Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.929 views

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Gerakan perlawanan Palestina Hamas pada hari Senin (15/8/2022) membantah melakukan negosiasi dengan Arab Saudi atas para tahanannya yang telah berada di penjara Saudi sejak 2019.

Pada hari Ahad, saluran televisi Libanon Al-Mayadeen melaporkan bahwa sumber-sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan gerakan itu telah menghubungi Arab Saudi untuk merundingkan pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Saudi, tetapi "terkejut" oleh tuntutan Saudi untuk mengembalikan hubungan mereka dengan kelompok perlawanan itu, jika mereka menerima kondisi Kuartet PBB di Palestina.

Kuartet Internasional, yang meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Rusia, dibentuk pada 2002 untuk memastikan apa yang disebut "dimulainya kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel."

Berbicara kepada The New Arab, Hazem Qassem, juru bicara kelompok Islam, mengatakan bahwa "laporan itu dibuat-buat dan tidak berdasar."

"Hamas percaya bahwa ia mendapatkan kekuatannya dalam melawan pendudukan Israel dari kedalaman Arab dan Islam," tambahnya, lebih lanjut menunjukkan bahwa gerakannya membangun hubungannya dengan negara-negara Islam dan Arab berdasarkan rasa saling menghormati.

"Kami (Palestina) memiliki masalah utama kami membebaskan tanah kami dari pendudukan Israel dengan segala cara dalam upaya untuk mendirikan negara kami Palestina di tanah kami," katanya.

Juru bicara itu meminta pemerintah Al-Mayadeen "untuk melaporkan cerita secara akurat dan jujur ​​dan tidak bergantung pada sumber yang tidak dapat dipercaya yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik perjuangan dan perlawanan Palestina, terutama gerakan Hamas".

Pada 2019, pihak berwenang Saudi menahan sekitar 68 warga Palestina dan Yordania yang tinggal di kerajaan itu, menuduh mereka memberikan dukungan kepada kelompok perlawanan Palestina Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza.

Di antara para tahanan adalah Mohammed Al-Khudari yang berusia 83 tahun, yang sebelumnya merupakan perwakilan Hamas untuk Arab Saudi.

Menderita kanker saat ditangkap, al-Khudari kehilangan kemampuan untuk menggerakkan tangan kanannya saat berada dalam tahanan karena perawatan kesehatan yang tidak memadai.

Pada bulan Desember, Arab Saudi mengurangi hukuman Al-Khudari dari 15 tahun menjadi tiga. Sementara itu, tahanan lain telah disiksa, menurut para aktivis.

Sejak itu, hubungan Saudi-Hamas memburuk ketika Rpenguasa de facto kerajaan Mohammed Bin Salman memberikan hadiahnya kepada mantan Presiden AS Donald Trump dengan menekan keberadaan kelompok Islam Palestina di Arab Saudi, sumber yang dekat dengan Hamas yang meminta anonimitas, mengatakan kepada The New Arab.

"Selama bertahun-tahun, puluhan pengusaha dan akademisi Palestina telah berkontribusi untuk mengembangkan situasi ekonomi keluarga mereka dengan mentransfer uang kepada mereka saat mereka bekerja di Arab Saudi," kata sumber itu.

"Semua warga Palestina yang berbasis di Arab Saudi mengikuti cara hukum untuk mentransfer uang ke keluarga mereka atau bahkan keluarga miskin di Gaza," tambah sumber itu. "Mengapa otoritas Saudi tidak mencegah mereka sebelum 2019?"

Sejak 2007, warga Gaza telah menderita dari blokade ketat Israel yang memperburuk situasi di daerah kantong pantai, yang menyebabkan penduduk setempat bergantung pada bantuan keuangan yang diberikan oleh lembaga internasional dan swasta.

Sekitar 83 persen penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan, sementara pendapatan harian rata-rata per kapita adalah US$2, menurut Komite Rakyat untuk Menghadapi Pengepungan di Gaza, yang dianggap sebagai yang terburuk di dunia.

Keluarga Mohammed al-Shafei yang berbasis di Gaza termasuk di antara ribuan keluarga yang menerima bantuan keuangan selama bertahun-tahun dari warga Palestina yang tinggal di luar negeri, yang membuat keluarganya tetap bertahan.

"Selama lebih dari sepuluh tahun, saya menerima sekitar 400 dolar AS setiap bulan dari seorang pengusaha Palestina di Arab Saudi (...), tetapi saya belum mendengar kabar darinya sejak 2019," kata pria berusia 54 tahun yang kakinya diamputasi tersebut kepada The New Arab.

"Berdasarkan bantuan keuangan yang saya terima, saya mampu membayar biaya delapan anggota keluarga saya," katanya. “Namun, sekarang saya menunggu bantuan yang diberikan oleh UNRWA.”

Orang yang diamputasi itu mengutuk keputusan Saudi untuk menahan orang-orang Palestina dengan dalih bahwa mereka mendukung Hamas, menekankan bahwa "tidak ada negara Arab yang peduli dengan orang-orang miskin di Gaza." (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32


MUI

Must Read!
X