Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.688 views

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Yatim Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Aisyah, wanita muallaf kelahiran Jakarta, 40 tahun silam ini harus menjalani ujian hidup bertubi-tubi.

Lahir dari seorang ayah Piet Blond berdarah Jerman dan Ibu Tuti, berdarah Jawa, Aisyah yang bernama asli Evriyanti Evelyn, awalnya hidup di tengah keluarga Kristen Katolik yang taat. Bagaimana tidak, kakek Aisyah di Jerman adalah seorang pastur. Maka tak heran bila sang ayah penganut Katolik fanatik.

Sejak kecil hingga remaja, Aisyah selalu ditanamkan iman Katolik. Bahkan ia secara rutin beribadat di gereja Santo Yosep Matraman, Jakarta Timur dan mengikuti sekolah minggu Kolonia. Pendidikan agama Katolik tersebut menjadikan Aisyah meyakini doktrin trinitas, yang menjadi inti ajaran Kristen sebagaimana Amanat Agung dalam Perjanjian Baru,

“…Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus…”(Matius 28:18-20).

Perkenalan Aisyah dengan Islam, berawal sejak dirinya duduk di bangku kelas tiga SMP. Ia takjub ketika melihat teman-temannya yang Muslim mengamalkan ajaran Islam.

“Ini kok beda dengan keluarga saya, dengan papah yang Katolik dan mamah yang Kejawen. Berikutnya saya resah. Kemudian suatu malam saya bermimpi berkali-kali, ada orang yang membacakan surat Al-Ahad (Al-Ikhlas). Mimpi saya itu terjadi waktu saya sudah SMK,” kata Aisyah kepada Relawan IDC, Kamis (5/4/2018).

Mimpinya itu pun membekas di hati. Surat Al-Ikhlas yang sering ia dengar di sekolah, hingga terbawa mimpi, menjadi penghantar bagi dirinya mendapatkan hidayah. Dari sinilah ia memahami bahwa Allah itu Esa, Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan, sebagaimana FirmanNya,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١) اللَّهُ الصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤ 

Katakanlah (Muhammad) "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas 1-4)

Tak ingin menyi-nyiakan datangnya hidayah. Tanpa ragu lagi, saat duduk di bangku SMK itulah, Evriyanti Evelyn mengikrarkan dua kalimat syahadat dan mengganti nama hijrahnya menjadi Aisyah.

 “Hal yang membahagiakan saya, semenjak saya masuk Islam saya merasa tentram dan nyaman. Saya belum pernah merasakan ketentraman batin seperti yang saya rasakan ketika masuk Islam,” ujarnya.

...Meski mendapat penentangan keras, Aisyah berusaha secara perlahan mengenalkan dakwah tauhid kepada keluarganya... 

Namun, jalan yang ia tempuh itu tak berjalan mulus. Pihak keluarga menentang keras keputusannya tersebut.

“Dengan kesadaran sendiri saya memutuskan untuk masuk Islam tetapi ditentang oleh keluarga terutama papah. Sehingga saya pernah diusir keluar dari rumah. Tapi dari situ saya tetap sabar, saya meminta maaf kepada papah saya atas pilihan hidup saya itu,” ujarnya.

Meski mendapat penentangan keras, Aisyah berusaha secara perlahan mengenalkan dakwah tauhid kepada keluarganya. Hal itu dimulai dari Sang Ibu, hingga akhirnya mendapatkan hidayah memeluk Islam.

Sampai suatu saat, sang Ayah, Piet Blond yang Katolik, akhirnya luluh mendapatkan hidayah memeluk Islam pada tahun 2001 dan mengganti namanya menjadi Muhammad Edy Arifin.

Namun sayang, di tengah kebahagiaan yang pada akhirnya seluruh keluarga memeluk Islam, sang ayah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah setahun kemudian.

“Kakek saya sangat menentang sekali keadaan kami waktu itu. Ketika papah saya menerima keadaan saya (sebagai Muslimah), keluarga besar papah putus hubungan, semua keluarga tidak ada yang menerima. Apalagi ketika papah masuk Islam dan meninggal dunia mereka tidak mau hadir,” tutur Aisyah sambil meneteskan air mata.

Hidup sebagai yatim pasca ditinggal wafat sang ayah, Aisyah pun berusaha meringankan beban orang tua usai lulus sekolah dengan bekerja dan menjadi tulang punggung bagi keluarga demi menghidupi orang tua dan adik-adiknya yang masih kecil.

PEDULI KASIH MUALLAF: AYO BANTU KELUARGA YATIM, DAPATKAN PELUANG MASUK SURGA BERSAMA NABI SEDEKAT DUA JARI

Aisyah sebagai muallaf yang dirundung berbagai ujian, membutuhkan bantuan kaum Muslimin, di antaranya untuk biaya pendidikan anak-anaknya di pesantren, biaya pengobatan penyakit kanker limfoma dan leukimia yang dideritanya, serta untuk kebutuhan hidup dan biaya kontrakan setiap bulannya.

Beban berat yang harus dipikul muallaf Aisyah adalah beban kita semua, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

Semoga dengan membantu meringankan beban muallaf ini, Allah menjadikan kita sebagai pribadi beruntung yang berhak mendapat kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala.

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...” (HR Muslim).

Infaq untuk membantu kesulitan hidup muallaf Aisyah bisa disalurkan dalam program Peduli Kasih Muallaf:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  1. Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 9.000 (sembilan ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.009.000,- Rp 509.000,- Rp 209.000,- Rp 109.000,- 59.000,- dan seterusnya.
  2. Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqdakwahcenter.com.
  3. Bila bantuan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  4. VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=7o4bBEqiYXI
  5. Info: 08122.700020 - 08567.700020

*[IDC/voa-islam.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04


MUI

Must Read!
X