Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.734 views

Indonesia, Belajarlah dari Norwegia dalam Menyikapi Corona

 

Oleh: Savitry Khairunnisa

Wabah covid-19 ini memang luar biasa. Norwegia sebagai bagian dari pusat episentrum persebaran virus (di luar China) juga mulai merasakan dampaknya. Per hari ini, jumlah yang dites dan positif covid-19 di Norwegia sudah tembus 1.417 orang, dengan 3 meninggal, dan 1 pasien sembuh. Diyakini bahwa jumlah riil-nya lebih besar dari itu.

Sektor hospitality (restoran / bar / pub, hotel), penerbangan, pariwisata pada umumnya terpaksa merumahkan sementara ribuan karyawan. Hal ini karena kebijakan penutupan tempat-tempat umum di mana orang banyak berkumpul. Bandara, pelabuhan, dan perbatasan pun mulai resmi ditutup sejak kemarin. Otomatis jumlah penebangan pun menurun drastis.

Tiba-tiba jumlah pengangguran menjadi banyak. Belum lagi harga minyak yang sedang terjun bebas. Norwegia yang sangat mengandalkan pemasukan dari ekspor minyak sangat terpukul. Harga saham secara global juga terguncang. Nilai mata uang Kroner semakin melemah terhadap USD.
Kalau pemerintah tidak sigap dan taktis, ekonomi negara bisa kolaps.

Kemarin digelar rapat pembahasan APBN yang dipimpin perdana Menteri Erna Solberg. Intinya banyak perencanaan anggaran yang harus dirombak. Demi menyelamatkan negara dari krisis minyak, krisis ekonomi, dan krisis Korona.

Bagaimana kebijakan #lockdown (karantina wilayah) dan #socialdistancing (perenggangan sosial) tidak sampai mengorbankan mata pencarian rakyat, dan di sisi lain bisa meredam persebaran virus dahsyat ini.

Pemilik perusahaan kecil / menengah / wiraswasta seperti pemilik restoran, kafe, ketering, salon, toko kembang, pekerja freelance, orang magang, orang berpendapatan rendah, serentak bingung. Dari mana mereka dapat uang? Sementara pemasukan mereka bergantung dari aktivitas harian. Kalau lagi ramai, ya dapat banyak. Kalau sepi, ya pemasukan minim.

***
Di sinilah akan tampak wajah asli pemerintah. Bagaimana mereka mengelola keuangan negara. Apa yang perlu diprioritaskan, apa yang harus dikorbankan karena kurang berfaedah untuk kemaslahatan masyarakat.

Singkatnya, pemerintah Norwegia menyepakati "krisepakke" (paket krisis) besar-besaran. Cakupannya mulai karyawan tetap yang di-PHK, para freelancer, wiraswasta, pengusaha kecil menengah, orang yang merawat pasien di rumah, sampai orangtua tunggal yang masih punya anak-anak di bawah umur.

Uang yang digelontorkan sebesar NOK 100 miliar (sekitar Rp 145 trilyun). Sebagian agar bank bisa memberi bantuan pinjaman, dan juga agar masyarakat yang terkena PHK bisa mendapatkan bantuan keuangan.

Namun bantuan tersebut baru bisa mulai diproses pada hari ke-17 sejak kebijakan lockdown diberlakukan. Jadi orang-orang ini masih harus bersabar. Setidaknya mereka bisa mengharapkan bantuan nyata dari pemerintah.
Dan mereka tahu bahwa pemerintah memang punya uang.

Untuk penanganan wabah Corona sendiri, pemerintah juga sepakat untuk menggunakan sedikit dari "Oljefunn" (Dana Minyak / Dana Pensiun Nasional).
Sejak dekade 1980-an Norwegia punya lembaga keuangan ini. Sesuai namanya, uang ini didapatkan dari hasil ekspor minyak Norwegia, yang memang membuat negara ini jadi kaya raya. Penggunaannya sangat amat ketat. Setiap tahun hanya boleh dipakai maksimal 3% dari nilai keseluruhannya.

Dana Minyak ini berbentuk investasi di banyak negara di luar Norwegia. Sebagian besar dalam bentuk penyertaan saham di berbagai perusahaan internasional (Microsoft, Samsung, Apple, dan banyak lagi). Di tengah anjloknya harga saham, nilai Dana Minyak ternyata masih cukup untuk menghidupi hingga beberapa generasi ke depan.
NOK 9 triliun. Entah berapa rupiah itu, sila hitung sendiri (dengan asumsi NOK 1 = IDR 1.450,-).

So, dari sisi keuangan, pemerintah Norwegia yakin memiliki kemampuan untuk menghidupi rakyat hingga ke unit terkecil, termasuk masyarakat yang tergolong berpenghasilan rendah / tak pasti.
Pemerintah meyakinkan rakyat bahwa uang akan dikelola secara transparan dan tepat sasaran.
Dan yang terpenting, rakyat PERCAYA pada pemerintahnya.

***

Tiba-tiba pikiran saya melayang ke negeri tercinta. Negeri yang gemah ripah loh jinawi. Toto tentrem kertoraharjo. Yang persediaan minyaknya (pernah) jauuuh lebih banyak dari Norwegia. Persediaan emas, batubara, timah, bauksit, you name it, seharusnya bisa membuat kas negara kita aman tujuh turunan; kalau saja sejak awal dikelola dengan benar dan pemerintah punya visi jauh ke depan.

Di saat krisis begini, seharusnya pemerintah (di negara manapun) lebih serius mengalokasikan dana untuk membantu penghidupan rakyat hingga yang termiskin. Bila pemerintah sanggup menyelenggarakan event mewah seperti Asian Games, mampu membayar milenials, para pembina Pancasila, dan buzzer puluhan bahkan ratusan miliar rupiah, mampu bikin infrastruktur dari Sabang sampai Merauke, bisa bikin MRT, maka demi menyelamatkan nyawa rakyat seharusnya pemerintah juga harus lebih bisa. Jangan malah bingung. Toh Pak Presiden sendiri yang bilang bahwa banyak kementerian yang punya pos-pos konferensi / kunjungan kerja dsb hingga puluhan trilyun rupiah. Berarti sebetulnya uangnya ada.

InsyaAllah Indonesia bisa, kalau mau serius dan kompak.

Mungkin perbandingannya tidak "apple to apple", tapi mungkin ada satu dua hal yang bisa dipelajari dari negara sekecil Norwegia. Mungkin tentang integritas, keterbukaan, gerak taktis, dan bagaimana mengemban amanah rakyat. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

https://norwaytoday.info/…/corona-emergency-package-full-t…/

https://www.vg.no/…/aapner-for-aa-bruke-mer-oljepenger-vi-s…

Ilustrasi: Koleksi pribadi penulis

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Rabu, 30 Sep 2020 20:25

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Rabu, 30 Sep 2020 19:35

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X