Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.386 views

Direktur HRS Center: Usulan Komnas HAM Menyakiti Umat Islam

JAKARTA (voa-islam.com)--Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengusulkan agar masyarakat yang nekat beribadah di tempat ibadah diberi hukuman sosial, seperti membersihkan masjid se-kecamatan, memberi makan orang-orang yang membutuhkan selama 40 hari hingga membantu pemulasaran jenazah virus Corona (Covid-19).

Direktur HRS Center Abdul Chair Ramadhan menanggapi usulan sanksi Komnas HAM tersebut. “Usul Komnas HAM terkait dengan sanksi PSBB keterlaluan, sungguh ironis. Tidak sepantasnya usulan tersebut datang dari lembaga perlindungan HAM, namun justru malah bertentangan dengan perannya sebagai pembela hak-hak konstitusional warga negara,” ungkap Abdul Chair dalam keterangan tertulis kepada Voa Islam, Selasa (19/5/2020).

Menurut dia, dalam hal pembatasan kegiatan di luar rumah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan tidak ditemui adanya norma hukum larangan dan sanksi pidananya, termasuk juga dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Oleh karena itu, terhadap masyarakat yang tidak mengindahkan PSBB tidak dapat dilakukan proses hukum,” tegas dia. 

Abdul Chair mempertanyakan logika berpikir Komisioner Komnas HAM Choirul Anam yang mengusulkan sanksi tersebut.

“Dia itu mengerti hukum apa tidak? Atas dasar apa usulan tersebut dilontarkan? Ini menambah resah dan semakin menyudutkan umat Islam,” ungkap Abdul Chair yang juga pakar hukum tersebut.

Usulan itu, lanjut dia, jelas menyakiti perasaan umat Islam. Seakan-akan umat Islam yang beribadah di masjid atau mushala dianggap sebagai pelanggaran hukum dan karenanya harus diberikan hukuman.  Jadi, usulan tersebut sesat dan menyesatkan.

Perihal norma hukum larangan dan sanksi hukumnya, harus didasarkan pada ketentuan yang telah ada sebelumnya. Regulasi PSBB tidak ada menyebutkan norma hukum larangan dan sanksi pidana terhadap pelanggarnya.

Disebutkan juga, kata Abdul Chair, sanksi tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Lagi-lagi ini menunjukkan sesat pikir yang nyata.

“Bagaimana mungkin dapat diterima akal sehat, pendekatan kemanfaatan atas sanksi yang dimaksudkan? Kemanfaatan dalam perspektif hukum harus mendasarkan pada kekuatan berlakunya suatu peraturan. Peraturan menunjuk pada asas kepastian dan keadilan hukum,” ujar dia.

Dikatakan Abdul Chair, sepanjang regulasi PSBB tidak menyebutkan norma hukum larangan, maka tidak boleh ada tindakan berupa sanksi. Sebab itu melanggar asas kepastian dan keadilan hukum.

“Bagaimana mungkin usulan yang datangnya dari Komisioner Hak Asasi Manusia, tapi tidak mengerti sama sekali tentang apa dan bagaimana aksiologi hukum. Semakin jelas, ini menunjukkan ketidakcerdasan dan oleh karena itu diragukan kualitas keilmuannya,” pungkas Abdul Chair.* [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Uji Drone Pemantau Social Distancing

Rabu, 12 Aug 2020 21:00

 Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Orang Tua Harus Aktif Saat Pembelajaran di Rumah

Rabu, 12 Aug 2020 20:30

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rakyat sedang Susah, Tunda Kenaikan Tarif Tol

Rabu, 12 Aug 2020 20:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 13/08/2020 11:40

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?