Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.781 views

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

 

Oleh: Rismayanti Nurjannah

 

Belum genap satu bulan di tahun 2022, kita sudah disuguhi kado pahit kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendi. Ia terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1) siang, karena tersandung dugaan kasus pembebasan lahan dan lelang jabatan di lingkungan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dari tahun ke tahun tren kasus korupsi terus meningkat. Sebagaimana data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW), jumlah penindakan kasus korupsi selama enam bulan awal tahun 2021 mencapai 209 kasus. Jumlah ini naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni 169 kasus. Walaupun dari sisi penindakan kasus korupsi terbilang fluktuatif, namun dilihat dari sisi kerugian negara terus mengalami tren peningkatan. Dan ini cukup menunjukkan hubungan dengan peningkatan kasus korupsi.

Fenomena Korupsi di Indonesia

Sejak Januari hingga November 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi sebanyak 3.708 laporan terkait dugaan korupsi. Dari seluruh laporan tersebut, sebanyak 3.673 yang sudah diproses verifikasi. Sementara yang berhasil ditangani KPK selama periode tersebut sebagaimana dirilis liputan6.com (20/12), hanya 101 perkara korupsi dengan menjerat 116 tersangka. Itu artinya dari laporan yang dikantongi KPK, hanya 3% yang berhasil diproses ke ranah hukum.

Berdasarkan data yang dikantongi KPK, tipikor mayoritas terjadi di lembaga pemerintahan baik skala kabupaten/kota. Berikutnya terjadi di kementerian/lembaga serta BUMN/BUMD dan pemerintah provinsi. Kerugian negara pun fantastis, mencapai Rp26,83 triliun sepanjang tahun 2021. Dan kasus ini terus berulang dari tahun ke tahun di lembaga yang serupa. Dengan demikian, tipikor bukanlah persoalan personal. Melainkan persoalan yang bersifat struktural. Karena jika ini persoalan personal, maka seharusnya dengan penegakkan hukuman yang setimpal, selesai kasus ini dan tak berulang.

Faktanya, sanksi yang diberikan pun tak menuntaskan masalah. Bahkan, muncul lagi maling-maling lainnya dan kian merebak jika ada proyek besar bak jamur di musim penghujan. Tidak dimungkiri, praktik korupsi yang terungkap hanya tataran permukaannya saja. Ibarat fenomena gunung es, yang belum terungkap jauh lebih banyak apalagi dibarengi dengan sistem pengawasan yang lemah. Alhasil, semua saling berkelindan dalam lingkungan yang korup.

Dari fakta di atas, ada benang merah yang bisa kita tarik. Yakni, akar permasalahan korupsi yaitu diterapkannya sistem Demokrasi Kapitalisme di negeri ini. Sistem ini berkelindan memberikan kesempatan bagi seseorang untuk melakukan praktik korupsi, dimana Kapitalisme melahirkan watak manusia yang kapitalistik. Mereka melakukan akumulasi kekayaan tanpa memedulikan apakah melanggar norma atau tidak dalam prosesnya. Struktur masyarakat yang terbentuk pun masyarakat yang materialistik. Ironisnya, seseorang dihargai atau tidaknya di tengah masyarakat berdasarkan kekayaannya semata. Sehingga lazim jika kita melihat setiap orang terus berjuang untuk memperkaya dirinya sendiri tanpa memedulikan orang lain.

Dukungan dari sistem demokrasi pun turut menyuburkan praktik korupsi terjadi di negeri ini. Dimana demokrasi membuka peluang money politic terjadi dalam kontestasi politik. Selama masa kampanye misalnya, tentu butuh dana yang tak sedikit. Bahkan uang dijadikan alat kampanye yang sangat ampuh untuk mendulang suara. Votes (suara) pun jadi komoditas yang diperjual-belikan untuk meraih tampuk kekuasaan.

Biaya yang dikeluarkan selama masa kampanye bisa jadi bukan dari kantong pribadi. Ada dana-dana “panas” yang harus dikembalikan kepada pemiliknya ketika tampuk kekuasaan teraih. “No Free Lunch” begitu tepatnya. Akhirnya terjadi simbiosis mutualisme antara penguasa dengan pengusaha. Bukan lagi dana yang dikembalikan layaknya utang. Melainkan perizinan mendirikan usaha yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang jauh lebih berlimpah. Bagi-bagi kue kekuasaan pun tak dielakkan.

Sebagai sebuah persoalan yang bersifat struktural, pemberantasan korupsi tak bisa diselesaikan hanya dengan penyelesaian yang sifatnya pragmatis. Artinya, butuh perubahan struktural juga yang kemudian bisa menihilkan perilaku-perilaku korup, baik korupsi kecil-kecilan (petty corruption) atau korupsi besar-besaran (grand corruption). Dan perubahan struktural ini harus dengan mengubah sistem yang diterapkan di negeri ini, yakni sistem Kapitalisme.

Pemberantasan Korupsi Menurut Islam

Sebagai antitesis dari penerapan Kapitalisme, Islam jadi jawabannya. Penerapan sistem Islam dengan basis ketakwaan kepada Allah Swt. melahirkan individu-individu yang menjadikan halal haram sebagai standar hidupnya. Sehingga kecil kemungkinan terjadi berbagai praktik manipulatif di dalam lembaga pemerintahan.

Islam telah menggariskan bahwasanya setiap muslim yang diamanahi menjadi pemimpin, maka ia akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak. Dan tentu ini memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi seseorang yang benar-benar bertakwa kepada Allah Swt. Alhasil, jika dari akarnya diperbaiki, dirombak, diubah sesuai fitrah manusia, maka bukan tidak mungkin korupsi lenyap dari proses pemerintahan. Bahkan, para pemimpin yang hadir di tengah-tengah masyarakat pun adalah para pemimpin yang begitu dicintai rakyatnya.

Di samping penerapan sistem yang mumpuni, Islam pun telah menetapkan langkah-langkah bagaimana supaya kasus korupsi tidak menjamur di dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

Pertama, sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintahan sebagai pelayan rakyat, ia berkewajiban menunaikan tugasnya dengan sempurna. Memberikan pelayanan yang optimal. Namun, mereka pun tetaplah manusia yang mempunyai kebutuhan hidup. Sehingga negara wajib memberikan gaji yang layak supaya aparatur pemerintah bisa fokus bekerja dan tidak tergoda berbuat curang.

Kedua, larangan menerima suap dan hadiah. Tentang suap Rasulullah bersabda, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap.” (HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur.” (HR. Imam Ahmad).

Ketiga, perhitungan kekayaan. Khalifah Umar bin Khathab pernah melakukan perhitungan kekayaan dan pembuktian terbalik dan ini menjadi cara yang ampuh untuk mencegah korupsi. Semasa menjabat pun, Khalifah Umar menghitung kekayaan para pejabat di awal dan akhir jabatannya. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar, maka diminta membuktikan bahwa kekayaannya itu didapat dengan cara yang halal.

Keempat, keteladanan pemimpin. Pemimpin berkewajiban untuk melakukan ri’ayah syu’unil ummah (mengatur urusan umat) dan pengaturan ini harus dicontohkan kepada bawahannya. Sebagaimana Khalifah Umar pernah menyita sendiri seekor unta gemuk milik puteranya, Abdullah bin Umar, karena didapati tengah digembalakan bersama di padang rumput miliki baitulmal dan ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara.

Kelima, hukum yang tegas. Penegakkan hukum dalam Islam tidak tebang pilih. Tanpa memandang apakah ia keluarga, kerabat atau kolega. Sebagaimana yang akan dilakukan Rasulullah kepada puterinya, jika benar Fatimah anaknya yang mencuri, “Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya. (HR. Bukhari)

Keenam, pengawasan masyarakat. Masyarakat berperan sebagai kontrol sosial yang mempunyai kewajiban untuk senantiasa melakukan muhasabah ke berbagai elemen. “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan (tindakan atau kekuasaan)nya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya. Barang siapa yang tidak mampu melaksanakannya, maka hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya. Dan yang terakhir itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Paripurnanya Islam yang memberikan syariat dari hulu ke hilir, tercatat telah berhasil meminimalisasi tindak kejahatan di tengah-tengah masyarakat. Sistem ini mampu mengantarkan negara menjadi sebuah peradaban yang gemilang pada masanya. Bila sudah begini, apakah sistem Kapitalisme dengan berbagai nilainya yang rusak itu akan tetap dikukuhkan sebagai sistem tata negara? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Rabu, 07 Dec 2022 18:31

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

Rabu, 07 Dec 2022 17:05

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Rabu, 07 Dec 2022 16:15

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Rabu, 07 Dec 2022 13:37

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Rabu, 07 Dec 2022 12:35

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Rabu, 07 Dec 2022 11:06

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 21:00

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

Selasa, 06 Dec 2022 20:45

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Selasa, 06 Dec 2022 20:25

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 20:05

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 19:46

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Selasa, 06 Dec 2022 07:01

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

Senin, 05 Dec 2022 20:09

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Senin, 05 Dec 2022 19:30

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Senin, 05 Dec 2022 19:16

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Senin, 05 Dec 2022 15:31

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Senin, 05 Dec 2022 14:05

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Senin, 05 Dec 2022 12:35

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Senin, 05 Dec 2022 10:05

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Senin, 05 Dec 2022 05:45


MUI

Must Read!
X