Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.902 views

Nestapa Generasi Muda Tanpa Pendidikan Agama

 

Oleh:

Puput Hariyani, S.Si*

 

PRO dan kontra usulan penghapusan mata pelajaran agama masih ramai diperbincangkan publik. Usulan itu disampaikan oleh Setyono Djuandi Darmono atau orang mengenal dengan sebutan S.D. Darmono yang menyebut, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orang tua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah (Fajar.Co.Id). Menurutnya, pendidikan agama dianggap menyebabkan perpecahan diantara siswa serta maraknya politik identitas, radikalisme, intoleransi tidak masuk akal dan cenderung berhalusinasi. Bahkan ia menyebut hal ini justru berbahaya bagi keutuhan bangsa (TimesIndonesia).

Sontak saja usulan ini mendapatkan kecaman dari salah satu praktisi pendidikan di Banyuwangi, Fajar Isnaini yang merupakan dosen STES Ihya’ulumuddin, Banyuwangi. Beliau mengungkapkan, “Usulan untuk menghapus pendidikan agama tidak memahami semangat nasionalisme Indonesia yang juga mempunyai nilai religious. Sesuai dengan yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945, Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa, Pasal 29 UUD 1945 tentang Hak Beragama, Pasal 31 UUD 1945 tentang Pendidikan Nasional” (TimesIndonesia).

            Turut merespon beragam pemberitaan, masyarakatpun dibuat semakin bertanya-tanya. Bagaimana mungkin negeri yang penduduknya mayoritas muslim, negeri yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan teriakan takbir yang menggelora, negeri yang mengalirkan darah syuhada ketika merebutnya dari penjajahan akan menghapus pelajaran agama? Jelas saja Fajar mengatakan bahwa justru ini sama halnya dengan tidak menghargai Founding Father yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa ini.

Muncul pula pertanyaan, yang hendak dihapus itu mata pelajaran pendidikan agama apa? Mata pelajaran pendidikan agama Islam atau mata pelajaran pendidikan agama lain? Atau semua mata pelajaran pendidikan agama? Lantas benarkah ada jaminan jika pendidikan agama dihapus akan membawa kebaikan untuk generasi negeri ini atau justru malapetaka?

 

Urgensi Pendidikan Agama

Berkaca dari negeri-negeri sekuler (negeri yang memisahkan agama dengan urusan kehidupan) sekalipun seperti Inggris misalnya, bahkan disana sama sekali tidak meniadakan pelajaran pendidikan agama. Apalagi negara kita berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa. Justru aneh jika usulan mata pelajaran pendidikan agama akan dihapus. Pendidikan agama tentu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan generasi yang bertakwa. Generasi yang takut kepada Allah. Bermoral dan berbudi pekerti yang baik.

Hari ini betapa kita menyaksikan dekadensi moral generasi sangat memprihatinkan. Berbagai tindak kriminal senantiasa menghiasi berbagai portal berita baik cetak maupun online. Mulai dari narkoba, miras, seks bebas, aborsi, HIV/AIDS, LGBT, tawuran, berani kepada guru, pembunuhan, pembegalan, dan seambreg masalah lainnya. Tentu dibutuhkan peran agama untuk mengerem tindakan amoral tersebut.

Generasi muda hari ini adalah pemimpin dimasa yang akan datang. Jika hari ini mereka sudah rusak, tak ayal ketika kelak mereka diberi amanah memimpin negeri akan banyak terjadi kerusakan. Semisal korupsi yang merajalela, memutuskan hukum tidak sesuai dengan tuntunan agama, berani merampok sumber daya alam yang ada, semua itu berani dilakukan karena sudah tidak tertanam lagi jiwa takwa. Jiwa takut akan hisab Allah sudah tercerabut.

Berbeda jika ketakwaan itu terwujud dalam jiwa seseorang. Maka dia hanya akan takut kepada Allah. Pertimbangannya adalah halal dan haram. Oleh karenanya penghapusan pendidikan agama justru akan membahayakan negara karena fungsi pembentukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bertakwa mustahil terwujud.

Wacana penghapusan pendidikan agama dengan tuduhan akan memicu radikalisme juga bertentangan dengan Undang-Undang Pasal 12 ayat (1) huruf a. UU Sisdiknas secara tegas menyebutkan bahwa anak didik berhak mendapatkan pelajaran pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Selain bertentangan dengan UU Sisdiknas, wacana penghapusan pelajaran pendidikan agama sesungguhnya adalah efek dari Islamfobia dan tentu upaya untuk menjauhkan Indonesia dari Islam. Yakni merajalelanya virus sekulerisme dan liberalisme. Dua virus ini sejatinya akan meniadakan eksistensi agama dalam kehidupan. Agama hanya akan dipakai dalam ranah privat sementara dalam ranah public peran agama dibungkam. Bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari rusaknya bangsa-bangsa ketika meniadakan peran agama dalam ranah kehidupan umum?

Karenanya, wacana atau usulan penghapusan ini harus dipertimbangkan baik-baik. Meskipun hanya sekedar wacana jangan sampai dianggap remeh karena hal itu menunjukkan kualitas pemikiran yang ada. Jangan gegabah mengambil keputusan, harus dipikir secara matang dan memikirkan masa depan generasi muda, masyarakat dan masa depan bangsa ini.

Sehingga harus diakui bahwa peran agama sangat urgen untuk mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) bertakwa. Jangan sampai mata pelajaran agama dihapuskan bahkan seharusnya ditambah intensitasnya. Jikalau pelajaran agama hendak dihapuskan bisa jadi sah-sah saja tetapi dengan catatan khusus, apabila pelajaran agama mewarnai seluruh mata pelajaran yang ada.

Pertanyaannya adalah mampukah negara kita mengkonsep sistem pendidikan yang mengintegralkan pelajaran agama dalam seluruh mata pelajaran? Ruh agama ada dalam setiap mata pelajaran, sains misalnya dikaitkan dengan agama, sejarah dikaitkan dengan agama, dll. Sekalipun dalam kurikulum K13 konon katanya ada KI dan K2. Namun benarkah hal tersebut benar-benar terealisasi. Apakah tindakan amoral generasi menurun? Pada faktanya kerusakan justru semakin meluas.

Oleh karena itu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk berupaya mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bertakwa. Generasi Rabbani sekelas para generasi muslim di masa kejayaannya. Tak hanya menguasai ilmu agama tapi menjadi pelopor peradaban dunia, peletak dasar ilmu pengetahuan. Sebut saja diantaranya Ibnu Bathutah, Ibnu Sina, Al Kawarizmi, Ibnu Firnas, dll.

Mereka akan dilahirkan tentu dengan sistem pendidikan yang berasaskan akidah Islam. Ketika asupan agama menjadi pondasi dan landasan. Sistem pendidikan ini adalah turunan dari sistem kehidupan yang menerapkan Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Dengannya kerahmatan bagi seluruh alam akan segera terwujud. Wallahu’alam bi ash-showab.* Penulis guru MTs di Jember, Jawa Timur.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Bandara Belum Ditutup, Tgk Irawan Abdullah Minta Pemerintah Aceh Sediakan Tempat Karantina Khusus

Ahad, 29 Mar 2020 19:01

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Bersikap Adil Menghadapi Virus Corona

Ahad, 29 Mar 2020 18:32

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Update 29 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1285 Positif, 64 Sembuh, 114 Meninggal

Ahad, 29 Mar 2020 17:42

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Aplikasi Pelacak Virus Corona Buatan Anak Negeri Tersedia Pekan Depan

Ahad, 29 Mar 2020 15:20

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Ahad, 29 Mar 2020 14:11

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Aduan Wartawan Terjangkit Corona Tak Ditanggapi, Politisi Ini Minta Jokowi Tutup Akun Medsos

Ahad, 29 Mar 2020 14:00

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Haedar Nashir Sebut Kalau Tenaga Medis Berguguran, Tak Ada Lagi Benteng Terakhir Hadapi Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 29 Mar 2020 13:18

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ternyata, 70% penyakit di Indonesia akibat Sihir, yuk Sembuhkan ala Quantum Al Fatihah

Ahad, 29 Mar 2020 13:13

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Tak Kalah Ganas dari Corona, 90% sakit karena Pikiran Lho, atasi dengan Crabstiq

Ahad, 29 Mar 2020 13:00

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Masih Kurang, Menag Tawarkan Asrama Haji di Indonesia untuk RS Covid-19

Ahad, 29 Mar 2020 12:02

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

UEA Berlakukan Denda Baru Bagi Orang yang Tidak Patuhi Aturan Karantina Selama Wabah Corona

Ahad, 29 Mar 2020 11:15

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun, Terlalu...

Ahad, 29 Mar 2020 10:26

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Kasus Corona, 25 Hari Tembus Empat Digit

Ahad, 29 Mar 2020 10:24

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Bayar Pajak, Malah Diminta Sumbang Pemerintah

Ahad, 29 Mar 2020 09:37

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Di Tengah Wabah Corona, Pemimpin Menyakiti Rakyatnya

Ahad, 29 Mar 2020 08:40

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Atasi Wabah Corona, Pemerintah Diimbau Tidak Berutang pada IMF dan World Bank

Ahad, 29 Mar 2020 07:41

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Ahad, 29 Mar 2020 02:51

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 22:00

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Sabtu, 28 Mar 2020 21:50


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X