Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.833 views

Tak Tebang Pilih, Anies Beri Sanksi HRS

 

Oleh

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

HABIB Rizieq punya magnet sosial. Fenomena ini terlihat dari penyambutan massa di bandara saat Habib Rizieq pulang dari Makkah. Ada puluhan, mungkin ratusan ribu massa yang menjemput Habib Rizieq.

Sepulang dari Makkah, massa terus berdatangan. Dimanapun Habib Rizieq berada massa memburu seperti semut mengerumuni gula. Begitulah faktanya. Antusiasme untuk bertemu dan melepas rindu kepada Habib Rizieq tak bisa dibendung lagi. Semua berebut untuk melihat, berdekatan dan bersalaman. Ada nuansa heroisme.

Hari-hari berikutnya, massa tetap berdatangan ke rumah Habib Rizieq. Mereka yang datang tidak hanya dari Jakarta dan wilayah Jawa. Banyak yang datang dari Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kabarnya, ada yang datang dari Papua.

Sambutan terhadap Habib Rizieq juga terjadi di Gadog Puncak, arah Mega Mendung, tempat dimana Habib Rizieq mendirikan pesantren. Keluar tol Ciawi, massa berjubel memenuhi seluruh jalan raya.

Sabtu kemarin, di rumah Habib Rizieq digelar acara pernikahan putrinya. Juga acara Maulid Nabi. Acara tersebut mengundang banyak massa. Mereka memanfaatkan momen terbuka ini untuk berjumpa dan bersalaman dengan Habib Rizieq.

Dalam acara walimah dan Maulid Nabi itu, kerumunan terjadi. Meski menggunakan masker, massa tak berjarak. Satu dengan yang lain berdesakan. Social distancing tak berlaku. Semangat untuk bertemu Habib Rizieq membuat massa lupa akan protokol kesehatan dan aturan PSBB. Mereka tak disiplin dan melanggar aturan kesehatan.

Aturan tetap aturan. Harus ditegakkan, kepada siapapun. Tak pandang bulu. Bagi Anies, Gubernur Jakarta ini, tak perlu ada dilema. Habib Rizieq salah, ya harus diberi sanksi.

Peraturan berlaku untuk semua. Untuk pegawai honorer Pemprov DKI yang dipecat, untuk Habib Rizieq, dan untuk masyarakat secara luas. Siapapun yang melanggar, aturan diberlakukan.

Habib Rizieq melanggar pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan, dan pergub Nomor 80 tentang PSBB. Sanksi atas pelanggaran kedua pergub ini adalah denda 50 juta rupiah.

Atas pelanggaran ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Kasatpol PP DKI melayangkan surat pemberian sanksi denda kepada Habib Rizieq. Surat Nomor 2250/-1.75 telah diterima, dibaca, lalu Habib Rizieq membayar denda tersebut. Cash!

Tidak tebang pilih, Anies menegakkan aturan untuk semua. Siapapun yang melanggar aturan pergub covid, maka akan diberikan sanksi. Tak peduli dia pejabat atau rakyat. Konglomerat atau tokoh masyarakat. Semua sama di depan hukum.

Anies, sebagai kepala daerah sudah tepat mengambil sikap tegas ini. Atas sanksi denda tersebut, Habib Rizieq berjiwa besar. Habib Rizieq bahkan mendukung langkah dan sikap tegas Anies ini.

Kalau Habib Rizieq gak diberi sanksi, bagaimana nantinya umat, semua bisa ikutan melanggar tanpa sadar. Kalau Anies gak tegakkan aturan, bagaimana dia bertanggung jawab di depan rakyat. Orang-orang yang pernah dapat denda bisa protes dan minta duitnya kembali. Berabe!

Jika pemimpin di Indonesia tegas dan adil, maka negeri ini memiliki harapan untuk menjadi negara besar. Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti Indonesia ini tak kunjung maju karena faktor penegakan hukum yang seringkali bermasalah. Produknya tumpang tindih dan penegakan hukumnya terbang pilih. Tak ada negara maju di dunia jika produk dan penegakan hukumnya bermasalah. Ini PR bagi para pemimpin dan para penegak hukum.

Meski punya hubungan baik, tak mengurangi ras hormat dan ta'dimnya kepada HRS, Anies, Gubernur DKI, tetap memiliki komitmen untuk menegakkan aturan yang berlaku. Apalagi, pergub Nomor 79 dan 80 Tahun 2020 ini dibuat dan ditanda tangani oleh Anies sendiri. Anies pasti tahu konsekuensi atas tanda tangannya. Ini bukti bahwa Anies telah membaca semua pasal di dalam aturan itu sebelum dia tanda tangan. Emang ada yang tanda tangan sebelum baca? Jangan nyindir!

Menerima surat denda, Habib Rizieq bersedia mematuhinya. Pendiri FPI ini menyadari kesalahan itu, dan dengan suka rela telah membayar denda tersebut. Lunas! Sebagai warga negara yang baik, Habib Rizieq menyatakan akan selalu taat pada aturan yang berlaku. Tak mengelak, tak membantah, apalagi lari dari hukuman. Habib Rizieq bukan Harun Masiku. Kader PDIP yang menghilang setelah ditetapkan jadi tersangka oleh KPK. Bukan juga Djoko Djandra, koruptor yang bisa mengatur para pejabat hukum.

Sikap Habib Rizieq ini bisa jadi panutan buat seluruh masyarakat Indonesia. Ketaatan pada hukum adalah hal paling utama dalam bernegara. Dari sini ketertiban sosial akan terajut, dan kebangkitan bangsa punya optimisme untuk terwujud.

Penegakan hukum di Indonesia selama ini sangat memprihatinkan. Ada kesan tebang pilih. Lawan dihakimi, kawan dilindungi. Orang kaya dinegoisasi, yang miskin masuk bui. Institusi hukum tak banyak bisa diharapkan keadilannya. Harus dirombak.

Anies dan Habib Rizieq memberi contoh yang sangat baik untuk bangsa ini. Meski keduanya berkawan, hukum tetap harus ditegakkan. Ini berlaku juga kepada yang lain. Tak pandang bulu.

Pemimpin sejati bukanlah orang yang hanya bisa tegas kepada lawan, tapi lembek di depan kawan. Seseorang yang belum bisa bersikap adil kepada kawan dan lawan, dia bukan pemimpin, tapi orang yang sedang berkuasa.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Latest News
PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

PB Pemuda Muslimin Indonesia Minta KPK Segera Periksa Puan dan Tangkap Herman Hery

Kamis, 28 Jan 2021 09:19

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

PKS Desak PLN Tetap Jaga Stabilitas Operasional Meski Harga Batu Bara Naik

Kamis, 28 Jan 2021 08:56

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Partai Gelora Tolak PT 5 persen, Mahfuz: 4 persen Saja Tidak Mudah Mencapai

Kamis, 28 Jan 2021 08:32

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Berlakukan Zakat Pengurang Pajak di Aceh

Kamis, 28 Jan 2021 07:56

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Gerakan Wakaf Nasional Itu Ambivalensi Rezim Jokowi?

Kamis, 28 Jan 2021 07:20

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Tembus 1 Juta Kasus, Fahira: Kecepatan Virus Bisa Diimbangi Penguatan 3T dan Pembatasan Mobilitas

Kamis, 28 Jan 2021 06:56

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Kamis, 28 Jan 2021 04:06

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Kamis, 28 Jan 2021 04:02

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Jubir Kesehatan UEA: Orang Perlu Divaksin COVID-19 Setiap Tahun

Rabu, 27 Jan 2021 21:35

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Lampaui 100 Juta

Rabu, 27 Jan 2021 20:35

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Zalim kepada HTI atau Anti Islam?

Rabu, 27 Jan 2021 15:33

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Jangan Berhenti Berbuat Baik Meski Lelah Menghampiri

Rabu, 27 Jan 2021 15:24

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Waspada Politik Belah Bambu di Balik Narasi Kontra Ekstremisme

Rabu, 27 Jan 2021 15:09

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Polisi Israel Kembali Terlibat Bentrok dengan Yahudi Ultra-Ortodoks di Yerusalem

Rabu, 27 Jan 2021 15:00

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Turki Hadapi Musuh Jihadis Misterius di Idlib

Rabu, 27 Jan 2021 14:30

Taubat Politik Jusuf Kalla

Taubat Politik Jusuf Kalla

Rabu, 27 Jan 2021 12:10

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Rabu, 27 Jan 2021 11:53

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Presiden dan Kapolri Baru, Kunci Penuntasan Pembunuhan Laskar FPI

Rabu, 27 Jan 2021 11:51

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Larangan Masuk ke Indonesia Masih Berlaku, Legislator Pertanyakan Kedatangan WNA China

Rabu, 27 Jan 2021 11:10

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Menyikap Tabir Bukan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Pembunuhan Enam Laskar

Rabu, 27 Jan 2021 10:50


MUI

Must Read!
X