Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.571 views

Tiga Poin Kenapa RUU HIP Harus Ditolak!

 

Oleh: Hasrianti

Di tengah pandemi yang belum juga menunjukan kurva landai, lagi-lagi barisan elit politik negeri ini membahas RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). RUU ini hanya menambah beban pikir dan mengelabui fokus rakyat dalam memerangi covid-19. Tak ada bedanya dengan RUU Omnibus law dan minerba,  RUU ini pun menuai polemik.

Rancangan Undang-Undang RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) menjadi salah satu pembahasan Undang-Undang di rapat paripurna DPR pada 12 Mei 2020. Walaupun akhirnya pemerintah memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP ini, namun RUU ini bukanlah hal yang boleh diabaikan. Kita tahu bahwa DPR bersama pemerintah seringkali memutuskan sepihak RUU meski diawali kata pemanis ‘tunda’. Semestinya, kita sudah bisa meramal arah penundaan RUU tersebut.

Sejak awal adanya RUU tersebut memang sudah  berpotensi membuat gaduh. RUU yang terdiri dari 10 Bab dan 60 pasal itu ditentang banyak pihak. Jika disahkan maka rezim akan semakin kuat dalam melegitimasi siapapun yang dianggap tidak sesuai pancasila ala rezim kapitalis neoliberal.

RUU HIP Hentikan bukan Ditunda !

Diketahui bahwasanya PDIP sebagai fraksi pengusul utama RUU HIP ini menyampaikan bahwa tujuan dibuatnya RUU HIP, menurut Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima menilai RUU ini memiliki tujuan yang mulia. Hal itu agar ideologi Pancasila tetap relevan untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan global (www.republika.co.id). Selain sebagai payung hukum BPIP, keberadaannya pun akan mampu menangkal masuknya pemahaman yang bertentangan dengan Pancasila. Namun sungguh sayang, respon berbagai ormas justru sebaliknya.

Pengamat Politik, Siti Zuhro mengatakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila  (RUU HIP) telah memunculkan perdebatan dan resistensi yang meluas. MUI  juga secara tegas menolak RUU ini dan beranggapan bahwa RUU HIP berpotensi mencederai dan menghianati  Pancasila itu sendiri. Adanya RUU HIP perlu diperhatikan, sesuatu yang diusul tiba-tiba apalagi di tengah kondisi pandemi tentu harus di bedah secara seksama.

Pertama, RUU HIP berpotensi memunculkan paham komunisme. Meski tanpa adanya RUU ini sebenarnya kebangkitan komunis sudah menjadi wacana umum. Tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang “Pembubaran partai komunis indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara republik indonesia bagi partai komunis indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis/marxismelenisme” dalam RUU HIP.

Bangsa ini sudah cukup trauma terhadap tragedi berdarah pembunuhan jendral yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Ditambah lagi pembantaian terhadap 500 ribu lebih para ulama dan santri oleh PKI di Madiun tahun 1948. Sungguh fakta sejarah yang harus diingat sampai kapan pun! Sangat wajar bila akhirnya masyarakat menilai bahwa keberadaan RUU ini diusul guna membangkitkan kembali paham komunis yang telah dilarang dan sudah ‘cacat kenang’ oleh rakyat Indonesia. MUI pun mengancam, jika tak dihentikan pembahasan RUU ini, pihaknya akan mengawal masyarakat Indonesia untuk menolak RUU tersebut.

Kedua, kontroversi pasal 7 yang berpotensi mengaburkan makna Pancasila itu sendiri. Pasal tersebut terlihat ingin mengubah Pancasila menjadi trisila, lalu menjadi ekasila, yaitu Gotong Royong, disinyalir dapat melumpuhkan sila pertama. Pasal 7 yang memiliki 3 ayat dalam RUU HIP ini seolah ingin mengulang perdebatan lama yang sebenarnya sudah selesai. Padahal, rumusan Pancasila sebagai dasar negara sudah final dengan lima sila sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang. Pasal tersebut berbau sekularisme, menyebutkan bahwa salah satu ciri pokok Pancasila yaitu ketuhanan yang berkebudayaan. Tentu ini sangat kontroversial, agama notabene wahyu Allah s.w.t harus disesuaikan dengan budaya yang merupakan hasil buah pikir manusia. Ini sangat tidak bisa ditolerir.

Ketiga, RUU HIP rawan dijadikan alat untuk kepentingan dan keuntungan penguasa. Seperti  biasa adanya RUU sangat bisa digunakan untuk mencapai tujuan orang-orang tertentu tanpa memperhatikan untung rugi, apalagi menjadikan rakyat sebagai pertimbangan utama dari adanya Undang-undang yang berlaku. Yang ada RUU ini justru mengekang dan menggerus arti keadilan, hak, dan perlindungan bagi rakyat Indonesia.

Sejatinya, jika kita lihat dari sisi lain, adanya RUU ini disinyalir melindungi pergerakan komunis hal ini semakin kuat. Hal ini terlihat dari beberapa pasal yang tidak mengatur adanya paham komunis dan marxisme dalam RUU HIP tersebut. Konsep RUU ini sedikit banyak berkaitan dengan Sosialisme, dimana ideologi tersebut mengingkari adanya Allah s.w.t sebagai pencipta dunia dan sesisinya. Mereka mengkambinghitamkan ajaran Islam untuk menutupi ‘jejak hitam’ mereka di tanah air Indonesia.

Kembali pada Masalah Fundamental

            Sejatinya biang kerok permasalahan yang melanda negeri ini bukanlah disebabkan ajaran Islam, seperti yang terus dipropagandakan penguasa hari ini melainkan sistem kapitalisme yang bercokokol. Para pengkhianat bangsa menuding Islam sebagai musuh Pancasila, padahal di balik itu merekalah musuh abadi, mengaku Pancasilais tapi mencoreng isi Pancasila. Islam adalah agama yang mengatur seluruh kehidupan. Berbeda dengan ideologi sekuler-kapitalis yang memisahkan agama dengan kehidupan. Islam menjadikan agama sebagai pedoman manusia dalam menjalani kehidupan.

            Inilah buruk rupa kegagalan rezim dalam mengurus negara. Berkiblat kepada kapitalisme adalah pokok segara kesemerawutan yang terjadi. Sebab, sistem ini yang mengkondisikan manusia untuk berbuat zalim, bahkan rela menentang aturan Tuhan. Perlu ditelaah ketika niat busuk dalam RUU HIP tetap diteruskan, maka bangsa ini bisa dipastikan tinggal menunggu waktu sejarah kelam terulang kembali dan Pancasila  yang mereka bangga-banggakan hanya tinggal nama saja. Bukan tidak mungkin, kehidupan beragama diberangus terutama Islam yang mempunyai sistem menyeluruh terhadap kehidupan. Inikah yang kita inginkan?

Sungguh, tak ada kebaikan pada hukum buatan manusia. Dibongkar pasang, diotak-atik, tetap saja tak membawa manfaat pada kehidupan. Sebegini lemahnya manusia, masihkah percaya pada istilah wakil rakyat yang lebih banyak zalimnya daripada kebaikannya? Saatnya kita mencari solusi dari hukum dan aturan yang berasal dari pencipta manusia, Allah SWT. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X