Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.480 views

Tragedi Srebrenika, Bukti Umat Butuh Perisai

 

Oleh: Halimah

Tragedi Srebrenika dan perang Bosnia menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi anak-anak kita. Dari tragedi ini terlihat bahwa tanpa Khilafah Negeri muslim akan terus menjadi medan pertarungan kepentingan negara besar yang tak segan mengorbankan ribuan nyawa kaum muslimin.

Tragedi ini menjadi bukti tidak adanya perlakuan adil PBB terhadap negara berpenduduk muslim. PBB menjadi alat legitimasi kebengisan segelintir penjahat untuk memuaskan nafsu kedengkiannya terhadap Islam dan kaum kaum muslimin.

Tepatnya bulan Juli tahun 1995 pembantaian besar-besaran nyawa kaum muslimin dilakukan oleh penjahat perang Bosnia tanpa belas kasihan oleh Ratko Mladik, komandan unit Serbia-Bosnia.

Pembantaian tidak berhenti selama 10 hari. Korban tewas 8000 laki-laki dan remaja muslim berusia 12 sampai 77 tahun yang dilakukan secara sistematis. Mereka dikubur di pekuburan massal dalam keadaan terikat, ditutup matanya dan tidak bersenjata setelah diinterogasi karena dicurigai sebagai penjahat perang. Mereka dipisahkan dari keluarganya. Tragedi keji yang sudah berlalu 25 tahun lamanya ini seolah masih basah dan tidak pernah terlupakan.

Peristiwa ini pun telah merenggut kehormatan muslimah lebih dari 50.000 perempuan. Mereka diperkosa di rumah-rumah mereka, hotel-hotel, camp-camp bahkan di tempat-tempat umum sekalipun oleh para militer Serbia. Demikian pula penyiksaan, kelaparan, dan pembunuhan kaum Muslim di kamp-kamp konsentrasi terus terjadi.

Tentara Belanda yang menjadi perwakilan PBB pun tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya menyaksikan agresi Serbia dan malah menyerahkan 5000 muslim Bosnia yang berlindung di pangkalan mereka ke pasukan militer Serbia Bosnia.

PBB bahkan membantu memasok tentara Serbia dengan lebih dari 30000 liter bensin. Mereka mengangkut para lelaki muslim ke kuburan massal. Tentara militer Serbia-Bosnia membantai semua warga sipil muslim yang berlindung di daerah aman. Mereka juga menangkap dan membunuh warga yang mencoba lari ke pegunungan.

Pembantaian dan kekejaman yang sistematis ini bukanlah yang terakhir. Hingga hari ini muslim di Suriah, Myanmar, turkistan Timur, Afghanistan, Somalia, Thailand Selatan, dan Filipina, Irak ,Libya, Republik Afrika Tengah, Palestina, dan Yaman jug mengalami hal yang serupa.

Kehinaan, kenistaan, dan kepiluan ini tidak akan berhenti jika kekuasaan Global masih dikuasai oleh ideologi kapitalisme yang diemban oleh negara. Ideologi ini akan memuaskan dan melindungi para kapital yang memiliki kepentingan, maka tidak heran perlindungan dan keadilan PBB tidak memberi manfaat sedikit pun pada kaum muslimin khususnya warga muslim di Bosnia pada saat itu.

Sudah seharusnya kaum muslim tidak menaruh harapan keadilan pada lembaga buatan kapitalis karena sejatinya kaum muslimin memiliki perisai tersendiri yaitu Khilafah Islamiyah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Imam atau Khilafah itu perisai dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaannya)." (Hadits Riwayat Muslim)

Khalifah atau pemimpin dalam Islam ibarat tameng karena dia mencegah musuh menyerang atau menyakiti kaum muslim, mencegah masyarakat satu dengan yang lainnya dari serangan musuh kaum kafir, dan melindungi keutuhan Islam. Pemimpin seperti ini disegani masyarakat dan rakyat pun takut terhadap kekuatannya.

Atas perintah Allah dan rasulNya ini maka pemimpin dalam Islam sangat ringan dalam mengerahkan pasukannya dari Departemen perang atau Amirul jihad untuk menyelamatkan kaum muslim dari kebengisan penguasa kafir. Sikap tegas pemimpin inilah akan mengakhiri penderitaan kaum muslimin yang bertubi-tubi sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin Islam sebelumnya.

Salah satu yang dilakukan oleh pemimpin Islam Al mu'tashim Billah yaitu menyelamatkan harga diri seorang muslimah dari pelecehan kaum Romawi di kota Ammuriah Romawi. Beliau mengirimkan pasukan ke kota tersebut hingga berujung futuhat. Inilah bentuk perlindungan nyata dari pemimpin Islam terhadap nyawa manusia meski yang harus dibela hanyalah seorang muslimah. Pemimpin Islam akan menjaga dan melindungi nyawa manusia dengan kekuatan pasukan bukan diplomasi belaka. Wallahu A'lam Bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: tirto.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X