Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.543 views

Salah Urus

Sahabat VOA-Islam...

Saat itu, saya ada janji dengan teman untuk pergi ke kenalan kami yang rumahnya tidak jauh dari rumah teman saya. Sebelum berangkat,  saya berusaha menyiapkan segala keperluan  termasuk motor kesayangan saya.

Setelah semua keperluan beres,  saya keluarkanlah motor dari dalam rumah untuk mengantarkan saya ke tempat tujuan. Sepanjang perjalanan,  mulut ini tidak pernah lepas dari doa memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kelancaran.

Hingga sampai di sebuah jalan yang tidak terlalu lebar tapi mobil-mobil lalu lalang di sana. Mata saya tertuju kepada seorang remaja laki-laki yang sedang duduk di depan sebuah toko dengan hanya menggunakan celana selutut.

Saya menduga dia buruh/kuli angkut di toko tersebut. Mengingat perawakan tubuhnya berbeda dengan pegawai toko yang lain, baik baju maupun  warna kulitnya. Secara, pegawai yang ada di toko tersebut bajunya rapi dan rata-rata berkulit kuning langsat bukan sawo matang.

Pandangan mata saya bukan semata-mata pandangan mata biasa,  tapi pandangan sebagai seorang ibu yang perduli dengan kondisi generasi bangsa ini. Dalam benak saya,  remaja dengan usia tersebut harusnya kalau tidak masih SMU ya sudah kuliah semester awal. Tapi faktanya tidak demikan, dia harus menelan pil pahit menjadi buruh/kuli guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemandangan yang saya lihat tadi benar-benar mengganggu pikiran saya, sepanjang jalan  menuju rumah teman, saya terus memikirkan hal itu. Terbayang olehku betapa negeriku ini amat sangat kaya akan sumber daya alamnya,  gemah ripah loh jinawi. Tapi kenapa tidak pas dengan fakta yang saya lihat tadi. Yangmana remaja kita menjadi buruh/kuli di negerinya sendiri. Lalu apa yang salah dengan hal ini?

Mungkin ada yang berfikir seperti ini. Tapi bagi saya pasti ada salah dengan hal ini. Kalau saya analogikan, ibarat keluarga yang punya tanah dan kolam yang sangat luas tapi mereka hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan mereka dikarenakan selama ini tanah dan kolam mereka digarap oleh tetangganya, adapun tetangganya mendapat keuntungan yang besar sedang keluarga empunya hanya diberi sedikit dari keuntungan yang didapatkan.

Tetangga bisa menyekolahkan anaknya hingga keluar negeri,  tapi anak si empunya jadi buruh di tanahnya sendiri. Pertanyaannya,  kenapa kok mau diurus oleh tetangga, tidak diurus sendiri? Alasannya klise, si empunya ga punya modal sedangkan ngurus itu semua butuh modal besar, memiliki banyak hutang, sehingga berat kalau diurus sendiri, dan hasilnya belum tentu didapat. Belum lagi iming-iming dari tetangga yang menggiurkan. Sehingga memikat si empunya untuk mau kerjasama.

Rasanya pas analogi di atas untuk menggambarkan kondisi negeri ini, demikian yang disampaikan ustadzah saya. Beliau juga menyampaikan bahwa permasalahannya yaitu terletak pada salah urus kekayaan alam yang hasilnya seharusnya dirasakan oleh rakyat baik seperti aspek jaminan pendidikan secara cuma-cuma mulai dari paud hingga perguruan tinggi (tanpa mikir uang kegiatan, LKS, dll),  kesehatan secara gratis tanpa harus bayar tiap bulan, infrastruktur seperti jalan tol dan jembatan  tanpa bayar, keamanan terjamin karena negara memastikan dengan membentuk kesadaran rakyat untuk amar ma'ruf dan penegakan hukum secara tegas,  jaminan permenuhan kebutuhan hidup secara layak,  dan lain-lain.

Ini kalau diurus dengan Syariat Islam pasti bisa terwujud. Masalahnya rakyat mau tidak diurus secara benar sehingga kehidupan menjadi nikmat dan barokah. Sehingga tidak lagi kita jumpai generasi kita menjadi buruh/kuli tapi menjadi ulama-ulama besar, ilmuwan, dan negarawan yang mampu mengelola alam beserta kehidupan dengan cara yang benar sehingga mampu membawa kita memimpin peradaban dunia.

Benar juga apa yang disampaikan ustadzah saya, kita saat ini sudah hidup selama berpuluh-puluh tahun tapi kehidupan yang tenang,  tentram,  dan barokah tidak pernah kita dapatkan.

Banyak orang kaya,  tapi apakah hidup mereka barokah? Dimana harta mereka masih bercampur dengan harta riba. Rasanya sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menetapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Karena inilah jalan untuk meraih hidup barokah.

Kiriman dari Diah Indriastuti

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Politisi Golkar: Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi

Kamis, 02 Apr 2020 08:30

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Saleh Daulay: PSBB Belum Tentu Berjalan Efektif

Kamis, 02 Apr 2020 07:46

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Nasir Djamil Apresiasi Pemulangan Tujuh TKA China di Aceh

Kamis, 02 Apr 2020 06:55

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Corona dan Status Darurat Kesehatan

Kamis, 02 Apr 2020 04:50

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Angka Kematian Corona di DKI Tertinggi, DPRD Heran Pemerintah Pusat Tolak Karantina Wilayah

Kamis, 02 Apr 2020 01:21

Keimanan dan Kemanusiaan

Keimanan dan Kemanusiaan

Rabu, 01 Apr 2020 23:43

Gugur di Medan Juang

Gugur di Medan Juang

Rabu, 01 Apr 2020 22:48

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Saudi Akan Bangun Ruang Karantina Raksasa untuk Isolasi Pesien Terinfeksi Corona dalam Sepekan

Rabu, 01 Apr 2020 22:25

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Delegasi Taliban Berada di Kabul untuk Memulai Proses Pertukaran Tahanan dengan Pemerintah

Rabu, 01 Apr 2020 22:06

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Menguji Relevansi PSBB dan Darurat Sipil di Tengah Ancaman Corona

Rabu, 01 Apr 2020 21:56

Tips Cermat Antisipasi Hoaks tentang Virus Corona di Internet

Tips Cermat Antisipasi Hoaks tentang Virus Corona di Internet

Rabu, 01 Apr 2020 20:46

Masyarakat Harus Sabar untuk Tinggal di Rumah Selama Pencegahan Wabah Virus Corona

Masyarakat Harus Sabar untuk Tinggal di Rumah Selama Pencegahan Wabah Virus Corona

Rabu, 01 Apr 2020 20:25

Musibah Tanda Allah Menginginkan Kebaikan

Musibah Tanda Allah Menginginkan Kebaikan

Rabu, 01 Apr 2020 20:11

Menguji Peran Madrasatul Ula di Musim Pandemi

Menguji Peran Madrasatul Ula di Musim Pandemi

Rabu, 01 Apr 2020 19:45

Mengkudeta Anies Baswedan?

Mengkudeta Anies Baswedan?

Rabu, 01 Apr 2020 18:02

Fenomena Mudik di Tengah Sebaran Wabah Corona

Fenomena Mudik di Tengah Sebaran Wabah Corona

Rabu, 01 Apr 2020 17:30

Minimalisir Penularan, 1 Unit Chamber Anti Covid-19 Terpasang di RSUD Haji Sulawesi Selatan

Minimalisir Penularan, 1 Unit Chamber Anti Covid-19 Terpasang di RSUD Haji Sulawesi Selatan

Rabu, 01 Apr 2020 17:20

Update 1 April 2020 Infografik Covid-19: 1677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Update 1 April 2020 Infografik Covid-19: 1677 Positif, 103 Sembuh, 157 Meninggal

Rabu, 01 Apr 2020 17:04

Jokowi Siapkan RS Khusus Corona di Pulau Galang, Fadli: Bagimana Cara Pasien ke Sana?

Jokowi Siapkan RS Khusus Corona di Pulau Galang, Fadli: Bagimana Cara Pasien ke Sana?

Rabu, 01 Apr 2020 16:39

Hadapi Corona, Muhaimin Iskandar Ingatkan Pemerintah Tidak Berutang ke Luar Negeri

Hadapi Corona, Muhaimin Iskandar Ingatkan Pemerintah Tidak Berutang ke Luar Negeri

Rabu, 01 Apr 2020 15:43


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X