Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.103 views

Ketika Harga Test Swab Tidak Bersahabat

 

Oleh:

Alimah Izaura || Tinggal di Bogor, Jawa Barat

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  menetapkan batas maksimal harga tes usap atau swab mandiri sebesar Rp900 ribu (CNN Indonesia, 02/10/2020).

Sebelumnya, sejumlah pihak mendorong agar pemerintah menetapkan harga tes swab mandiri. Harga di berbagai rumah sakit saat ini variatif, tergantung paket dan lokasinya. Namun, rata-rata harganya berada di atas Rp 1 juta. Semakin cepat hasilnya keluar, semakin mahal lagi.

Pada kesempatan lain, Ketua DPR Puan Maharani menyebut standardisasi harga tes swab itu akan mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri, mengurangi beban negara, sekaligus memudahkan penelusuran kontak.

Penyebab mahalnya  biaya tes swab PCR karena teknis pemeriksaan melalui dua tahapan, yaitu  ekstraksi dan PCR itu sendiri. Reagen-nya mahal, alat-alatnya mahal, harus di lab dengan standar minimal BSL-2, SDMnya harus terlatih, dan risiko kerja yang tinggi (Kompas.com, 1/10/2020). Di sisi lain, mahalnya PCR karena alat-alat dan bahan  yang dibutuhkan masih impor. 

Secara teknis memang tidak bisa dinafikan, untuk pemeriksaan sampel lendir hidung atau tenggorokan tersebut, dibutuhkan bahan dan peralatan serta SDM terlatih yang bekerja di bawah risiko. Akan tetapi, karena bahan dan peralatan diimpor, menyebabkan harga test swab tidak terkontrol. Belum lagi  profit tetap menjadi menjadi pertimbangan utama bagi rumah sakit swasta.

Jika ditelisik lebih dalam, per Juni 2020 yang lalu, pemerintah melalui Kementerian keuangan telah menaikkan anggaran  penanganan Covid-19 menjadi menjadi Rp 677,2 triliun dari sebelumnya Rp 405,1 triliun (Kompas.com, 04/06/2020).

Akan tetapi, porsi anggaran untuk penanganan bidang kesehatan hanya Rp 87,55 triliun atau 13%-nya saja, sisanya untuk pemulihan ekonomi.

Anggaran itu pun digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti belanja penanganan Covid-19, tenaga medis, santunan kematian, bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional, pembiayaan gugus tugas, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan.

Belum diketahui secara pasti berapa anggaran untuk test swab di berbagai fasilitas kesehatan yang diselenggarakan pemerintah.

Minimnya anggaran untuk kesehatan seolah kontradiktif dengan sikap Presiden Jokowi yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Jika pemerintah memang betul-betul serius, tentu bidang kesehatan akan mendapatkan kue lebih besar dalam postur anggaran.

Harga test swab sebesar Rp 900 ribu sejatinya masih terbilang cukup mahal, apalagi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Andai saja seluruh anggaran tersebut di atas digunakan 100% untuk kesehatan, tentu akan mempercepat penanganan pandemi.   

Solusi sistemik dari masalah di atas dapat antara lain, pertama secara filosofi negara perlu mengubah mindset yang memandang rakyat sebagai beban menjadi rakyat adalah warga negara yang memiliki hak hidup sehingga harus dilindungi. 

Bukankah dalam pembukaan UUD 45 disebutkan pemerintah negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia serta pada pasal 28A UUD 45 disebutkan setiap orang  berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya?

Kedua, secara ekonomi negara harus mengutamakan postur anggaran untuk penanganan pandemi daripada bidang lainnya. Jika kas negara sedang kosong, maka negara wajib segera mengadakannya bahkan dengan melibatkan seluruh rakyat. 

Dengan anggaran yang cukup, negara dapat memberikan subsidi atau bahkan menggratiskan seluruh test swab baik di rumah sakit pemerintah atau swasta. 

Rumah sakit tidak kesulitan mendapatkan pasokan bahan dan alat untuk test PCR, tenaga kesehatan akan melaksanakan tugasnya dengan baik karena mendapatkan APD melimpah dan gaji yang tinggi. Fasilitas test PCR diperbanyak di seluruh Indonesia dengan kecepatan dan keakuratan hasilnya. 

Ketiga, negara perlu merancang riset untuk menemukan reagen sendiri sehingga tidak bergantung ke negara lain/impor. Seluruh perguruan tinggi dan lembaga penelitian dikerahkan selain untuk keperluan test swab juga untuk penemuan vaksin Covid 19. 

Sehingga wabah pandemi Covid 19 dapat cepat diatasi dengan tetap memohon pertolongan dari Zat Yang Maha Rahman.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Latest News
PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

Kamis, 28 Jan 2021 09:19

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

Kamis, 28 Jan 2021 08:56

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Kamis, 28 Jan 2021 08:32

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Kamis, 28 Jan 2021 07:56

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Kamis, 28 Jan 2021 07:20

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Kamis, 28 Jan 2021 06:56

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Kamis, 28 Jan 2021 04:06

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Kamis, 28 Jan 2021 04:02

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Rabu, 27 Jan 2021 21:35

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Rabu, 27 Jan 2021 20:35

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Rabu, 27 Jan 2021 11:53

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Rabu, 27 Jan 2021 11:51

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Rabu, 27 Jan 2021 11:10

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Rabu, 27 Jan 2021 10:50


MUI

Must Read!
X