menjadi café dan toilet umum.

Strategi licik Napoleon Bonaparte adalah pengikutsertaan ilmuwan pilihan dalam ekspedisinya. Ia melibatkan ilmuwan dalam jumlah yang cukup besar, yaitu sebanyak 167 ilmuwan, kata Burton. Dua di antaranya adalah matematikawan Prancis terkenal, yaitu Gaspard Monge dan Jean-Baptiste Fourier. Tugas mereka adalah melakukan penelitian komprehensif tentang segala aspek kehidupan bangsa Mesir di abad klasik dan modern. Pada halaman 34 bukunya, Burton juga menyebutkan, “The grand plan had been to enrich the world’s store of knowledge while softening the impact of France’s military adventures by calling attention to the superiority of her culture.” (Rencana besar dari pelibatan ilmuwan ini adalah memperkaya khazanah pengetahuan dunia sambil meringankan dampak petualangan militer Prancis dengan menarik perhatian dunia pada keunggulan budaya Mesir).

Alhasil kata Burton, dari penelitian ilmuwan itu, lahirlah karya monumental berjudul Déscription de l’Egypte yang ditulis dalam teks folio sebanyak 9 Volume dan ditulis dengan menyertakan gambar sebanyak 12 Volume. Karya monumental ini secara berurutan membahas tentang peradaban bangsa Mesir kuno, monumen peninggalan bangsa Mesir, Mesir modern, dan sejarah alam Mesir.

Meskipun invasi itu diselimuti oleh misi keilmuan yang tampak mulia bagi yang melihatnya, tapi bagi bangsa Mesir, itu tidak terpisah dari imperialisme. Syaikh al-Fiqiy menyatakan di halaman 248 bukunya bahwa Napoleon Bonaparte dan pasukannya akan terus bermimpi menguasai Mesir, seolah-olah Mesir adalah warisan nenek moyang mereka yang harus dirampas dari tangan bangsa Mesir. Syaikh al-Fiqiy menyebut Napoleon Bonaparte dan pasukannya telah berubah profesi dari tentara menjadi pencuri dan perampok.

Penodaan terhadap kesucian Masjid al-Azhar dan pendudukan wilayah Mesir adalah satu dari sekian hal berkesan bagi bangsa Mesir yang tidak bisa tertutupi oleh karya monumental para ilmuwan itu. Pelibatan ilmuwan oleh Napolen Bonaparte juga sekaligus mematahkan asumsi ilmu bebas nilai (value-free) bahwa ilmu untuk ilmu semata. Ternyata ilmu itu sarat nilai (value-laden), karena ilmu dan ilmuwan justru disalahgunakan juga untuk tujuan mengelabui dan mengalihkan perhatian manusia dari penindasan, perampasan, dan pencaplokan yang mereka lakukan.

Invasi Prancis ke Mesir adalah sejarah. Sejarah itu penting bahkan begitu pentingnya sampai sepertiga dari al-Qur'an isinya adalah sejarah. Sejarah mungkin saja berulang dengan tokoh dan konteks berbeda dan sejarah Napoleon Bonaparte di Mesir mengajarkan bangsa Indonesia saat ini agar memperkuat jati diri bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan. Dari aspek agama, bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya agar senantiasa memegang teguh inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Dari aspek sosial, bangsa Indonesia perlu terus mengentaskan kemiskinan, korupsi, dan kebodohan. Dari aspek politik, pemimpin bangsa Indonesia perlu senantiasa hadir membawa solusi di tengah kondisi sulit yang dialami oleh bangsa. Semua aspek ini adalah penguat bagi bangsa Indonesia agar imperialisme yang tampil dalam berbagai wajah itu tidak terjadi di Indonesia. Wallahu al-Musta'an.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Warga Yogya Harap Anies Jadi Presiden Penerus Jokowi

Rabu, 05 Oct 2022 07:47

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Sampaikan Duka Cita, Yusril Dorong Komnas HAM Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oct 2022 07:41

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Wanita Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Sore Hari?

Rabu, 05 Oct 2022 05:38

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55


MUI

Must Read!
X