Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.184 views

Listrik Padam, Ijtima Ulama dan Terorisme

 

Oleh:

Dr. Syahganda Nainggolan

Direktur Sabang Merauke Circle

 

 

BEBERAPA tahun lalu, ketika seorang teman seangkatan saya di ITB akan menjadi salah satu direktur PLN di Manhattan, New York, FBI langsung memanggil dia, karena nama depan dia adalah Muhammad. Sesuai cerita saudara iparnya ke saya, FBI ingin memastikan bahwa teman itu tidak ada kaitan dengan terorisme. Nama Muhammad atau Ahmad di sana, memang sensitif bagi intelijen Amerika. Memang wajar ancaman terorisme dalam urusan listrik ini begitu vital. Sebab, dengan hancurnya power dan atau jaringan transmisi, maka listrik akan padam, lalu ekonomi akan hancur. Apalagi di kota terelit di dunia, Manhattan NY.

Matinya listrik hari Minggu yang lalu, 4 Agustus, selama 12 jam di Jabodetabek dan Jabar-Banten, telah melumpuhkan kehidupan bangsa kita. Core Institute mencatat gangguan ini menerpa 30% perekonomian kita, karena 55% ekonomi berputar di tempat lampu padam tersebut. Hal ini ditambahkan pula dengan berbagai keluhan-keluhan disektor transportasi, seperti adanya fakta MRT terjebak di bawah tanah dengan penumpangnya (karena MRT dioperasikan tanpa back-up power, seperti di negara negara maju), sektor kesehatan karena berkurangnya sebagian fasilitas rumah sakit, seperti lift mati, dll. Belum lagi berita kebakaran yang terjadi dibeberapa daerah karena penggunaan lilin yang tidak terkontrol baik.

Jokowi yang keesokan harinya langsung ke PLN, sebagai mana di muat CNN, bertanya:
“Kok tahu-tahu drop (listrik) itu? Artinya, pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,”. Pertanyaan Jokowi ini penting dicatat karena pimpinan PLN dan BUMN sebesar PLN semuanya ditentukan oleh Jokowi sendiri, sebagai ketua tim TPA (Tim Penilai Akhir).

Selain juga karena sebagai objek vital, PLN pasti mempunyai manajemen strategi dan kemampuan mitigasi yang baik.

Polisi dan pengamat intelijen sudah membuat kemungkinan adanya kejahatan pidana dalam masalah ini. Polisi melalui humasnya mengatakan ada jejak pidana dalam kasus PLN yang mirip pada tahun 2012, sehingga polisi perlu menyelidiki.

Kecurigaan polisi saat ini kemudian bersaing dengan isu kayu sengon di Gunungpati, Semarang, sebagai penyebab ledakan jaringan yang korslet, sehingga merusak beberapa turbin pembangkit. Awalnya ketua unit PLN setempat membantah hal itu sebagai “hoax”. Namun, isu ini terus berkembang “mainstream”, mulai menggeser isu terorisme ataupun pidana sabotase.

Lalu apa kaitannya dengan “Ijtima Ulama”?

Ijtima ulama ke IV di hotel Lorin Sentul merupakan bagian dari “power game” kekuasaan politik. Bagiannya bukan berarti para ulama tersebut terlibat dalam “bisnis kekuasaan” atau “transaksi kekuasaan”. Namun, sikap para ulama ini berlangsung di tengah meluasnya berita perpecahan di kalangan elit kekuasaan Jokowi, khususnya sejak Megawati dan Prabowo membangun “poros nasi goreng” (Mega-Pro). Salah satu pihak PDIP di sebuah media online bahkan mempersilakan Surya Paloh dkk menjadi oposisi dalam pemeritahan Jokowi jilid 2 nanti, jika menegasi eksistensi Megawati.

Surya Paloh sendiri, seakan membalas pertemuan Mega-Pro, lalu mengundang Anies Baswedan dan memberikan pernyataan politik akan mendukung Anies jadi presiden 2024 pada pertemuan itu. Statemen ini hanya bisa dimaknai sebagai bentuk kemarahan. Sebab, pilpres baru saja usai dan Presiden belum dilantik.

Tentu sorotan ke arah Surya Paloh belum tuntas, jika sorotan ke arah Hendroprijono dan Luhut Binsar Panjaitan tidak diperhatikan. Kedua orang ini telah mengambil peran besar dalam mendukung Jokowi, baik 5 tahun lalu, maupun pilpres 2019 lalu. Hendroprijono bahkan adalah orang yang secara terbuka menyerang “orang-orang Arab”, untuk mendelegitimasi politik ulama. Jika Mega dengan lantang mengatakan bahwa di negara Indonesia tidak ada istilah koalisi dan tidak ada pula istilah oposisi, apakah statemen itu dibiarkan saja bersifat sepihak? Tentu saja banyak yang marah.

Kekecewaan pendukung utama Jokowi atas kesan sikap-sikap dominan Megawati adalah situasi koeksistensi dengan listrik padam dan ijtima ulama. Tentu saja koeksistensi bukan sebuah korelasi. Koeksistensi hanyalah sebuah kejadian-kejadian bersamaan dalam suatu waktu. Dalam sebuah teori konspirasi, sebuah koeksistensi memang menarik untuk didalami kemungkinan-kemungkinan adanya irisan. Di luar teori konspirasi, koeksistensi akan berlalu begitu saja.

Hasil ijtima ulama yang tidak mengakui pemerintahan Jokowi, sedikitnya secara moral, telah berdampak dua hal, pertama mendeligitimasi pemerintahan Jokowi, namun kedua, mendeligitimasi ketokohan Prabowo. Untuk yang terakhir ini, bahkan ulama-ulama tersebut tidak mengundang Prabowo, yang bisa diartikan kehilangan respek. Dampak lanjutnya adalah berkurangnya klaim Mega-Pro bahwa urusan polarisasi sudah terselesaikan.

Penutup

Mati listrik dan ijtima ulama telah menjelaskan dua cerita pada bangsa kita. Pertama, sistem kelistrikan kita tidak kebal terhadap kayu sengon apalagi terorisme. Jakarta, sebagai ibukota dan megacity, harus mempunyai pembangkit dan distribusi independen. Power plant Muara Karang, misalnya, harus segera diselamatkan dari hal reklamasi. Kedua, para ulama telah menunjukkan konsistensinya berjuang di luar kekuasaan Jokowi. Dengan besarnya kemungkinan kelompok oposisi akibat koalisi Mega-Pro, konstalasi ulama dalam politik ke depan akan sangat menarik.

Semoga kedua hal diatas dapat kita fahami diluar persaingan isu (terkait listrik mati ) saat ini antara terorisme dan kayu sengon.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Haftar Serukan Pasukannya Targetkan 'Kolonial' Turki Setelah Derita Kerugian Besar

Ahad, 24 May 2020 22:00

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Wanita Iran Berusia 107 Tahun Sembuh dari Infeksi Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 21:45

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Presiden Afghanisttan Asraf Ghani Berjanji Percepat Pembebasan Tahanan Taliban

Ahad, 24 May 2020 21:34

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Anggota DPR RI Kritik Narasi Damai Pemerintah Terhadap Virus Corona

Ahad, 24 May 2020 09:35

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

RUU Omnibus Law Dinilai Berpotensi Mengundang Campur Tangan Rezim terhadap Pers

Ahad, 24 May 2020 08:51

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

BPJS Naik Kembali, Bukti Setengah Hati Melayani Rakyat

Ahad, 24 May 2020 07:44

Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir

Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir

Ahad, 24 May 2020 06:06

‘Kosong-Kosong’: Makna Hakiki Bersilaturahmi

‘Kosong-Kosong’: Makna Hakiki Bersilaturahmi

Ahad, 24 May 2020 05:34

Baju Hari Raya dan Pandemi Corona

Baju Hari Raya dan Pandemi Corona

Ahad, 24 May 2020 05:20

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada 24 Mei 2020

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada 24 Mei 2020

Sabtu, 23 May 2020 23:42

Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Memetik Buah Ramadhan

Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Memetik Buah Ramadhan

Sabtu, 23 May 2020 22:16

Pakistan Kirim Pasokan Medis ke AS untuk Bantun Amerika Perangi Corona

Pakistan Kirim Pasokan Medis ke AS untuk Bantun Amerika Perangi Corona

Sabtu, 23 May 2020 20:15

FPKS Ajak Masyarakat Kritisi RUU HIP

FPKS Ajak Masyarakat Kritisi RUU HIP

Sabtu, 23 May 2020 19:32

Istiqamah Taat Pasca Ramadhan

Istiqamah Taat Pasca Ramadhan

Sabtu, 23 May 2020 19:23

Efek Corona Raksasa Minyak Dunia Derita Kerugian Lebih 20 Miliar USD Pada Kuartal Pertama 2020

Efek Corona Raksasa Minyak Dunia Derita Kerugian Lebih 20 Miliar USD Pada Kuartal Pertama 2020

Sabtu, 23 May 2020 19:00

Palestina Tolak Pasokan Medis Virus Corona Dari UEA Yang Dikirim Lewat Israel

Palestina Tolak Pasokan Medis Virus Corona Dari UEA Yang Dikirim Lewat Israel

Sabtu, 23 May 2020 13:41

Sepakat Berdamai, Asmadi Satpol PP yang Cekcok dengan Habib Umar Assegaf Dihadiahi Umrah

Sepakat Berdamai, Asmadi Satpol PP yang Cekcok dengan Habib Umar Assegaf Dihadiahi Umrah

Sabtu, 23 May 2020 10:05

Idul Fitri Serentak, Awal Persatuan Ukhuwah yang Tak Terkoyak

Idul Fitri Serentak, Awal Persatuan Ukhuwah yang Tak Terkoyak

Sabtu, 23 May 2020 09:09

Layakkah Penyelenggara Konser Amal Corona Minta Maaf?

Layakkah Penyelenggara Konser Amal Corona Minta Maaf?

Jum'at, 22 May 2020 23:19

Lelang Keperawanan, Kebebasan yang Kebablasan?

Lelang Keperawanan, Kebebasan yang Kebablasan?

Jum'at, 22 May 2020 22:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X