Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.690 views

Menghentikan Bola Salju HIV, Mungkinkah?

 

Oleh: Arin RM, S.Si

Tren Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menggelindingsembari semakin membesar layaknya bola salju. Banyak faktor pemicunya, namun menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Kabupaten Blitar, Krista Yekti, penyebab tingginya jumlah pengidap ini diakibatkan faktor orientasi seksual.

Para pengidap ini biasanya menyukai perilaku seks tidak wajar seperti bergonta-ganti pasangan dan perilaku menyimpang lain, seperti homoseksual (faktualnews.co, 09/07/2019). Terbaru, sebanyak 175 pelajar pria di Tulungagung, Jawa Timur diduga pernah melakukan hubungan sesama jenis yang disebut sebagai lelaki seks dengan lelaki (LSL). Dari jumlah tersebut, 21 pelajar di antaranya positif tertular penyakit HIV (inwes.id, 31/07/2019). Di kota ini pula, mulai tahun 2006 tercatat sebanyak 2.449 jumlah penderita HIV/AIDS dan sekitar 500 di antaranya meninggal (mayangkaranews.com, 29/08/2019).

Mendudukkan Permasalahan

Dari paragraf di atas, diketahui bahwa HIV-AIDS di negeri ini menyebar karena adanya penyimpangan perilaku. Hal ini diperkuat juga oleh dr. Faizatul Rasyidah (helpsharia.com, 25/11/2019), yang menuliskan bahwa infeksi HIV/AIDS pertama kali ditemukan di kalangan gay San Fransisco, tahun 1978. Dan pada tahun 1981, kasus AIDS yang pertama ditemukan di kalangan gay ini. Selanjutnya, budaya seks bebas menjadi sarana penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat dan meluas di Amerika hingga ke seluruh penjuru dunia. Peranan seks bebas dalam penularan HIV/AIDS ini dibenarkan oleh laporan survey CDC Desember 2002 dan hal ini semakin jelas terlihat dari pola penularan HIV/AIDS ke seluruh dunia.

Pola pertama, ditemukan pada kalangan homoseksual, biseksual, dan pencandu obat bius. Ini terjadi di Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, New Zealand dan sebagian Amerika. Hingga akhir tahun 2005 di Amerika Serikat, transmisi melalui kontak seksual tetap menempati urutan teratas (72%). Pola kedua, ditemukan di kalangan heteroseksual dan ini terjadi di Afrika Tengah, Afrika Selatan, Afrika Timur, dan beberapa daerah Karibia. Kasus AIDS pada daerah ini sejalan dengan adanya perubahan sosial dan maraknya industri prostitusi. Sementara pola ketiga ditemukan di Eropa Timur, daerah Mediteranian Selatan, dan Asia Pasifik. Di sini penularan terjadi melalui kontak homoseksual dan heteroseks.

Seks bebas sebagai sumber penularan pertama dan utama HV/AIDS, juga terbukti di Indonesia. Kasus AIDS pertama ditemukan di Denpasar, Bali yang merupakan surga bagi penikmat seks bebas. Penyakit ini ditemukan pada seorang turis Belanda dengan kecenderungan homoseksual yang kemudian meninggal April 1987. Orang Indonesia pertama yang meninggal dalam kondisi AIDS juga dilaporkan di Bali, Juni 1988. Selanjutnya, Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan epidemi HIV/AIDS terkonsentrasi pada kelompok perilaku seks bebas.

Mengentikan Bola Salju HIV

Langkah menghentikan bola salju HIV adalah dengan melakukan penanganan tepat, sesuai akar masalah utamanya. Dengan diketahuinya seks bebas sebagai pintu utama penyebaran HIV, maka dapat dirunut juga akar masalah bagi problem tersebut di ranah individu, masyarakat, hingga negara. Pada ranah individu, seks bebas bisa menyebarluas lantaran kualitas keimanan yang tidak kokoh sehingga mudah tergiur tipuan kebahagiaan duniawi. Pada ranah masyarakat nampak dari tatanan kehidupan yang sekuleristik-materialistik, gaya hidup hedonis, serta rendahnya kepedulian sesama dalam konteks melaksanakan amar makruf nahi munkar. Dan pada ranah negara nampak pada tidak diberlakukannya kebijakan yang menjamin aman dan baiknya pergaulan laki-laki dan perempuan, belum tuntasnya problem kemiskinan sehingga ladang usaha berbahaya bagi kesehatan tetap dilakukan, serta belum diberlakukannya sanksi menjerakan pelaku kemaksiatan.

Apabila diringkas, semua itu dikarenakan tidak dipakainya aturan Allah ketika membuat aturan hidup. Sehingga pengabaian prosedur operasional dariNya menjadikan kesalahan praktik yang memantik kerusakan di berbagai sisi (Arruum: 41). Dan inilah yang lazim dilabeli sekular, menjadikan aturan Allah hanya di kotak ritual, sedangkan di selainnya dipasrahkan total pada manusia. Oleh karena itu paradigma berfikir untuk menyusun strategi penanggulangan haruslah fokus pada upaya mematikan akar masalahnya dan mata rantai penularannya.

Adapun langkah dapat dilakukan antara lain: pertama, mencegah kemunculan perilaku beresiko/penyimpangan perilaku sejak dini agar terlahir generasi baru yang bebas dari seks bebas dan narkoba. Upayanya adalah dengan mewujudkan keshalihan personal dan komunal masyarakat melalui edukasi, pemberlakuan aturan pergaulan yang benar, hingga pemberlakuan sanksi bagi yang melanggar. Kedua, membuat berhenti pelaku penyimpangan perilaku. Secara teknis dapat dilakukan dengan edukasi yang bersifat seruan, mewujudkan dukungan sistem untuk bisa berhenti seperti memastikan terpenuhi kebutuhan hidup, hingga ‘pemaksaan’ berupa sanksi tegas bagi yang tidak mau berhenti.  

Ketiga, bagi yang terbukti terinfeksi harus ditangani dengan ‘tepat’ termasuk dengan karantina yang sehat. Tanpa terjebak argumentasi bahwa karantina adalah perampasan hak. Sebab, jika berbicara hak, orang sehat yang jumlahnya lebih banyak dari penderita juga sama-sama memiliki hak tidak tertular. Untuk kepentingan pencegahan tiga langkah di atas, maka perlu melibatkan kerjasama yang apik dari sistem pendidikan, ekonomi, hukum, birokrasi, dan sosial budaya.

Semua elemen tersebut harus digerakkan melalui kebijakan politik agar memahami hakikat pergaulan bebas dan berkemauan kuat meninggalkannya. Semuanya mungkin jika serempak dilaksanakan dan didukung penuh dari ranah individu serta masyarakat. Dan keberadaan ketaqwaan di semua ranah adalah faktor penting yang membuat seseorang atau bahkan negara meninggalkan kemaksiyatan yang dilarang Allah, sehingga memang tidak bisa sekular dalam menyelesaikan kasus seperti ini. Artinya bola salju HIV harus dihentikan dengan menutup semua pintu pergaulan bebas dengan melibatkan konsep ilahiyah.

Dalam ajaran Islam secara ringkas diwujudkan dengan pemberlakuan sistem pergaulan Islam di sisi preventif dan sistem sanksi Islam di sisi kuratif. Juga diberlakukan sistem ekonomi Islam agar kebutuhan setiap individu terjamin merata, sehingga tidak ada alasan bermaksiyat lantaran himpitan ekonomi. Sehingga pada akhirnya, memang dibutuhkan penerapan sistem Islam sebagai penghenti gelindingan salju HIV secara total. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Rezim Teroris Assad dan Rusia Bunuh 387 Warga Sipil di Idlib Suriah

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bunuh 387 Warga Sipil di Idlib Suriah

Ahad, 29 Mar 2020 19:36

Saudi Sita 5 Juta Masker Medis yang Ditimbun Secara Ilegal

Saudi Sita 5 Juta Masker Medis yang Ditimbun Secara Ilegal

Ahad, 29 Mar 2020 19:15

Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Ahad, 29 Mar 2020 19:01

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Ahad, 29 Mar 2020 18:32

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Ahad, 29 Mar 2020 17:42

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Ahad, 29 Mar 2020 15:20

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Ahad, 29 Mar 2020 14:11

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Ahad, 29 Mar 2020 14:00

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ahad, 29 Mar 2020 13:13

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Ahad, 29 Mar 2020 13:00

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 12:02

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

Ahad, 29 Mar 2020 11:15

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Ahad, 29 Mar 2020 10:26

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Ahad, 29 Mar 2020 10:24

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Ahad, 29 Mar 2020 09:37

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Ahad, 29 Mar 2020 08:40

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Ahad, 29 Mar 2020 07:41

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Ahad, 29 Mar 2020 02:51


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X