Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.329 views

The Real Booster

 

Oleh:

Eriga Agustiningsasi, S.KM || Penyuluh Kesehatan, Freelance Writer

 

HAMPIR dua tahun sudah negeri ini dilanda pandemi. Segala upaya telah dilakukan untuk menuntaskan pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai hingga kini. Mulai dari tracing, testing, treatment hingga vaksinasi pun telah dilaksanakan. Meskipun tren kasus mulai melandai namun beberapa minggu terakhir ini ditemukan kasus COVID-19 Varian baru, yakni Omicron yang ternyata gejalanya sering tidak disadari oleh penderitanya. Justru hal ini sangat mengkhawatirkan.

Betapa tidak. Bukanlah hal yang mustahil ledakan kasus COVID-19 varian omicron terjadi jika kita tidak waspada seperti yang telah terjadi di beberapa negara lain. Tentu hal ini sangat tidak kita inginkan. Salah satu upaya untuk mencegah hal ini yang ditempuh ialah menyediakan vaksin booster bagi masyarakat yang telah divaksin lengkap khususnya lansia dan masyarakat rentan. Namun disisi lain, akses luar negeri masih terbuka lebar. Lalu, mampukah kita melalui pandemi ini dengan kondisi yang demikian?

Faktanya kasus varian baru Omicron disebabkan oleh mobilitas luar negeri, baik ke luar maupun ke dalam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyatakan bahwa adanya peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron yang cukup signifikan di Ibu Kota pada beberapa waktu terakhir, yakni sebanyak 251 kasus, 95 persen berasal dari pelaku perjalanan luar negeri atau kasus impor (Liputan6.com 13/01/2022 )

Berdasarkan WHO HQ. Enhancing readiness for Omicron (B.1.1.529): Technical Brief and Priority Actions for Member States. 23 December 2021 disebutkan varian Omicron memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat daripada varian Di Inggris, tingkat keparahan varian Omicron menyebabkan 29 kematian. Dalam waktu dua minggu (26 Desember 2021), 46 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia. 15 orang di antaranya (32,6%) merupakan pelaku perjalanan dari Turki. Ada pula kasus konfirmasi Omicron yang berasal dari pelaku perjalan luar negeri dari Inggris, UEA, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Malawi, Republik Kongo, Spanyol, USA, Kenya, Korea, Mesir, dan Nigeria. Sebanyak 74% kasus Omicron sudah divaksin lengkap, 80% tanpa gejala atau bergejala ringan, dan 96% kasus adalah WNI.

Artinya varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah. Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu upaya pencegahan dan pengendalian, serta upaya mitigasi lainnya harus tetap berjalan. Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa pihaknya mengingatkan kembali untuk menunda perjalanan ke luar negeri bagi para WNI karena resiko penularan yang besar (sehatnegeriku.kemkes.go.id/13/01/2022).

Dari data tersebut jelas bahwa vaksinasi COVID-19 saja belum cukup tanpa ada kebijakan pembatasan mobilitas terutama dari luar negeri. Perlu diingat kembali bahwa virus yang satu ini menular salah satunya melalui mobilitas manusia yang membawa virus tersebut. Oleh karenanya salah satu upaya untuk mencegah penularan virus ini ialah dengan membatasi mobilitas manusia di suatu wilayah dengan wilayah lain. Dalam artian perlu adanya pembatasan keluar masuk masyarakat dari dalam ke luar negeri ataupun sebaliknya.

Sayangnya kini masih saja ditemukan kasus mobilitas manusia ke luar negeri ataupun sebaliknya yang tentunya dikhawatirkan membawa virus varian omicron yang kini jadi perbincangan dunia. Meskipun terdapat mekanisme karantina bagi WNI yang datang dari luar negeri. Namun bagaimana jika dari warga luar negeri? Nyatanya di lapangan masih saja ditemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan. Akses luar negeri masih terbuka lebar bagi siapa saja di saat kondisi pandemi belum usai.

Oleh karen itu booster vaksin saja belum cukup untuk benar benar menuntaskan pandemi ini. Tentunya booster ini harus diimbangi dengan kebijakan penguasa negeri ini yang tegas untuk benar benar membatasi akses ke luar negeri. Karena ini juga yang pernah dilakukan Umar bin Khatthab ketika wilayahnya dilanda wabah, tepatnya ketika Umar ingin melakukan suatu kunjungan ke negeri Syam yang saat itu penduduknya sedang terjangkit wabah virus penyakit. tidak memasukki negeri saat terjadi thaun (wabah).

“Apabila kalian mendengar wabah thaun melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian-kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tentunya paradigma yang digunakan dalam menuntaskan pandemi adalah paradigma riayah suunil ummah. Mengurusi urusan umat, bukan jual beli dengan keuntungan tertentu. Oleh karena itu meskipun resiko besar jika akses luar negeri dibatasi dengan ketat, maka hal ini akan tetap dilaksanakan demi keselamatan masyarakat. Yang nantinya akan dicari jalan lain untuk menstabilkan kondisi negeri mengingat kekayaan negeri kita sendiri sangatlah melimpah ruah.

Sehingga menjadi hal yang berat jika hanya menggantungkan dari booster vaksinasi. Alangkah jauh lebih baik jika vaksin booster diberikan kepada masyarakat dan diimbangi dengan booster kebijakan yang ketat terkait akses luar negeri untuk melindungi masyarakat dari ganasnya virus yang satu ini. The Real Booster.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Senin, 06 Feb 2023 13:17

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Senin, 06 Feb 2023 11:35

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Laporan: Iran Sewa Geng Kriminal Untuk Bunuh Pembangkang Di Luar Negeri

Senin, 06 Feb 2023 10:23

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Kepala Wagner: Pertempuran Sengit Sedang Berlangsung Di Utara Kota Bakhmut

Ahad, 05 Feb 2023 21:48

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Pervez Musharraf – Orang Yang Bantu AS Menginvasi Afghanistan Meninggal Setelah Sakit Berkepanjangan

Ahad, 05 Feb 2023 20:29

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Cina Marah Balon Mata-matanya Ditembak Jatuh AS

Ahad, 05 Feb 2023 15:55

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Pelaku Pemerkosaan Anak, Bukti Sistem Sekuler Merusak

Ahad, 05 Feb 2023 13:22

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Jalan Panjang Larangan LGBT di Negeri Muslim

Ahad, 05 Feb 2023 09:20

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Jum'at, 03 Feb 2023 13:45

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Jum'at, 03 Feb 2023 10:02


MUI

Must Read!
X