Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.121 views

Rakyat Butuh Pemerataan, Bukan Hanya Pertumbuhan

 

Oleh: Rismayanti Nurjannah

 

Sektor perekonomian seolah mendapat angin segar. Setelah sebelumnya, ekonomi kontraksi hingga masuk jurang resesi, kini di kuartal II secara year on year pertumbuhan ekonomi mencapai 7,07%. Dari sudut pandang pemerintah, ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, karena akhirnya Indonesia bisa keluar dari zona merah yang berturut-turut dialami. Namun, pertumbuhan ekonomi ini bukan karena pemulihan ekonomi semata, melainkan juga efek dari basis pertumbuhan yang rendah (low-based-effect) pada kuartal II di 2020 yang terkontraksi -5,32%. Sehingga jika dihitung, pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi. Akan tetapi, jika dihitung dengan basis 100, maka pertumbuhannya hanya 1,37%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengungkapkan ada beberapa faktor yang memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagaimana dirilis suara.com (05/08), faktor tersebut yakni faktor eksternal dan internal. Dari sisi faktor eksternal: Pertama, perkembangan ekonomi global pada kuartal II tahun 2021 yang juga menunjukkan tren pemulihan. Kedua, terkait harga komoditas, makanan, dan hasil tambang pada pasar internasional baik. Secara kuartal ke kuartal dan year on year mengalami peningkatan.

Faktor ketiga, membaiknya sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia yang juga turut memberi andil dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut. Sebut saja China, dimana ekonominya tumbuh 7,9%, AS 12,2%, Singapura 14,3%, Korsel 5,)%, dsb. Dari faktor internal (sisi penggerak ekonomi dalam negeri), yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor-impor yang cukup baik. Dimana permintaan ekspor selama kuartal II meningkat 55,89%, sedangkan impor meningkat 50,21%.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, tampaknya belum dirasakan secara langsung oleh rakyat. Rakyat masih dalam kondisi semula, dimana guna mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup pun masih terseok-seok. Seolah, pertumbuhan ekonomi negara tidak berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat. Lantas, rakyat yang mana yang kemudian merasakan pertumbuhan ekonomi tersebut?

Upper Middle Income Country = Rakyat Sejahtera?

Pada pertengahan 2020 lalu, Indonesia baru mendapatkan status sebagai upper middle income country, dimana GNI per kapita Indonesia pada 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya US$3.840. Padahal, kesejahteraan rakyat hingga kini masih jadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan. Wajar saja, walaupun berubah status tapi tak mengubah status negara dengan ketimpangan yang begitu jauh.

Perubahan status dari lower ke middle income country, faktanya tak bisa dilepaskan dari meningkatnya income di pihak-pihak tertentu yang hampir menguasai seluruh aset negeri ini. Dalam laporan Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K), separuh dari aset nasional hanya dikuasai oleh segelintir orang kaya di Indonesia. Artinya, 1% orang kaya di Indonesia menguasai 50% aset nasional dan ini menjadi ketimpangan absolut. Jadi, nilai yang besar dari sisi GNI (Pendapatan nasional bruto) disumbang oleh orang kaya dan korporasi. Sehingga tidak berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat secara merata.

Dari realitas di atas, tampak terjadi salah urus dalam sistem ekonomi. Dimana ekonomi Kapitalis menjadikan segelintir Korporat menjadi penguasa sesungguhnya yang bersembunyi dibalik tangan-tangan penguasa. Ekonomi Kapitalis pun menjadikan hitung-hitungan data sebagai tolak ukur yang absolut dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat. Padahal, tidak menutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi menggeliat, tetapi tingkat kesejahteraan rakyat justru kian menurun. Sebagaimana data yang dirilis BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang menunjukkan realisasi investasi periode 2014-2019 yang mengalami peningkatan, tetapi tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Bahkan mengalami penurunan dari setiap investasi sebesar Rp1 triliun per tahunnya. (bbc.com, 3/7/20)

Masyarakat Tak Seperti Hidup dalam Akuarium

Apa yang dibicarakan soal pertumbuhan ekonomi, nyatanya sering tidak berefek ke lapisan masyarakat. Masyarakat masih tetap harus bekerja keras sekuat mungkin guna melangsungkan hidupnya. Yang dibahas stakeholder saat ini, “Persentase pertumbuhan ekonomi”. Sementara rakyat bertanya, “Apa yang kami bisa makan?” Jika pemerintah terus berpikir soal pertumbuhan, rakyat berpikir pemerataan. Masyarakat tidaklah sama seperti ikan yang hidup dalam akuarium, dimana oksigennya bertambah maka ikannya semakin sehat. Barang produksi pun tak sama seperti oksigen, yang ia bisa menyebar dengan sendirinya. Tidak juga rakyat sama seperti ikan, yang punya kemampuan hampir sama dalam menjangkau oksigen. Lantas, apakah pertumbuhan naik 7,07%, itu artinya kesejahteraan rakyat merata?

Dalam sistem ekonomi Kapitalis, predikat miskin, kaya selalu disematkan terhadap sebuah negara, misal negara kaya, negara miskin, dsb. Sehingga yang jadi tolak ukur kesejahteraan bukan individu per individu, melainkan pertumbuhan ekonomi negara. Padahal masalah krusial saat ini adalah kemiskinan yang menimpa individu. Bukan kemiskinan yang menimpa negara. Sehingga seharusnya yang dibahas dalam pengaturan ekonomi adalah tentang bagaimana kebutuhan pokok setiap individu bisa dipenuhi. Bukan membahas tentang bagaimana menggenjot produksi.

Walaupun Indonesia sekuat tenaga melepaskan dirinya dari middle income trap, tapi tetap saja tidak bisa mengentaskan kemiskinan individu. Padahal, dengan terpecahkannya masalah kemiskinan individu dan terdistribusikannya kekayaan negara, itulah yang justru akan meningkatkan penghasilan nasional. Namun, kenyataannya itu tidak diprioritaskan dalam sistem Kapitalisme.

Orientasi masyarakat dalam sistem Kapitalis terfokus pada pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada terabaikannya pemerataan, keadilan dan kemanusiaan. Fokus individu bukan lagi soal seberapa bahagia hidupku, tetapi soal seberapa mahal barang yang aku miliki. Sehingga ketimpangan kian terasa dan begitu menganga di tengah-tengah masyarakat. Mengutip pernyataan dari Jean Charles de Sismondi, “Kekayaan untuk manusia atau manusia untuk kekayaan?”

Al-Hasyr, Ketentuan Allah yang Wajib Ditunaikan

Penerapan sistem ekonomi Kapitalis menyisakan berbagai permasalahan hidup. Padahal, adanya pelakasanaan aturan tujuannya tak lain untuk mengatur keberlangsungan hidup guna mencapai kesejahteraan. Namun, ini tak terjadi dalam sistem Kapitalisme. Kesalahan orientasi sistem ekonomi Kapitalis, hakikatnya sudah terbantahkan dengan sistem ekonomi Islam yang orientasinya jelas. “… Agar harta tidak hanya beredar di antara orang kaya saja di antara kalian ...” (TQS. Al-Hasyr: 7)

Dalam sistem Islam, permasalahan ekonomi bukan terletak pada pencapaian pertumbuhan ekonomi negara. Melainkan terdistribusikannya kekayaan secara merata yang mampu memenuhi kebutuhan tiap individu. Sistem Islam pun tidak mengondisikan manusia jadi budak harta yang terobsesi mengejar kekayaan, tapi mengondisikan bagaimana harta yang dalam genggamannya bisa ia manfaatkan untuk mendukung tercapainya misi hidup mereka di dunia.

Alhasil, dengan pengaturan konsep ekonomi yang sesuai syariat, maka pengentasan kemiskinan menjadi keniscayaan. Kesejahteraan individu per individu bukan lagi sesuatu yang musykil. Orang pun tak lagi flexing, melainkan fokus menebar kebaikan guna memupuk pahala. Lantas, tidakkah kita rindu hidup di bawah sistem kepemimpinan Islam? “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya…” (TQS. al-Mulk: 15).

Wallahu a’lam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Selasa, 07 Dec 2021 19:35

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Selasa, 07 Dec 2021 17:35

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Selasa, 07 Dec 2021 15:05

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Selasa, 07 Dec 2021 12:50

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Senin, 06 Dec 2021 22:19

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Senin, 06 Dec 2021 21:31

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Senin, 06 Dec 2021 20:13

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Senin, 06 Dec 2021 20:10

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Senin, 06 Dec 2021 19:15

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 06 Dec 2021 16:59

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Senin, 06 Dec 2021 14:49

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Senin, 06 Dec 2021 14:31

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Senin, 06 Dec 2021 14:02

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Senin, 06 Dec 2021 13:49

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Senin, 06 Dec 2021 10:52

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Ahad, 05 Dec 2021 21:05

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Ahad, 05 Dec 2021 20:35

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Ahad, 05 Dec 2021 19:43

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Ahad, 05 Dec 2021 19:33

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Ahad, 05 Dec 2021 19:26


MUI

Must Read!
X