Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.035 views

Menimbang Klaim Pembelaan Terpaksa Dalam Penembakan Enam Laskar FPI

 

Pada prinsipnya pembelaan terpaksa harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 49 Ayat (1) KUHP. 

Oleh:

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H. || Direktur HRS Center


SESUAI dengan judul tulisan ini, klaim pembelaan terpaksa didasarkan pada keterangan pihak Polda Metro Jaya. Disisi lain alasan pembelaan terpaksa dipertanyakan oleh banyak pihak. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis normatif yuridis guna menilai klaim dimaksud.

Perbuatan pidana dimaksudkan sebagai perbuatan yang dilarang undang-undang pidana dan kepada pelakunya diancam sanksi pidana. Penjatuhan pidana sebagaimana yang diancamkan didasarkan adanya ‘kesalahan’ (mens rea) pelaku tindak pidana. Kesalahan sebagai unsur subjektif merupakan dasar pertanggungjawaban pidana. Seseorang tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana, jika pada dirinya tidak ada kesalahan. Tanda konkrit adanya kesalahan menunjuk pada ‘kesengajaan’ (dolus) dan ‘kealpaan/kelalaian’ (culpa). Menurut Memorie van Toelichting, kesengajaan itu adalah 'menghendaki' dan 'mengetahui' (willens en wetens). Maksudnya, seseorang yang melakukan suatu perbuatan dengan sengaja itu, haruslah menghendaki (willens) apa yang ia perbuat dan harus mengetahui pula (wetens) apa yang ia perbuat tersebut beserta akibatnya.

 
Sementara KUHP menentukan keadaan-keadaan tertentu yang memungkinkan seorang pelaku tindak pidana tidak dapat dipertanggungjawabkan pidana. Dengan kata lain, perbuatan dalam situasi khusus yang memenuhi persyaratan tidak dapat dijatuhi pidana.  Disini, beberapa perbuatan yang bersifat ‘melawan hukum’ (wederrechtelijk) dikecualikan dari ketentuan hukum pidana, sebab adanya alasan penghapus pidana. Alasan penghapus pidana diantaranya adalah ‘pembelaan terpaksa’ (noodweer) dan ‘pembelaan terpaksa yang melampui batas’ (noodweerexces). Dengan demikian, hakim memberikan putusan bebas. Terhadap pelaku tidak dapat dipertanggungjawabkan, dikarenakan adanya alasan penghapus pidana tersebut. Pada pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa yang melampui batas sangat terkait dengan klaim pihak Kepolisian (in casu Polda Metro Jaya) dalam penembakan para pengawal Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB HRS).
 
Pada prinsipnya pembelaan terpaksa harus memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 49 Ayat (1) KUHP. Begitupun pembelaan pembelaan terpaksa yang melampui batas harus merujuk pada ketentuan Pasal 49 Ayat (2) KUHP. Pasal 49 Ayat (1) KUHP menyebutkan:
“Barang siapa melakukan perbuatan, yang terpaksa dilakukannya untuk mempertahankan dirinya atau diri orang lain, mempertahankan kehormatan atau harta benda sendiri atau kepunyaan orang lain, dari pada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan segera pada saat itu juga, tidak boleh dihukum”.
 
Rumusan demikian menekankan adanya serangan langsung yang mengancam seketika. Maksudnya, antara adanya serangan dan saat pembelaan dilakukan dalam waktu yang tidak berlangsung lama. Dipersyaratkan, pembelaan yang dilakukan disebabkan tidak ada upaya lain untuk menghindari serangan tersebut.

Oleh karena itu, sedapat mungkin dilakukan upaya menghindar. Ketika upaya menghindar tidak dapat dilakukan, maka barulah pembelaan terpaksa dapat dilakukan. Tegasnya upaya menghindar merupakan suatu keharusan. Kemudian menyangkut sifat pembelaan itu sendiri, dipersyaratkan harus proporsional. Pembelaan itu harus seimbang dengan serangan yang dialami. Tidak dapat dibenarkan pembelaan melebihi (melampui) dari serangan.
 
Jika pembelaan terpaksa digolongkan sebagai alasan pembenar, maka pembelaan terpaksa yang melampui batas – sesuai dengan sifatnya – merupakan alasan pemaaf.  Pasal 49 Ayat (2) KUHP menyebutkan: “Melampui batas pertahanan yang sangat perlu, jika perbuatan itu dengan sekonyong-konyong dilakukan karena perasaan terguncang dengan segera pada saat itu juga, tidak boleh dihukum”. Pada pembelaan terpaksa yang melampui batas dipersyaratkan harus adanya situasi yang sama pada pembelaan terpaksa sebagaimana dijelaskan di atas.

Kemudian, terhadap situasi yang demikian harus timbul kegoncangan jiwa yang demikian hebat akibat adanya serangan. Dapat dikatakan, terjadinya pembelaan sebagai akibat langsung dari kegoncangan jiwa yang hebat itu, sehingga ia tidak mampu menahan goncangan jiwanya. Artinya, ada hubungan kausalitas antara kegoncangan jiwa dengan serangan seketika.
 
Kembali pada kasus penembakan terhadap pengawal IB HRS sebagaimana disampaikan oleh pihak Kepolisian, telah terjadi tembak-menembak. Terlepas adanya perbedaan versi kronologis, namun mengacu kepada persyaratan pembelaan terpaksa sebagaimana disebutkan Pasal 49 Ayat (1) KUHP, yakni keharusan menghindar ternyata tidak terpenuhi.

Sepatutnya, upaya menghindar dilakukan, terlebih lagi kemampuan untuk itu tersedia. Tidak dapat dikatakan terpenuhi syarat pembelaan terpaksa, selama masih mampu menghindar.  Kemudian, terhadap keempat orang pengawal IB HRS yang dimasukkan ke dalam mobil, pihak Kepolisian mengatakan adanya penyerangan dan upaya perebutan pistol dan oleh karenanya dilakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan.

Lagi lagi, ini pun tidak sesuai dengan persyaratan pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa yang melampui batas. Persyaratan proporsionalitas tidak terpenuhi. Dikatakan demikian oleh karena tidak terdapat kondisi yang seimbang. Para pengawal IB HRS dalam keadaan tidak bersenjata. Hal ini menunjukkan kondisi yang tidak seimbang.  Terlebih lagi, tidak dilakukan upaya pelumpuhan, namun yang terjadi justru tembakan yang mematikan. Menjadi jelas pembelaan yang dimaksudkan melampui dari serangan.
 
Lebih lanjut, jika asumsikan adanya kegoncangan jiwa yang demikian hebat akibat serangan dan upaya merebut pistol ternyata juga tidak memenuhi persyaratan. Bagaimana mungkin terjadi kegoncangan jiwa yang hebat seketika itu, jika terhadap para pengawal IB HRS tidak dilakukan tindakan pengamanan sebelumnya dengan pemborgolan.

Lebih dari itu, bagaimana mungkin dapat didalilkan adanya hubungan kausalitas antara kegoncangan jiwa yang hebat dengan serangan seketika tersebut. Tindakan yang tidak seimbang sangat jauh dari kegoncangan jiwa. Serangan seketika harus berhadapan dengan kegoncangan jiwa yang tiba-tiba pula. Serangan tangan kosong dan upaya perampasan pistol yang didalilkan bukanlah serangan yang menimbulkan kegoncangan jiwa yang demikian hebat.
 
Pada akhirnya, klaim Polda Metro Jaya bahwa penembakan berujung maut dilakukan karena pembelaan terpaksa masih sebatas asumsi. Pembuktian terpenuhi atau tidaknya pembelaan terpaksa maupun pembelaan terpaksa yang melampui batas itu harus dibuktikan di depan sidang Pengadilan. Pada akhirnya, Pengadilan yang berhak memutuskannya berdasarkan ketentuan Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP. Pengadilan dimaksud tentunya adalah Pengadilan HAM. Harapan rakyat, segerakanlah Pengadilan HAM guna tegaknya “kepastian hukum yang adil“. Untuk itu Komnas HAM tidak boleh kalah!*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59


MUI

Must Read!
X