Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.967 views

Densus 88, Antiteror yang Membawa Teror

KEMATIAN Siyono (39 tahun) yang menjadi terduga teroris setelah ditangkap oleh Densus 88 kembali menambah daftar panjang tidak transparan dan akuntabelnya operasi pemberantasan terorisme. Siyono, warga Klaten, ditangkap Densus pada 9 Maret lalu, namun pada tanggal 11 Maret dia dinyatakan tewas.

Pengamat terorisme, Harits Abu Ulya, mengatakan, selama ini masyarakat sudah mengindikasi adanya tindakan yang tidak sesuai oleh Densus 88. "Kalau Densus mau jujur buka data, setidaknya ada 120-an orang yang tewas dalam operasi terorisme di luar pengadilan,".  Kemudian, untuk kasus salah tangkap, setidaknya lebih dari 40 orang dan 99 persen dari mereka yang salah tangkap ini mengalami penyiksaan. (Republika, 13 Maret 2016).

Polisi menyebut Siyono tewas kelelahan setelah melakukan perlawanan saat berada di dalam mobil sehingga terlibat perkelahian dengan aparat Densus. Alasan tersebut diragukan banyak pihak karena sesuai prosedur penanganan terhadap terduga teroris harus diborgol tangan dan kakinya, apalagi perkelahian yang disebutkan terjadi di dalam sebuah mobil. Bagaimana seseorang dengan kondisi tersebut bisa melakuan perlawanan bahkan sampai mengancam nyawannya sendiri, inilah sekiranya pertanyaan sebagian besar masyarakat.

Berbagai tindakan Densus dalam menangani target operasinya yang seringkali berujung pada kematian sebelum sampai ke pengadilan untuk membuktikan salah benarnya seseorang dalam sebuah perkara hukum, hal ini mengurangi tingkat profesionalitas Densus 88 dalam memerangi terorisme di Indonesia. Setiap tindakan salah tangkap yang dilakukan oleh densus 88 selalu seseorang yang beragama Islam.

Penegakan hukum terkait terorisme tidak adil. Kasus ancaman bom di Mall Alam Sutera tidak pernah dikatakan sebagai aksi teror atau terorisme. Pelakunya—yang kebetulan non-Muslim—juga tidak dijerat dengan UU Terorisme. Padahal aksi itu jelas merupakan aksi teror karena telah menimbulkan rasa tidak aman publik. Aksi-aksi teror yang dilakukan separatis OPM—yang bahkan telah menewaskan sejumlah aparat—juga tidak pernah disebut terorisme. Apakah karena pelakunya juga non-Muslim dan didukung asing?  

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai selama ini Densus 88 sama sekali tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya atas terduga terorisme. Bahkan menurut dia, banyak terduga terorisme di Indonesia justru mati dibunuh Densus.

Jika mengacu UU No 15 Tahun 2003, yang berhak membunuh teroris itu pengadilan, bukan polisi yang hanya bertugas untuk menangkap. Selama ini alasan polisi selalu dalam kondisi bahaya..."

Selama ini operasi kontra terorisme oleh Densus kerap berakhir dengan terbunuhnya terduga teroris. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Netta S Pane menyebut kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 pada aksi penembakan terduga teroris malah seperti sinetron. Menurut dia, unsur penegakan hukum tak terlihat dalam aksi penembakan itu.

Densus 88 tak lagi mengutamakan fungsi pokok Kepolisian, yaitu penangkapan target. Menurut dia pula, aksi penembakan terhadap setidaknya 116 terduga teroris, seperti dalam data Komnas HAM, malah tak menunjukkan adanya penegakan hukum. Apalagi banyak kemungkinan salah tembak. (Republika.co.id, 13/3).

Jika mengacu UU No 15 Tahun 2003, yang berhak membunuh teroris itu pengadilan, bukan polisi yang hanya bertugas untuk menangkap. Selama ini alasan polisi selalu dalam kondisi bahaya, akhirnya menembak teroris atau melakukan tindakan fisik yang berujung kepada kematian orang yang baru “terduga teroris”. Mereka bukan tersangka, terdakwa, apalagi terpidana. Seandainya pun mereka terdakwa dan terpidana pun, bisa saja tidak layak dihukum mati (dibunuh). Namun, faktanya mereka dibunuh meski baru terduga. 

Aksi kekerasan dan terorisme apalagi menyebabkan orang terbunuh jelas tidak dibenarkan dalam syariah Islam sehingga harus ditolak. Namun, membunuh atau menyebabkan tewasnya orang (termasuk yang terduga teroris) dengan alasan untuk pemberantasan terorisme juga tidak dibenarkan. Keduanya jelas dilarang oleh syariah. Allah SWT berfirman:

"Janganlah kalian membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah (untuk dibunuh) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar." (QS al-Isra’ [17]: 33).

Rasulullah mengingatkan dengan keras, "Segala dosa Allah dapat mengampuninya kecuali yang mati dalam keadaan kafir dan orang yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja." (HR Imam Ahmad).

Oleh karenanya, kedzaliman berupa pembunuhan terhadap jiwa-jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT, baik dalam kasus terorisme maupun kasus-kasus kejahatan lainnya harus segera dihentikan. Menghentikan pembunuhan maknanya adalah menghentikan kedzaliman. Menghilangkan kedzaliman harus dimulai dengan menghilangkan akar atau sebab masalah, yakni diterapkannya aturan dan sistem yang dzalim, sistem yang tidak berasal dari Allah SWT.

Menghilangkan kedzaliman hanya bisa diwujudkan manakala umat ini kembali menerapkan syariat Islam yang mulia dalam setiap aspek kehidupan dan dalam setiap penyelesaian permasalahan dan  sehingga menjadikan umat manusia benar-benar menghamba kepada Allah semata serta menolak untuk tunduk, taat, dan patuh kepada selain-Nya. Wallahu ‘alam bish shawab.*

 

Dewi Linanti

Bandung, Jawa Barat

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Pembaca lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Mulai dari Rieke Pitaloka

Mulai dari Rieke Pitaloka

Senin, 13 Jul 2020 05:18

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Menlu Turki: Gencatan Senjata Libya Bergantung Pada Penarikan Pasukan Haftar

Ahad, 12 Jul 2020 21:45

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ini Dia aplikasi Sadap Whatsapp paling Laku di dunia

Ahad, 12 Jul 2020 21:25

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Zoom Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Ahad, 12 Jul 2020 21:22

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

QQ HEALING 11: Sembuhkan Sakit dengan 3 ilmu, Quran, Kedokteran dan Fisika Quantum

Ahad, 12 Jul 2020 21:15

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Muslim Bosnia Peringati 25 Tahun Pembantaian Sebrenica

Ahad, 12 Jul 2020 21:05

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

PBB: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ahad, 12 Jul 2020 20:45

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Erdogan Sebut Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Ahad, 12 Jul 2020 20:25

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Ahad, 12 Jul 2020 20:22

 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X