Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.503 views

Ada Liberalisasi Dibalik #NoHijabDay

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

MIRIS. Keluarnya pernyataan bahwa “muslimah tidak wajib berhijab atau berjilbab” yang dipromotori oleh istri presiden ke-4 ternyata menjadi kesempatan empuk bagi orang-orang liberal dalam menjalankan misinya. Semakin hari, dunia semakin menunjukkan gelagat para liberal yang sesungguhnya. Dan kini, muncul kelompok liberal lainnya yang mengatasnamakan ‘Hijrah Indonesia’ dengan membawa racun kebebasan atas nama ‘budaya’.

Liciknya, kelompok liberal ini selalu mengambil istilah Islami untuk menggolkan setiap misi yang dijalankannya. Tidak tanggung-tanggung mereka memakai kata ‘Hijrah’ dalam menamai kelompoknya meskipun gerakannya bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal yang dimaksud hijrah dalam Islam adalah berpindah dari keadaan buruk menuju keadaan yang lebih baik.

Namun pengertian tersebut mengalami pergeseran makna karena digunakan oleh kelompok liberal yang secara tegas menentang syariat Islam. Kelompok itu sangat jelas dan terang-terangan menolak ajaran Islam dan menyeru pada kemaksiatan. Mereka mengajak wanita muslim yang menggunakan hijab untuk melepaskannya dengan rasa bangga.

Sebagaimana yang dilansir di MySharing.com (30/1) bahwa mereka mengadakan kampanye “No Hijab Day” setiap tanggal 1 Februari. Kampanye ini dilakukan sejak tahun 2014 yang dipelopori oleh Yasmine Mohammad yang digelar melalui media sosial. Dan tepat pada hari ini, 01 Februari 2020, mereka mengadakan sayembara “Hari Tanpa Hijab” dan mengajak para muslimah agar membuka hijabnya dan berfoto.

Acara lomba maksiat ini juga dirayakan oleh kelompok yang menamakan komunitasnya sebagai ‘Hijrah Indonesia’. Dalam penjelasannya, Hijrah Indonesia menulis, “Karena itulah, Hijrah Indonesia mengajak Anda para perempuan Indonesia baik Muslim maupun bukan Muslim untuk meramaikan #NoHijabDay dengan menayangkan foto-foto Anda berbusana dengan nuansa Indonesia dengan memperlihatkan kepala Anda tanpa memakai hijab/jilbab/ niqab/cadar/kerudung dan semacamnya di akun media sosial Anda, baik instagram, facebook, maupun twitter dan blog Anda dengan hashtag #NoHijabDay dan #FreeFromHijab pada 1 Februari 2020”.

Lebih sesatnya lagi, hasil foto tanpa hijab itu diperlombakan untuk diposting di media sosial yang mereka miliki dengan ketentuan usia 15-55 tahun. Siapa yang terbaik dalam melecehkan syariat berhijab, maka ia akan menjadi pemenangnya. Akan dipilih 3 orang pemenang terbaik versi kelompok ‘penyeru kemaksiatan’.

Kampanye Liberalisasi

Bersembunyi dibalik kata ‘Hijrah’ dan slogan-slogan menyesatkan, para kaum liberal mengajak muslimah agar menanggalkan pakaiannya. Secara tidak sadar, para muslimah distimulus untuk bangga terhadap produk Barat. Sekaligus mengajak kaum muslimah mengadopsi ide liberalisme (kebebasan) yang lahir dari rahim sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan).

Menyebarkan ide menyesatkan ke khalayak ramai tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka wajar jika dalam mengkampanyekan ide liberal ini, mereka mengiming-imingkan hadiah menarik bagi muslimah yang rela menanggalkan hijabnya. Membuat muslimah yang lemah imannya terperdaya dan dengan rela membuka auratnya tanpa merasa berdosa.

Ada upaya untuk melecehkan dan meliberalisasi ajaran Islam dalam perayaan “No Hijab Day” ini sehingga perlu diwaspadai oleh kaum muslim. Segala upaya dilakukan oleh kelompok berhaluan liberal untuk mendistorsikan Islam dan ajarannya. Bahkan, mereka berupaya mengaburkan makna hijrah yang sesungguhnya dengan lantang menyerukan agar muslimah menanggalkan hijabnya.

Mereka menyuguhkan slogan manis atas nama emansipasi dan isu gender. Menggambarkan para muslimah seakan terkekang dengan syariat berhijab di dalam Islam. Seolah-olah menjadi penolong di siang bolong, maka dimunculkanlah ide kebebasan untuk menghalau syariah Islam. Iya, mereka adalah penolong bagi wanita muslim yang merasa terkekang oleh agamanya. Lebih tepatnya, penolong bagi mereka yang suka bermaksiat.

Sejatinya ide kebebasan inilah yang menjerumuskan wanita dalam jurang kemaksiatan. Merayu dengan slogan indah, namun menyesatkan. Bahkan mematikan akal sehat beserta bathinnya dalam memandang sebuah kebenaran yang hakiki. Maka untukmu wanita muslim, berhati-hatilah dengan kampanye manusia liberal dan munafik ini. Karena sesungguhnya, kampanye “No Hijab Day” adalah seruan setan yang berwujud manusia.

Hal ini dikatakan oleh Ustaz Willyuddin A.R. Dhani dari Komunitas Cinta Tauhid dan Cinta Qur’an, Bogor. Ustaz Dhani yang juga aktivis Islam Nasional ini berpesan, bahwa “No Hijab Day” adalah ajakan dari setan-setan dari golongan manusia, dan jangan ikuti kampanye mereka, karena sesungguhnya mereka itu hanya akan mengajak golongannya untuk menjadi calon penghuni neraka”, kata Ustaz Dhani kepada MySharing melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/1).Ustaz Dhani mendasarkan sarannya ini pada (QS. Al-An’am 6: 70) yang berbunyi:

“Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur’an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.”Wallahu a’lam bish-shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X