Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.194 views

Impor Cabai Menyakiti Hati Petani Lokal

 

Oleh: Siti Saodah, S. Kom

Cabai menjadi sayuran yang sering dicari masyarakat untuk melengkapi masakannya. Rasanya yang pedas membuat selera makan naik saat menikmatinya. Cabai ini dihasilkan dari para petani lokal yang telaten dan sabar mengurus cabai hingga panen kemudian dapat dipasarkan. Namun kesedihan meliputi para petani lokal dengan anjloknya harga cabai di pasaran.

Anjloknya Harga Cabai di Petani Lokal

Anjloknya harga cabai menimpa petani dari Sleman dan Brebes. Menurut Ketua Forum Petani Kalasan yaitu Janu Riyanto mengeluhkan harga cabai yang merosot hingga 50 persen dari petani lokal. Beliau mengatakan bahwa harga cabai normal sekitar 11.000 per kilogram, namun kini hanya dihargai 5.000 per kilogram (yogya.ayoindonesia.com). Rendahnya harga cabai memicu petani cabai membagi-bagikan hasil panen kepada masyarakat sekitar. Aksi ini wujud kekecewaan mereka terhadap rendahnya harga cabai.

Rendahnya harga cabai dipasaran dipicu oleh meningkatnya impor cabai selama masa pandemi. Fakta ini diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPR RI bapak Slamet, beliau mengatakan bahwa impor cabai di semester I 2021 sebesar 27, 851 ton. Angka ini naik 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya (m.rctiplus.com). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berpihak kepada petani lokal.

Tersakiti Hati Petani Lokal dengan Kebijakan Impor Cabai

Petani lokal merasa tersakiti hatinya dengan kebijakan impor cabai. Mereka ramai-ramai melampiaskan kekecewaannya melalui aksi membagi-bagikan cabai ke masyarakat hingga aksi merusak tanaman cabai sendiri yang kemudian viral di media sosial. Aksi semacam ini tidak akan muncul jika pemerintah mengutamakan nasib petani lokal. Ditambah masa pandemi menjadi pukulan berat petani lokal untuk memasarkan hasil panennya, dikarenakan daya beli masyarakat menurun.

Kebijakan impor cabai rupanya bukan tanpa alasan, seperti biasa pemerintah berdalih melakukan impor cabai untuk menstabilkan harga cabai di pasaran. Padahal fakta di lapangan, petani lokal panen cabai sangat surplus dan cukup untuk kebutuhan masyarakat negeri ini. Negeri yang kaya raya akan sumber daya alam, sayur mayur, buah-buahan, rempah-rempah dan lainnya semua tersedia di alam yang hijau dengan persediaan berlimpah ruah. Hasil panen yang berlimpah ruah ini sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat dan pemerintah tak perlu melakukan impor hasil pertanian lagi.

Negara Kita Ketergantungan Impor

Impor hasil pertanian bukan hal baru lagi, pasalnya pemerintah sudah sering melakukan impor salah satu contohnya adalah garam. Impor menjadi senjata andalan demi menstabilkan harga bahan pangan di lapangan. Walaupun di tengah masa pandemi, pemerintah terus menggenjot impor bahan pangan demi mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibatnya negeri kita menjadi ketergantungan impor sehingga tak mampu melindungi para petani lokal, industri lokal dan lainnya.

Impor barang kebutuhan baik bahan pangan ataupun lainnya sudah menjadi kebutuhan bagi negara ini. Sebab impor ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang mementingkan asing. Mereka (asing) adalah aset bagi rezim kapitalis untuk berkuasa. Oleh sebab itu asing diberikan karpet merah untuk melakukan kerjasama bisnis impor barang-barang. Kerjasama impor barang ini menjadikan negara tak mampu mandiri.

Kebijakan Impor dalam Negara Islam

Impor barang kebutuhan pangan dipandang dalam Islam adalah sesuatu yang boleh. Namun disini harus dilihat urgensitasnya, apakah memang negara dalam kondisi kritis masalah pangan ataukah mencukupi hanya mengandalkan hasil petani lokal? Hal ini yang akan menjadi landasan negara Islam dalam mengambil keputusan impor. Dalam mengambil kebijakan impor, negara Islam akan mementingkan nasib dari petani lokal ataupun industri lokal.  

Impor barang kebutuhan pangan bukan hal yang baru, hal ini pernah dilakukan di masa kepemimpinan Umar Bin Khatab ra. Ia melakukan kebijakan impor disebabkan negara Islam tak mampu menghasilkan sendiri barang tersebut. Seperti Gandum yang diimpor dari luar daulah Islam, bahkan pedangang kafir harbi yang pertama kali masuk ke wilayah kepemimpinan Islam adalah dari Ming. Umar bin Khatab juga menerapkan usyur yaitu bea cukai perdangangan antar negara, bagi siapa saja yang ingin berdagang di wilayah daulah islam.

Kebijakan impor yang dilakukan Umar Bin Khatab dapat terlaksana sebab sistem Islam yang diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan. Kebijakan ekonomi Umar Bin Khatab sangat berpihak kepada warga negara Islam. Terbukti dengan penerapan usyur yang berbeda-beda bagi para pedagang luar negeri. Seperti pedagang asing yang berada di luar wilayah teritorial Islam dikenakan usyur 10%, kafir dzimmi yang hidup di wilayah daulah Islam dikenakan 5%, dan masyarakat muslim dikenakan 2,5% dari harga barang dagangan. Pajak ini dipungut jika barang dagangan telah melebihi 200 dirham.

Kebijakan ekonomi Islam yang pernah dilakukan oleh para khalifah pendahulunya didukung penuh oleh sistem pemerintahan islam. Pemerintahan Islam yang berkeadilan yang dipimpin oleh pemimpin yang adil dan amanah yang menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mampu mendukung kesejahteraan para petani lokal, industri lokal dan lainnya. Waalahualam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Jum'at, 30 Sep 2022 22:20

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Kamis, 29 Sep 2022 15:18

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Kamis, 29 Sep 2022 15:00

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Kamis, 29 Sep 2022 09:21

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

Kamis, 29 Sep 2022 09:10

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Rabu, 28 Sep 2022 21:50

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Rabu, 28 Sep 2022 21:25

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Rabu, 28 Sep 2022 20:49

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Rabu, 28 Sep 2022 20:17

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Rabu, 28 Sep 2022 17:47


MUI

Must Read!
X