Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.377 views

Perempuan antara Deklarasi Beijing+25 dan Badai Covid-19

 

Oleh : Dessy Fatmawati, S.T

 

“Ada 25 tenaga medis yang di Jakarta yang terkonfirmasi positif COVID-19, satu meninggal," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Dalam menghadapi covid-19 tidak ada perbedaan pendapat di kalangan pemangku kebijakan, segenap nakes, ulama dan kaum intelektual bahwa covid-19 ini tidak bisa ditangani menggunakan standar biasa. Harus dikerahkan seluruh daya upaya untuk mengakhirinya. Seruan untuk social distracting (jaga jarak sosial), lockdown (mengunci kota), dan tes massal terus menggema dari berbagai kalangan.

Per 21 Maret BNPB mengumumkan jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia berjumlah 450 orang dengan 20 orang sembuh dan 38 meninggal dunia. Tim peneliti dari ITB memperkirakan adanya pergeseran puncak pandemi yang awalnya akhir Maret menjadi pertengahan April. Hal ini karena data yang berhasil dihimpun lebih mirip kasus di USA dibanding di Korea Selatan.

Di tengah dominasi informasi covid-19 yang bersliweran di berbagai lini media, bulan Maret sebetulnya adalah momen peringatan tahunan persebaran ide feminisme sejak tahun 1913. Terlebih pada tahun 2020 adalah tepat peringatan 25 tahun Deklarasi dan Kerangka Aksi Beijing oleh PBB. Dimana tahun 1995 terdapat 189 negara, termasuk belasan negeri-negeri Muslim memyepakati dokumen yang bertujuan peningkatan kesetaraan gender dalam 12 “Bidang Perhatian Kritis”.

Tahun 2020 sebetulnya adalah momentum tepat menagih janji bagaimana perjuangan ini telah bergulir selama 114 tahun sejak pencanangannya dan 25 tahun sejak deklarasi Beijing. Apakah benar bahwa ‘ketidaksetaraan’ adalah biang masalah bagi perempuan? Sebelum badai covid-19 menyerang, dari sisi belitan kemiskinan World Population Review menyatakan masih ada 68 negara yang memiliki angka ketimpangan lebih tinggi dari 145 negara yang disurvei. Termasuk Singapura, Hong Kong, Arab Saudi, bahkan Malaysia dan Thailland (Pertemuan tahunan World Economic Forum 2020 di Davos).

Bank Dunia mencatat bahwa tingkat kemiskinan di beberapa wilayah di Indonesia pada 2019 masih tinggi, terutama di wilayah Indonesia timur. Padahal diketahui memiliki aset kekayaan alam berlimpah, seperti Freeport di Papua.

Laporan Oxfam mengungkapkan, bagaimana pemerintah memperburuk ketidaksetaraan dengan menyediakan dana terbatas untuk pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, pemerintah gagal meningkatkan pembayaran pajak untuk orang kaya maupun perusahaan besar. Meskipun perempuan dan anak perempuan menjadi pihak paling terpukul akibat peningkatan ketidaksetaraan ekonomi ini. Sesungguhnya kemiskinan menimpa seluruh rakyat baik laki-laki maupun perempuan.

Dari sisi kekerasan seksual, ‘ketidaksetaraan’ hampir selalu ditarik menjadi akar masalah kekerasan seksual pada perempuan. Namun data berbicara lain. Kekerasan seksual ini juga dialami oleh laki-laki. "3 dari 5 perempuan mengalami pelecehan di ruang publik. Sementara 1 dari 10 laki-laki juga mengalami pelecehan di ruang publik," kata relawan Lentera Sintas Indonesia, Rastra Yasland.

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Preventive Medicine tahun 2018 menyatakan hampir 1 dari 18 wanita dan 1 dari 40 pria pernah mengalami pelecehan di tempat kerja. Sebuah penelitian di AS menyebutkan, hampir 7 juta wanita dan 3 juta pria pernah mengalami penyerangan seksual yang tidak diinginkan oleh bos, supervisor, rekan kerja, pelanggan bahkan klien.

Nasib perempuan setelah covid-19 masuk ke Indonesia

Kegagapan pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 ini membawa perempuan pada kondisi ‘simalakama’. Feminisme yang selama ini berada dalam naungan kapitalisme telah menggariskan bahwa dalam mengejar ‘kesetaraan’, konsekuensi logis yang harus terjadi adalah perempuan dicetak menjadi pekerja. Sama sekali tidak ada cetakan sebagai istri terlebih ibu generasi. Efek dominonya adalah kaum lelaki merasa tidak perlu ada tanggung jawab nafkah bagi perempuan yang telah ‘mandiri’ yang menjadi tanggungannya. 

Kebijakan setengah lockdown dengan meliburkan anak-anak dari sekolah membongkar kegagapan perempuan dalam mendidik anak terlebih yang belum baligh. Tersebar keluhan demi keluhan bahwa para ibu kelimpungan dan kewalahan menghadapi kondisi anak masing-masing. Pun demikian anak bersuara perihal bundanya lebih galak, lebih tidak sabar, lebih buruk dalam mengajar dibanding guru mereka di sekolah. Namun apa daya, kegagapan ibu ini didiamkan oleh aktivis feminisme dan negara demi label negara yang komitmen pada kesetaraan gender.

Kondisi berikutnya, ketelibatan perempuan dalam penanggung nafkah menempatkan perempuan terpapar langsung persebaran virus covid-19 ini. Gaungan lockdown yang terus bergulir membuat kecemasan memburuk di kalangan perempuan. Meski para perempuan bekerja ini memiliki potensi tinggi menjadi carrier virus covid-19 hingga sakit, namun semua itu diterabas demi sesuap nasi. Tentu saja hal ini diamini aktivis feminisme dan negara atas nama pertumbuhan ekonomi.

Jika saja, perempuan dibiarkan di dalam koridornya, tidak dipaksa keluar jalur, tak memaksakan sesuatu yang mustahil didapatkan, maka tak ada ibu yang gagap mendidik generasi yang lahir dari rahimnya sendiri. Pun tidak ada perempuan yang harus antara hidup dan mati demi titel berpenghasilan dan pertumbuahan ekonomi.

[Mari Kembali ke Illahi] – Sudah cukup klaim-klaim kesetaraan gender ditelan oleh perempuan. Sudah cukup perjalanan perjuangan yang berusia seratus tahun lebih digenggam. Nyatanya bahkan dengan deklarasi Beijing pun nasib perempuan tak pernah beranjak lebih baik. Pandangan penyelesaian kehidupan yang berasaskan gender harus diubah dan diganti ke pandangan yang lebih tepat; yakni memandang manusia, baik laki-laki dan perempuan dengan sudut pandang hamba. Sebagai hamba yang lemah dan terbatas, yang memiliki Tuhan yang Maha Kuasa.

Sebaran covid-19 di negeri-negeri muslim membawa hikmah. Bisa jadi peristiwa ini adalah teguran. Teguran bagi hamba yang berlagak menjadi Tuhan dengan seenaknya membuat aturan sesuai hawa nafsu mereka.

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”

Dalam Islam telah ada koridor aturan khusus bagi perempuan dan laki-laki. Meski nampak mustahil, nyatanya covid-19 memaksa perempuan ‘kembali ke rumah’, hadir untuk putra-putrinya. Pun makhluk Allah bernama covid-19 menjadikan sholat jamaah menjadi sedemikian langka, mewah dan berharga bagi kaum laki-laki.

Sehingga ketika perempuan sudah dipersiapkan sejak awal menjadi ummu warobatul bait dan ummu madrosatul ula seperti yang diwajibkan dalam Islam, maka tak ada kekhawatiran ketika anak-anak kembali ke rumah, karena akan tetap mendapatkan pendidikan terbaiknya. Bukan tergagap kebingungan bagaimana menghadapi lockdown di rumah atau bahkan stress dibuatnya. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Senin, 13 Jul 2020 11:25

Mulai dari Rieke Pitaloka

Mulai dari Rieke Pitaloka

Senin, 13 Jul 2020 05:18

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Ahad, 12 Jul 2020 21:45

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ahad, 12 Jul 2020 21:22

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

Ahad, 12 Jul 2020 21:15

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Ahad, 12 Jul 2020 21:05

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ahad, 12 Jul 2020 20:45

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Ahad, 12 Jul 2020 20:25

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Ahad, 12 Jul 2020 20:22

 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Jum'at, 10/07/2020 20:36

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik