Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
28.130 views

Kekristenan dan Komunisme di Indonesia (Bagian 1)

Oleh: MC. Amino Sitohang

Masuknya paham komunis ke Indonesia terjadi pada tahun 1913, dibawa oleh Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet. Ia lebih dikenal sebagai Henk Sneevliet, kaki-tangan penjajah Belanda yang terlahir sebagai seorang Katholik.

Keberadaan Henk Sneevliet di Indonesia yang merupakan anggota dewan kota Belanda, dapat dipastikan tidak lepas dari kepentingan penjajahan. Cara ini pernah dilakukan oleh Snouck Hurgronje, dengan tujuan melemahkan kekuatan Islam yang merupakan kekuatan utama perlawanan terhadap penjajahan Kristen di Indonesia.

Snouck Hurgronje berhasil melemahkan perjuangan umat Islam dengan langkah yang spektakuler, pura-pura masuk Islam untuk merusak semangat dan pemahaman Islam dari dalam tubuh ummat sendiri. Sementara Henk Sneevliet merusak gerakan perjuangan ummat Islam dengan menyuntikkan paham komunis melalui agitasi dan slogan-slogan revolusi yang menyesatkan dan menipu.

Henk Sneevliet berhasil menginfiltrasi gerakan Syarikat Islam (SI) yang berdiri pada tahun 1912, dengan menyusupkan agen-agennya Semaun dan Darsono, yang menjadi fraksi kiri di dalam tubuh SI yang selalu menentang kebijakan SI dari dalam.

Semaun dan Darsono merupakan kader langsung Henk Sneevliet yang mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) bersama dengan P. Bersgma, J.A. Brandstedder, H.W. Dekker, pada tahun 1914, dan pada tanggal 23 Mei 1920, ISDV merubah namanya menjadi Perserikatan Komunis di Indie (PKI).

...Henk Sneevliet berhasil menginfiltrasi gerakan Syarikat Islam (SI) yang berdiri pada tahun 1912, dengan menyusupkan agen-agennya Semaun dan Darsono, yang menjadi fraksi kiri di dalam tubuh SI yang selalu menentang kebijakan SI dari dalam...

Maret 1923, pada kongres kilat di Bandung dan Sukabumi, atas usulan Darsono yang menjabat sebagai wakil ketua, PKI memutuskan membentuk SI tandingan di setiap daerah yang terdapat cabang Syarikat Islam (SI), dengan maksud menginfiltrasi dan merekrut anggota-anggota SI yang bersimpati pada komunis.

Syarikat Islam tandingan ini, diberi nama Syarikat Islam (SI) Merah, yang kemudian berubah namanya menjadi Sarekat Rakyat, yang banyak meneror ulama dan ummat Islam yang menolak paham komunis, hingga akhirnya karena dianggap merugikan PKI, Sarekat Rakyat dibubarkan pada tahun 1924.

Infiltrasi penjajah terhadap kekuatan-kekuatan Islam dengan menggunakan tangan-tangan komunis yang berkedok; Islam, perjuangan, revolusi, kesejahteraan dan sebagainya, berlanjut dan berkembang sampai ke daerah-daerah.

Banyak tokoh-tokoh Islam di daerah yang terkontaminasi komunis, diantaranya dari Sumatera Barat; Haji Datuk Batuah. Beliau menerbitkan surat kabar, Djago! Djago! dan menanamkan ajaran komunis pada pelajar dan guru-guru muda di Sumatera Thawalib Padang Panjang. Said Ali menjadi pemimpin PKI cabang Sumatera Barat, yang mewakili seluruh sumatera dalam pertemuan partai komunis di Prambanan, Yogyakarta. Abdoel Chalid Salim salah seorang tokoh komunis yang dibuang ke Boven Digul pasca gerakan oportunis PKI pada tahun 1926, yang merupakan adik kandung Kyai Haji Agus Salim. Di Jawa Tengah, ada Haji Misbach yang menerbitkan majalah berkedok Islam, “Bergerak”.

Puncaknya di tahun 1926-1927, propaganda-propaganda PKI berupa penyetaraan kelas dan golongan serta anti diskriminasi dan revolusi, menjadi tidak terkendali oleh penjajah. Gerakan politik pragmatis PKI menjadi gerakan fisik yang juga menyerang kepentingan-kepentingan pemerintahan penjajahan di berbagai daerah, akan tetapi korban terbesarnya adalah kekuatan ummat Islam.

Disebabkan oleh gerakan “oportunis-nya” di tahun 1926-1927 tersebut, pemerintah penjajahan menindak PKI karena hanya memperjuangan kepentingan politiknya sendiri dan secara strategis sudah tidak lagi menguntungkan bagi penjajah untuk melemahkan kekuatan perjuangan ummat Islam serta beresiko munculnya reaksi balasan dan gelombang revolusi Islam. (riafariana/voa-islam.com)

***

Pranala;

  1. http://resources.huygens.knaw.nl/bwn 1880-2000/lemmata/bwn3/sneevliet/
  2. http://m.merdeka.com/peristiwa/menjejaki-asal-muasal-masuknya-komunisme-di-indonesia/
  3. https://indoprogres.com/2014/12/pemberontakan-pki-1926-27-dalam-dua-teks-sejarah/

 Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04


MUI

Must Read!
X