Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.006 views

PPKM Darurat, Akankah Akurat?

 

Oleh:

Fita Rahmania, S. Keb., Bd.

 

LONJAKAN baru berarti kebijakan baru. Mungkin ungkapan tersebut yang terngiang ketika menyaksikan lika liku perjalanan kasus Covid-19 di negeri ini. Kebijakan baru senantiasa tercerus demi menjawab fluktuasi pandemi. Namun, kebijakan demi kebijakan yang silih berganti tersebut belum juga dapat membunuh virus ini secara tuntas.

Jika kita menilik ke belakang, pada awal pandemi melanda pemerintah sempat memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimana mekanisme kebijakannya, yaitu gubernur/ bupati/ walikota mengusulkan PSBB, kemudian menteri menetapkan persetujuan, dan PSBB diterapkan di lingkup wilayah tertentu (provinsi, kabupaten, atau kota).

Setelah kasus Covid-19 dinilai cukup terkendali, pemerintah kemudian memberlakukan kebijakan PPKM khusus hanya di tujuh provinsi yang ada di Jawa-Bali, sejak 11 Januari 2021 selama dua pekan dan sempat diperpanjang satu kali. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki mobilitas tinggi dan menyumbang angka kasus positif Covid-19 terbesar dibandingkan dengan wilayah lainnya. (nasional.tempo.co)

Namun, PPKM Jawa-Bali kembali dianggap tidak lagi efektif. Pemerintah selanjutnya  memberlakukan PPKM Mikro, masih di tujuh provinsi yang sama. Bedanya, strategi penanganan PPKM Mikro berbasis komunitas masyarakat hingga unit terkecil di level RT/RW.

Pada PPKM mikro, pekerja yang bekerja di kantor dibatasi 50 persen. Pusat perbelanjaan atau mal boleh beroperasi hingga pukul 21.00. Kemudian, kapasitas makan di restoran atau dine-in dibatasi maksimal 50 persen. Kapasitas rumah ibadah dibatasi maksimal 50 persen.

Tak disangka kasus Covid-19 melonjak pasca libur Lebaran 2021. Pemerintah memutuskan menerapkan penebalan PPKM mikro diberlakukan selama 14 hari mulai Selasa, 22 Juni 2021.

Sayangnya, Kebijakan penebalan PPKM Mikro ini pun dianggap tidak cukup untuk menangani kasus Covid-19 yang terus naik hingga menembus kisaran 20 ribu kasus per hari. Akhirnya, Presiden Jokowi memutuskan menetapkan PPKM Darurat.

Kebijakan ini diterapkan di 48 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali. Level asesmen ini dinilai berdasarkan faktor laju penularan dan kapasitas respons di suatu daerah sesuai rekomendasi WHO. Level asesmen 3 dan 4 adalah daerah yang memiliki transmisi penularan tinggi, tapi kapasitas respons daerahnya tergolong sedang hingga rendah. Daerah inilah yang dinilai perlu treatment khusus melalui kebijakan PPKM Darurat. (nasional.tempo.co)

Kegagalan berulang yang dialami oleh kebijakan-kebijakan sebelumnya harusnya membuat penguasa kita sadar dan mawas diri. Tidak dengan mengkambinghitamkan rakyat yang disebut abai dalam menjalankan protokol kesehatan, namun mengevaluasi kembali kebijakan. Apakah ada sesuatu yang salah dengan kebijakan mereka. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19. Bahkan, jumlah angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia pada Rabu (7/7) mencapai rekor tertinggi sejak pemerintah mengumumkan kasus pandemi Maret 2020. Angka kasus yang terkonfirmasi selama 24 jam mencapai 34.379 kasus dan yang meninggal mencapai 1.040 pasien.

Sejatinya yang menyebabkan Indonesia babak belur dalam pertarungannya dengan Covid-19 adalah kebijakan negara yang salah langkah. Membebek pada barat dan kebijakannya sarat kepentingan korporasi. Lihat saja kebijakan negeri ini yang berubah-ubah dan berputar pada masalah ekonomi. Misal di awal pandemi ini saat negara lain menutup akses pintu negaranya. Negara ini malah mengundang wisatawan dan menarik tenaga kerja asing.

Islam sesungguhnya memiliki solusi komperhensif dalam permasalahan ini. Kebijakan menutup seluruh kegiatan ekonomi seperti blanket lockdown dan PPKM ala barat tak sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw. Wajar perekonomian kolaps karena yang Rasulullah Saw. ajarkan adalah hanya mengisolasi daerah yang terkena wabah. Sementara penduduk diluar wabah beraktivitas seperti biasa. Rasulullah Saw. bersabda:

“Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.” (HR Imam Bukhari Muslim)

Selain itu, negara harus hadir dalam memenuhi seluruh kebutuhan individu masyarakat Indonesia. Area yang terkena wabah akan di-support penuh kebutuhannya oleh negara. Sayangnya negeri ini lagi-lagi tak serius memberikan bantuan. Malah dana pandemi dibagi-bagi pada sejumlah korporasi. Mungkin kita masih ingat polemik kebijakan kartu pra kerja yang lebih terlihat pro pengusaha dari pada rakyat.

Dengan demikian, nasib kebijakan PPKM darurat bisa saja berakhir sama dengan kebijakan-kebijakan pendahulunya, yakni dengan tidak terkendalinya kasus dan akan kembali digantikan dengan kebijakan baru.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Muhammad Sinwar: Menembakkan Rudal Ke Tel Aviv lebih Mudah Dari Pada Minum Air

Muhammad Sinwar: Menembakkan Rudal Ke Tel Aviv lebih Mudah Dari Pada Minum Air

Sabtu, 28 May 2022 21:05

 Ukraina Klaim Sedikitnya 30.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Awal Invasi

Ukraina Klaim Sedikitnya 30.000 Tentara Rusia Tewas Sejak Awal Invasi

Sabtu, 28 May 2022 20:25

Arab Saudi Hasilkan 14,5 Trilyun Rupiah Perhari Dari Ekspor Minyak

Arab Saudi Hasilkan 14,5 Trilyun Rupiah Perhari Dari Ekspor Minyak

Sabtu, 28 May 2022 17:34

Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Bela Baitul Maqdis dengan Cara Ini

Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Bela Baitul Maqdis dengan Cara Ini

Sabtu, 28 May 2022 16:09

Aigoo! Merebak Fenomena Anak Jenius Palsu di Korea

Aigoo! Merebak Fenomena Anak Jenius Palsu di Korea

Sabtu, 28 May 2022 11:01

Pejabat: Arab Saudi Tidak Akan Cabut Larangan Penjualan Minuman Beralkohol

Pejabat: Arab Saudi Tidak Akan Cabut Larangan Penjualan Minuman Beralkohol

Jum'at, 27 May 2022 21:40

Dr. Salim: Syariat Islam di Aceh Harus Jadi Teladan

Dr. Salim: Syariat Islam di Aceh Harus Jadi Teladan

Jum'at, 27 May 2022 19:44

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Al-Quds yang Terzalimi

Khotbah Jumat Ustaz Bachtiar Nasir: Al-Quds yang Terzalimi

Jum'at, 27 May 2022 13:35

Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Laporan: Turki Klaim Tangkap Pemimpin Baru Islamic State Abu Al-Hassan Al-Hashimi Al-Qurayshi

Kamis, 26 May 2022 22:55

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Pengadilan India Vonis Penjara Seumur Hidup Pemimpin Pro-Kemerdekaan Kashmir Yasin Malik

Kamis, 26 May 2022 21:25

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Niger Klaim Militernya Tewaskan 40 Pejuang Boko Haram Dalam Pertempuran Di Danau Chad

Kamis, 26 May 2022 16:07

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Pengadilan Prancis Tangguhkan Aturan Dewan Kota Grenoble Yang Mengizinkan Muslimah Memakai Burkini

Kamis, 26 May 2022 15:05

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Anis Matta: Bangsa Ini Masih Lahirkan Para Pelawak, Bukan Pemimpin

Kamis, 26 May 2022 11:33

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Apakah Tepat Singapore Sudah Mengusir UAS?

Kamis, 26 May 2022 10:20

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Negara Abai, Keimanan Tergadai

Kamis, 26 May 2022 09:07

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Penembakan Massal di AS Berulang, Kemana Mencari Rasa Aman?

Kamis, 26 May 2022 08:56

Prabowo

Prabowo "Dibobodo"?

Kamis, 26 May 2022 07:28


MUI

Must Read!
X