Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.987 views

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

 

Oleh: Diana Septiani

Sejak keruntuhan negara Islam, sekularisme terus meracuni umat hingga kini. Paham yang memisahkan antara agama dengan kehidupan ini telah menjadikan keyakinan hanya sebatas formalitas belaka. Sekuler juga memandang bahwa keberadaan segala sesuatu harus dibuktikan oleh pancaindera. Hal ini tentu sangat berbahaya, karena realitasnya tidak semua hal bisa dijangkau pancaindera. Misalnya, perkara gaib seperti keberadaan malaikat juga hakikat surga dan neraka. Bila bergantung hanya pada fakta yang dapat terindera, maka tidak mustahil anak akan mengingkari surga dan neraka. Bahkan, bisa jadi keberadaan Allah pun dipertanyakannya.

Sekularisme Lahirkan Generasi Bobrok

Paham sekuler meniscayakan pembuatan aturan kehidupan berdasarkan akal dan hawa nafsu manusia. Maka jadilah demokrasi sebagai sistem politik, kapitalisme menjadi dasar perekonomian dan liberalisme yang mengatur segala macam perilakunya. Kemudian, bila anak sudah terpapar paham sekuler, ia akan memandang standar baik dan buruk berdasarkan akal manusia, bukan lagi pada ketetapan Sang Pencipta. Ia juga akan berprinsip menuruti hawa nafsunya ketimbang wahyu.

Pandangan bahwa manusia berhak untuk menentukan aturan dan arah hidupnya bisa menyebabkan anak membuat aturan seenaknya sesuai keinginananya sendiri. Maka wajar saat ini terlahir generasi bobrok yang memiliki karakter bebas, sulit diatur, keras kepala, "liar" bahkan pembangkang. Untuk menuruti kesepakatannya dengan orangtua saja --misalnya aturan bermain-- mereka cenderung abai dan merasa tidak berkewajiban untuk menurutinya. Apatah lagi untuk tunduk dan patuh terhadap aturan Allah, mungkin akan jauh lebih sulit.

Bahaya Paham Sesat Lainnya

Terpapar paham sekuler saja sudah sebegitu mengerikan, apatah lagi bila anak juga mengadopsi paham kapitalis, liberal dan plural. Bila anak terkena virus kapitalis, ia akan menilai baik-buruknya berdasarkan nilai materi. Anak akan melakukan yang diperintahkan orangtua bukan karena dorongan birrulwalidain (berbakti kepada orangtua), melainkan karena motivasi hadiah yang akan diperoleh. Misalnya, dia akan berupaya puasa full sebulan selama Ramadhan demi mendapatkan sepeda impian. Begitu pula, saat anak ingin memiliki sesuatu, ia akan melakukan apa saja, bahkan perbuatan maksiat sekalipun seperti mencuri, berbohong dan durhaka pada orangtua. Na'udzubillah!

Lebih parah lagi bila anak juga terjangkiti paham liberal, ia akan menganggap kebebasan adalah segalanya. Anak tak mau lagi diatur-atur, diarahkan bahkan membangkang. Saat diajarkan agar menutup aurat, anak akan merasa orangtuanya terlalu mengekang. Akhirnya banyak kasus anak kabur, hanya karena tak mau diatur. Padahal sejatinya orangtua hanya ingin kebaikan untuk anak-anaknya.

Anak akan semakin "kronis" bila sudah terpapar paham sekuler, kapitalis, liberal bahkan teracuni paham plural. Semua agama dianggap sama saja, sama-sama mengajarkan kebaikan. Tidak ada agama yang paling benar, yang ada semua agama sama benarnya. Sama-sama menunjukkan umatnya menuju ke Surga. Hal ini sangat berbahaya, mungkin saja anak akan dengan mudahnya untuk keluar masuk agama. Agama dijadikan permainan dan candaan.

Agar Anak Tak Terpapar

Menjadi orangtua memanglah tugas yang berat. Tanggung jawabnya dunia akhirat. Selain menjadi penyejuk mata, anak juga menjadi ujian bagi orangtuanya. Butuh kerja ekstra orangtua agar melindungi anak dari paparan paham-paham sesat. Menjaga sekaligus membersihkan mereka dari paham sekulerisme yang merupakan monster kebobrokan generasi saat ini. Dalam menghadapi hal ini, berikut beberapa upaya yang bisa orangtua lakukan untuk melindungi anak agar tak terpapar paham sesat.

Pertama, orangtua harus mengokohkan keimanan anak-anak. Penanaman keimanan kepada anak berarti mengurai simpul besar terkait kehidupan manusia. Dari mana ia berasal, untuk apa tujuan hidupnya di dunia dan setelah kehidupan ini akan kembali ke mana. Anak harus dibimbing agar mampu menjawabnya dengan shahih. Kemudian anak menyadari bahwa keimanannya tidak boleh hanya karena faktor keturunan melainkan karena pemahaman yang disertai kesadaran.

Kedua, untuk membangun keimanan anak, harus diperbanyak fakta yang terindera anak terkait topik keimanan yang akan dijelaskan. Ajaklah anak untuk mengamati alam sekitar, saat melihat langit yang kokoh tanpa tiang. Saat makan buah, ajak anak berpikir siapa yang memberikan rasa dan warna yang berbeda pada satu jenis buah. Agar anak menyadari betapa kemahabesaran tuhannya, Allah Rabb semesta alam yang begitu Mahasempurna dalam menciptakan makhluk-Nya.

Ketiga, orangtua harus mengajarkan aturan Islam dengan benar dan dengan bahasa yang dapat dimengerti anak. Demikian juga penerapannya harus dengan cara yang makruf, hindari dengan kekerasan dan emosional. Mendidik anak agar belajar menaati syariat memang lah bukan perkara mudah, namun bukan pula sesuatu yang mustahil. Bila istiqomah dan dibarengi dengan kesabaran, InsyaAllah Allah akan memudahkan orangtua mendidik amanah dari-Nya. Wallahu a'lambishshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi Intrapersonal

Kamis, 15 Apr 2021 08:45

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Ganasnya Sakit Qalbu (3): Rahasia Kesembuhan menurut Al-Qur’an

Kamis, 15 Apr 2021 06:26

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom

Rabu, 14 Apr 2021 22:43

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

KontraS Berharap PKS Bisa Lanjutkan Aspirasi Korban HAM Berat Masa Lalu

Rabu, 14 Apr 2021 20:31

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Rabu, 14 Apr 2021 19:56

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Rabu, 14 Apr 2021 19:27

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 14 Apr 2021 18:30

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Rabu, 14 Apr 2021 17:45

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Rabu, 14 Apr 2021 16:44

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Rabu, 14 Apr 2021 15:56

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Rabu, 14 Apr 2021 14:59

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Rabu, 14 Apr 2021 14:43

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Rabu, 14 Apr 2021 14:27

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 13:10

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 12:39

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

Rabu, 14 Apr 2021 11:04

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Rabu, 14 Apr 2021 08:16

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Rabu, 14 Apr 2021 03:44

Jokowi Masuk Surga?

Jokowi Masuk Surga?

Selasa, 13 Apr 2021 23:31

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Selasa, 13 Apr 2021 22:49


MUI

Must Read!
X

Rabu, 14/04/2021 22:43

Legislator Rusia Usul Blokir Zoom