Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.223 views

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

SEJARAH Islam yang pernah berjaya memang benar adanya. Bahkan sejarah lengkapnya akan sulit untuk dipelajari hanya dalam hitungan hari ataupun bulan. Karena kejayaan Islam membentang luas dari Jazirah Arab sampai daratan Eropa yang dimulai dari abad ke-6 M sampai abad ke 20 M.

Di negeri ini pun, penjelasan sejarah Islam tidak semua dipelajari di bangku sekolah. Terlebih lagi hanya sekolah berbasis Islam saja yang terdapat materi sejarah Islam. Tapi ternyata sejarah yang diajarkanpun dipilah-pilah, diajarkan yang menurut pemerintah sesuai dengan kultur Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari Gatra.com (13/09/19) bahwa Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementrian Agama, Ahmad Umar mengungkapkan, di tahun ajaran baru 2020, tidak akan ada lagi materi perang di mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Baik untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) ataupun Madrasah Aliyah (MA).

Tujuan dari penghapusan ini ialah agar Islam tidak lagi dianggap sebagai agama radikal atau yang selalu dikaitkan dengan perang oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Dirjen Pendidikan Islam pun ingin mengajarkan pada para siswa, bahwa islam pernah sangat berjaya.

Umar menambahkan dengan kebijakan ini diharapkan dapat mendidik anak-anak sebagai orang yang punya toleransi tinggi kepada penganut agama-agama lainnya.

 

Kesalahan Pandangan

Peryataan Direktur KSKK ini mempunyai makna tersirat bahwa dengan adanya materi perang dalam buku SKI akan menjadi penyebab sesorang menjadi radikal dan mengikis toleransi beragama. Beliau menganggap ketika materi perang diajarkan maka Islam akan dicap sebagai agama yang  radikal. Oleh karena itu penarikan kesimpulannya adalah materi perang harus dihapuskan dan diganti dengan materi yang tidak memicu sikap radikal.

Maka pengambilan kesimpulan seperti ini sangatlah irrasional. Penghapusan materi perang yang merupakan bagian dari sejarah islam, berarti juga pendistorsian dan pengamputasian sejarah itu sendiri. Yang pada akhirnya seorang muslim tidak mengetahui sejarah Islam keseluruhan yang dianutnya.

Bukan berarti karena ada materi perang, Islam menjadi agama yang intoleran dan radikal. Justru sebaliknya dengan mempelajari peperangan yang dilakukan oleh rasulullah dan sahabat  maka kaum muslim akan mengetahui bahwa perang dalam islam mempunyai aturan yang jelas dan misi yang jelas. Tidak dilakukan sembarangan apalagi dengan alasan yang tidak dibenarkan oleh syara’. Bukan pula seperti gambaran perang saat ini yang dilakukan negara-negara Barat terhadap kaum muslim di Timur Tengah dengan menjatuhkan bom kepada masyarakat sipil yang tidak bersalah.

 

Perang Dijelaskan dalam Al-Qur’an

Sejarah islam seharusnya diajarkan seluruhnya, bukan hanya diambil yang dianggap baik dan mencampakan yang dianggap buruk. Terutama sejarah penerapan syari’at Islam secara kaffah yang akhirnya mewujudkan peradaban yang gemilang. Dimana dari jihad itulah negara-negara  lain terbebas dari penghambaan selain kepada Allah. Atas nama mencegah radikalisasi atau yang populer disebut deradikalisasi, umat Islam sendiri dibatasi untuk mempelajari khazanah Islam. Walhasil umat Islam yang kurang memahami Islam menjadi phobia pada ajaran Islam.

Perlu diketahui bahwasannya penyampaian sejarah bergantung pada perspektif sang penyampai sejarah. Jika sejarah Islam disampaikan secara objektif dan sesuai dengan fakta, maka akan kita temui bahwasannya peperangan dalam Islam bukan mengajarkan menyakiti sesama muslim atau non muslim yang tidak bersalah. Rasulullah dan khalifah setelah beliau mengajarkan bahwa perang adalah melawan kekufuran dan kedzaliman. 

Terlebih lagi, tidak bisa dipungkiri bahwa materi perang adalah bagian dari isi Al-Quran yang tidak bisa dihilangkan. Banyak ayat Al-Qur’an menjelaskan tentang kisah peperangan Rasul dan para sahabat dalam memerangi kekufuran dan mempertahankan Islam dari serangan musuh. Maka dengan menafikkan materi perang sama halnya melakukan penolakan terhadap ayat-ayat perang yang ada dalam Al-Qur’an. Hal ini tentu akan menjerumuskan seseorang pada penolakan kandungan Al-Qur’an.*

Indriyatul Munawaroh

Praktisi Pendidikan tinggal di Ponorogo, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X