Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.999 views

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

 

Oleh: Henyk Widaryanti

"Sudah jatuh tertimpa tangga". Peribahasa yang cocok untuk para Emak. Setiap hari Emak harus mengurus kebutuhan rumah, tak terkecuali masalah dapur. Mulai dari beras, gula, garam, tepung, minyak, dan bumbu-bumbu lainnya. Emak harus pintar mengatur pengeluaran rumah. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang.

Emak Tambah Stres Mikir Pajak

Mengelola keuangan semacam itu adalah hal yang serius. Emak butuh kejelian yang khusus. Uang parkir di pasar saja diperhitungkan. Bahkan kalau bisa gratis. Ada beberapa sembako yang harganya naik, sudah pusing dan memperketat pengeluaran. Bagaimana kalau seluruh harga sembako ikut meninggi?

Kemungkinan naiknya harga sembako disinyalir akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya rencana penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) pada komoditas dapur itu. Selain itu masalah lainnya juga mulai mengintai. Salah satunya penarikan pajak sekolah. Padahal sekolah itu termasuk kebutuhan dasar masyarakat. Kalau benar terjadi, Emak-Emak darah tingginya bisa "kumat".

Memang susah hidup di negeri serba pajak. Punya kendaraan ditarik pajak, hendak makan di restoran dapat bonus pajak, punya rumah atau tanah juga ada pajaknya, bahkan bisnis jual beli baik offline atau online juga dibebani pajak.

Sekarang ingin mengenyam pendidikan juga akan kena pajak, yang paling berat ketika sembako juga dibebani pajak. Emak akan tambah beban pengeluaran. Kalau pendapatan besar mungkin tak begitu terasa, tapi bagi kaum "missquen"? Bisa-bisa mengerem pakai "ikat pinggang".

Keluarga Makin Sengsara karena Pajak

Ketika semuanya ditarik pajak, harga sembako naik, maka emak akan semakin mengirit. Apalagi hidup di tengah pandemi yang tak pasti, pendapatan tak bertambah, kadang juga berkurang. Belum lagi kalau drama pemutusan hubungan kerja (PHK) datang, kesulitan keuangan akan mencekik leher para Emak.

Jika dahulu mampu beli protein hewani, sekarang mentok pada protein nabati. Kondisi akan semakin parah saat harga bahan protein nabati juga naik. Siapa yang dikorbankan? Tentu masyarakat yang hidup pas-pasan. Ancaman kurang gizi, stunting, busung lapar mulai menghantui. Kalau sudah begini, kecerdasan anak pun dipertaruhkan.

Bagaimana anak-anak mampu bersaing dengan asing jika kebutuhan penunjang kecerdasan dan kesehatannya saja tak terpenuhi? Jadi jangan salahkan rakyat jika mereka kalah dengan pekerja asing.

Selain itu, jika sekolah jadi membayar pajak, bagaimana nasib anak-anak tak beruang? Apakah mereka dibiarkan putus sekolah? Jika ada yang demikian gara-gara tak bisa bayar sekolah, berarti hak pendidikan bukan untuk semua orang, tapi hanya beberapa kalangan. Bukankah kita sebagai rakyat punya hak mendapat penghidupan, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan yang layak?

Emak Perlu Teriak Tolak Pajak

Jika para Emak tak ingin stres menghadapi ini. Selain itu ingin agar anak-anaknya mendapat penghidupan yang layak, maka Emak harus punya inisiatif. Secara individu Emak memang perlu lebih ketat mengatur pengeluaran, mengerem hal yang tidak perlu, memilah mana kebutuhan, keinginan dan sekadar nafsu. Agar tidak terjadi besar pasak dari  pada tiang.

Tapi, tak cukup hanya mengencangkan ikat pinggang. Emak perlu mencari solusi  jangka panjang. Agar masalah pajak ini tak berlarut-larut sampai anak cucu nanti. Pajak dipakai negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Jadi, kalau ingin pajak hilang, tinggalkan dulu sistem ekonomi kapitalis. Kemudian ambil sistem ekonomi Islam yang pernah jaya 13 Abad.

Sumber keuangan sistem ekonomi Islam berasal dari kharaj, jizyah, fa'i, ghanimah, harta tak bertuan, zakat hingga pendapatan sumber daya alam (SDA). Jadi tidak perlu mengandalkan pajak. Semua pemasukan tadi akan cukup untuk mengurusi kebutuhan rakyat. Baik sandang, pangan, papan atau pendidikan.

Lantas, dimana Emak bisa mendapatkan itu semua? Haruskah Emak lari dari negeri 1001 pajak? Seperti halnya Sumaiyyah atau sahabiyah lainnya, mereka tidak serta merta lari begitu saja. Tapi mereka berusaha menyampaikan kebenaran dan menyadarkan pemegang kebijakan (saat itu Quraisy) untuk bertaubat dan mengambil Islam. Kalau sekarang, ya mengajak pada Islam.

Seperti yang selalu dilakukan Rasulullah saw dan para sahabat, berarti Emak juga perlu ngomong kalau kebijakan ini telah menyengsarakan mereka. Lebih dari itu, menurut Islam juga salah jalan. Bukankah sebagai muslim kita diperintahkan taat syariat? Jadi, Emak jangan diam saja saat teraniaya. Mereka wajib teriak dan memberitahu mana yang benar dan mana yang salah.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” [HR. Muslim, no. 49]

Jadi meskipun emak-emak, harus bersatu tolak pajak! (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Selasa, 07 Dec 2021 17:35

Bantahan Untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Bantahan Untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Selasa, 07 Dec 2021 15:05

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Selasa, 07 Dec 2021 12:50

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Senin, 06 Dec 2021 22:19

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Senin, 06 Dec 2021 21:31

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Senin, 06 Dec 2021 20:13

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Senin, 06 Dec 2021 20:10

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Senin, 06 Dec 2021 19:15

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 06 Dec 2021 16:59

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Senin, 06 Dec 2021 14:49

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Senin, 06 Dec 2021 14:31

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Dudung itu Prajurit atau Politisi?

Senin, 06 Dec 2021 14:02

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Varian Omicron, Kegagalan Badan Dunia Melindungi Nyawa Manusia

Senin, 06 Dec 2021 13:49

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Indonesia Produsen Minyak Sawit Terbesar, Legislator Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Senin, 06 Dec 2021 10:52

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Ahad, 05 Dec 2021 21:05

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Ahad, 05 Dec 2021 20:35

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Ahad, 05 Dec 2021 19:43

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Ahad, 05 Dec 2021 19:33

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Ahad, 05 Dec 2021 19:26

86 Organisasi HAM Desak Uni Eropa Larang Spayware NSO Group Israel

86 Organisasi HAM Desak Uni Eropa Larang Spayware NSO Group Israel

Ahad, 05 Dec 2021 19:15


MUI

Must Read!
X