Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.147 views

Petunjuk dan Keinginan, Bekal untuk Kebiasaan (Habit) Baru

 

Oleh: Sunarti

"Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg), walaupun sedikit." [HR. Muslim]

Demikian pesan junjungan kita nabi Muhammad Saw., dalam beraktivitas hendaknya dilakukan dengan kontinu. Meski tidak dalam jumlah banyak, akan tetapi dengan kesungguhan, dilakukan dengan menyenangkan dan rutin, insyaallah, kelak manfaatnya akan bisa dipanen. Terlebih jika aktivitas itu mendatangkan ridha dan pahala dari Allah.

Dalam buku Atomic Habits karya James Clear disebutkan bahwa 1% aktivitas yang dilakukan secara kontinyu, itu lebih baik. Apalagi yang 1% itu adalah aktivitas kebaikan, bukan aktivitas keburukan. Meski dilakukan dalam jumlah sedikit, akan tetapi jika dilakukan secara rutin, maka itu lebih baik. Seperti dalam peribahasa "Sehari selembar benang lama-lama menjadi selembar kain." Atau dalam peribahasa lain, "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit." Dengan demikian, kita membentuk habit baik.

Aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus bisa terealisasi jika benar-benar diniatkan. Walaupun motivasi sudah luar biasa menggebu-gebu, akan tetapi tidak ada niat merealisasikan, maka akan tetap tidak berjalan. Maka, realisasi aktivitas yang sedikit dan kontinyu, akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Untuk melakukan aktivitas menjadi habit perlu implementasi dari niat. Dan dalam pelaksanaan habit itu ada pengaruh siklus yang terbentuk dari petunjuk (cue), hasrat/keinginan (craving), tanggapan/respon (reward). Dari sinilah yang nantinya akan memunculkan lingkaran kebiasaan. Kebiasaan akan otomatis dilakukan di alam bawah sadar dan akan dilaksanakan tanpa paksaan sebagai kebiasaan yang telah mengkristal secara terus-menerus. Ini yang disebut "HABITS loops" alias "lingkungan kebiasaan."

Selanjutnya melakukan penyatuan/memadukan antara habit yang disenangi dan yang dibutuhkan. Dalam pelaksanaan ini dipengaruhi dua faktor secara internal dan eksternal.

Faktor internal berasal dari dalam dirinya sendiri. Yaitu sesuatu yang disenangi namun dalam jangka panjang merugikan. Sebaliknya sesuatu yang tidak disenangi namun dalam jangka panjang menguntungkan.

Habit staking ditambah dengan temptation building (habit yang telah lama dilakukan ditambah dengan habit batu yang hendak dilaksanakan). Caranya dengan dua hal sebagai berikut :

1. Setelah (habit lama), saya akan (habit baru)

2. Setelah (habit yang saya perlukan), saya akan manambah (habit yang saya inginkan).

Sedangkan hasrat eksternal (social group) yaitu mencakup tiga group sosial (lingkungan, pergaulan - interaksi) : the close (yang dekat), the many (yang banyak), the powerful (yang hebat).

Untuk group yang dekat (the close) adalah keluarga. Maka penting bagi ayah bunda atau pasangan calon ayah bunda untuk menyamakan visi misi dalam rumah tangganya. Karena keluarga menentukan habit dari anggota keluarganya. Satu dan yang lainnya saling mengingatkan dan saling mendukung.

Yang kedua adalah the many (yang banyak) habit bisa mengikuti komunitasnya. Misal, komunitas bersepeda, komunitas menulis dll. Kalau pesan Emak untuk kebaikan dari habit yang berasal dari luar (komunitas) ini maka tak lain adalah berkumpul dengan orang-orang shaleh.

Dan yang ketiga adalah the powerful, yaitu mengikuti orang yang dianggap hebat, seperti idola. Seperti saat ini, banyak anak-anak, remaja hingga para Emak mengidolakan budaya K-Pop atau mengikuti gaya draKor. Dan sisi lain ada yang  mengikuti tokoh shalih dan shalihah seperti para sahabat dan shahabuayah Rasulullah Saw. Dan itu juga akan mempengaruhi habit.

Pengaruh Cue dan Craving di Alam Kapitalisme

Di alam sekularisme sekarang banyak sekali kemaksiatan. Komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender merajalela, aborsi tak lagi ditutupi, perzinaan tak lagi jadi barang larangan, riba yang membudaya, perceraian membahana dan sederet persoalan lainnya.

 

Semuanya tersebab kita hidup di tatanan yang menciptakan banjir Cue dan cravingmaksiat ditambah dengan adanya respon/penghargaan atas sebuah kemaksiatan.

Di alam kapitalisme, hal-hal buruk (maksiat) dibuat jelas dan terlihat sangat menyenangkan. Adanya petunjuk kemaksiatan yang selalu diulang-ulang, misalnya film-film yang merusak anak-anak dan remaja, tontonan di gadged yang vulgar dan bisa diakses oleh anak-anak dan remaja.

Sisi lain juga yang menambah banjir maksiat yaitu adanya kebijakan-kebijakan yang diterapkan. Kebijakan yang selalu diputuskan bukan sebagai perbaikan kondisi masyarakat, akan tetapi lebih kepada muatan bisnis semata. Misalnya saja, hukum minuman keras, hukum pornografi, dan hukum-hukum yang mengarah kepada kebebasan hak azasi manusia.

Untuk hasrat/keinginan (craving) selalu disuguhkan rangsangan-rangsangan kemaksiatan pula. Tidak hanya di lingkungan akan tetapi hingga tataran negara. Misalnya saja kebebasan dalam berpakaian, kebebasan dalam berkumpul dengan lawan jenis dan lain sebagainya.

Di alam sekulerisme diperkenankan berhubungan tanpa status dan itu legal selama suka sama suka. Sebaliknya, ketika manusia hendak taat kepada Allah dengan menempuh rumah tangga dengan poligami, misalnya, akan dipandang rendah, aneh dan terutama dipersulit secara sah oleh negara.

Dan yang terakhir tanggapan/respon (reward) di alam sekulerisme-kapitalisme sangat luar biasa. Keberhasilan dari maksiat justru banyak mendapatkan penghargaan/tanggapan berupa materi dan kedudukan.

Semua itu yang menumbuhsuburkan habit-habit maksiat di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya kalangan rakyat jelata, tapi juga para intelektual dan politisi hingga para pemegang kebijakan. Tidak heran jika habit buruk mendarah daging dan berakibat menjamurnya kebiasaan buruk yang merugikan individu dan kelompok. Ini semua akibat ditetapkannya sistem yang memfasilitasi berjalannya habits loops yang buruk.

Mengubah Pemahaman ke Arah yang Lebih Baik

Ada cara-cara untuk mengubah kebiasaan/habit buruk yang merugikan ke habit baik dan menguntungkan. Tidak hanya untung di dunia, akan tetapi beruntung hingga akhirat.

Untuk hal-hal buruk (maksiat) harus diupayakan dengan cara membuatnya jauh dari pandangan mata hingga tidak terlihat dan dibuat tidak menarik. Yang terpenting adalah ingat akan balasan yang akan dipertanggungjawabkan kelak  di akhirat akan hal-hal maksiat tersebut.

Sebagai muslim, meskipun hidup dalam habitat kapitalisme, semestinya, tetap berpegang teguh kepada hukum Allah SWT. Meskipun cue dan craving, secara belum sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam. Akan tetapi, ikhtiar berbuat kebaikan yang rutin dan terus-menerus dengan tujuan ridha Allah SWT.

Di sinilah peran kita dalam mencapai tujuan tertinggi yaitu "Dari 1% aktivitas kebaiakan di jalan Allah, yang terus mengalir menggapai ridha illahi tuk surgaNya nanti."

Terus berusaha menyampaikan pemikiran Islam di tengah-tengah umat, dengan berada dalam lingkungan (jamaah dakwah) yang mengemban pemikiran Isalm pula, agar segera tercapai peradaban Islam yang mulia. Maka, harapan untuk menghadirkan cue dari Sang Maha Pencipta; craving untuk selalu taat kepadaNya dan reward dari Allah benar-benar terwujud. Yaitu berupa ridha dan surgaNya.

1% habit baik di jalan Allah, 100% balasan dari Allah. Insyaallah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

12 Pengungsi Tewas Dibunuh Di Kamp Timur Laut Suriah Tempat Anggota Keluarga IS Ditahan

Jum'at, 22 Jan 2021 23:16

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Tahanan Palestina di Penjara Israel Meninggal Setelah Menerima Vaksin Virus Corona

Jum'at, 22 Jan 2021 22:37

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Pantaskah Menuduh Curah Hujan Menjadi Penyebab Bencana Banjir?

Jum'at, 22 Jan 2021 19:42

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Suami Menyusu ke Istrinya, Ini Pandangan Syaikh Bin Bazz!

Jum'at, 22 Jan 2021 17:08

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59


MUI

Must Read!
X